Tampilkan postingan dengan label Singa Bola. Tampilkan semua postingan

ONLY GOD CAN STOP US


MINGGU, 24 Juni 2012, sekali lagi Kanjuruhan penuh sesak oleh yang tercatat 29.271 Aremania (walau Ayas yakin jumlahnya seharusnya lebih dari itu) yang ingin menonton dan mendukung Singo Edan, Arema dalam menjamu Beruang Madu, Persiba Balikpapan, klo di siaran langsung tipi swasta Antv diberi tajuk Super Sunday Footbal yang mempertemukan 2 tim kuda hitam. Walaupun tidak dipuncak klasemen sementara, tapi kedua tim sedang diliputi trend positif. Namun Ayas tak akan mengulas jalannya pertandingan yang memang seru, tapi Ayas akan mengulas tentang "Only God Can Stop Us,"  sebuah spanduk raksasa dibentangkan oleh nawak2 Aremania Curva Nord/Tribun Utara disertai nyala red flare pada laga tersebut.

Sebenarnya spanduk bertuliskan "Only God Can Stop Us," bukan pertama kali dibentangkan di sebuah stadion sepakbola. Adalah suporter dari tim sepakbola Mesir Zamalek SC yang bernama Ultras White Knights ato disingkat dengan UWK yang pertama membentangkan spanduk "Only God Can Stop Us" pada laga Zamalek SC melawan Gaish di Liga Mesir pada 24 Oktober 2011. Dan kebetulan White Knight adalah salah satu pelopor dari suporter Ultras di Mesir, dan gerakan Ultras masih merupakan hal baru dan banyak mendapat tantangan terutama dari PSSI-nya Mesir yakni  EFA (Egypt Football Assosiation). Dan seperti keterangan video tentang spanduk "Only God Can Stop Us" di youtube, -Only God ...Can Stop Us ... That was a direct message by ultras white knights towards EFA to show that White Knights can't be stopped by anyone but god- Bahwa pesan dari spanduk tersebut ditujukan kepada EFA, tak ada yang bisa menghentikan White Knight kecuali oleh Tuhan. Mungkin dari sinilah kera2 Aremania dari Tribun Utara terinspirasi dengan membuat
"Only God Can Stop Us" versi Aremania,




Namun apa pesan yang tersirat dibalik spanduk raksasa "Only God Can Stop Us" versi Aremania ini? Seperti yang kita tau secara bahasa "Only God Can Stop Us" bisa berarti "hanya Tuhan yang bisa menghentikan Kita/Kami," dalam bahasa Indonesia. Namun pesan ini jika diartikan secara luas bakal berbeda tergantung konteks dan siapa yang liat?

Seperti  klo Kita buka portal berita Arema ISL wearemania.net yang mengartikanya dalam konteks dualisme Klub Sepakbola Arema. Disana kita bisa lihat foto "Only God Can Stop Us" yang masuk dalam kategori Top Shot, dengan keterangan foto : 
"Spanduk yang menunjukkan daya Survive Arema Indonesia ketika mencoba dimatikan oleh PSSI. "Only God Can Stop Us". Ini Aremaku, mana Aremamu?"

Dan jika klo kita liat di Halaman Facebook Arema Transformers sebagai penghuni Curva Nord/Tribun Utara kanjuruhan yang mengusung spanduk ini, mereka menghubungkan pesan "ONLY GOD CAN STOP US" dengan kreatifitas supporter dan upaya Arema lolos dari jurang degradasi. Di album foto laga Arema menjamu Persiba, tertulis : 
"DEGRADASI HARAM - ONLY GOD CAN STOP US" #Kreatifitas itu tidak ada batasnya #Pyro is Not a Crime

Sedangkan situs resmi Klub Arema ISL, Aremafc.com menuliskan :  
"Tercatat oleh Panpel, jumlah penonton yang memadati Stadion Kanjuruhan mencapai angka 29.271. Jumlah tersebut cukup membuktikan bahwa dukungan Aremania yang didasari oleh keinginan hati nurani tidak pernah berhenti meskipun timnya saat ini masih belum bisa merangsek ke papan atas klasemen Indonesia Super League 2011/2012. "ONLY GOD CAN STOP US", hanya Tuhan yang bisa menghentikan langkah kita. "
Pada akhirnya, memang "ONLY GOD CAN STOP US" hanya Tuhan yang bisa menghentikan kiprah Arema juga Aremania, namun nasib Kita juga ditentukan oleh diri Kita sendiri. Seperti kata Sam Ikul, "yang bisa menghancurkan Arema itu hanya Tuhan dan Arema itu sendiri bukan orang lain." Maka apapun yang terjadi sudah kewajiban Kita untuk menjaga dan memberikan yang terbaik untuk Arema dan Aremania.


Salam Satu Jiwa

 

 
 
 
 
 



AREMA, AREMANIA DAN AREMA FC


AREMA, apakah itu? Arema ada yang menganggap adalah sebuah nama klub sepak bola dari Malang, ada juga yang menganggap sebagai sebutan untuk orang yang berasal dari Malang, dan ada pula yang mengangap Arema Cuma sebagai merek Bakso. Mana yang benar? Disini Ayas mencoba menmperjelas Arema itu apa. Tapi disini Ayas tak akan menulis tetan sejarah asal muasal nama Arema, mungkin di lain waktu. 

Pertama, banyak orang awam yang mengkaitkan nama Arema identik dengan sepakbola, yakni klub sepakbola Arema FC. Klub sepakbola Arema FC yang didirikan oleh Lucky Acub Zaenal, 11 Agustus tahun 1987 dengan nama PS Arema atau Persatuan Sepakbola Arema, sebagai kontenstan kompetisi Galatama. Dilahirkan dengan memakai nama Arema yang merupakan akronim dari Arek Malang, ditujukan demi mengakomodir potensi yang dimiliki Arema (Arek Malang) di bidang sepakbola yang tak mampu ditampung oleh Persema.

Kini Arema FC telah berkembang menjadi tim yang besar dan disegani di kancah persepakbolaan, apalagi setelah berhasil merengkuh gelar juara Liga Super Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Reputasi Arema FC pun semakin terangkat seiring dengan semakin kreatifnya pendukungnya, yakni Aremania. Sebagai salah satu pionir dalam dunia persuporteran di Indonesia, Aremania selalu punya kreatifitas yang baru dalam mendukung Arema FC. Dan masyarakat di Indonesia semakin mengenal nama Arema FC beserta Aremania sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia Persepakbolaan di Indonesia.

Kedua, Arema sebagai identitas atau jati diri bagi seseorang atau komunitas orang yang berasal dari Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). Hal ini dirasakan terutama bagi orang Malang perantauan, karena berada di daerah orang rasa “nasionalis ke Arema-an” bisa menjadi semakin tebal. Tak ada catatan pasti, namun menurut salah satu tokoh Arema generasi tua di Bogor, ia sudah bertemu sesama Arema (Kera Ngalam) saat merantau ke Kalimantan. Jadi sejak tahun 70-an orang Malang sudah merantau keberbagai daerah di Indonesia, ke Jakarta, Kalimantan, Bali dll, dan mereka ini selalu membawa identitas sebagai Arema disetiap perantauannya. Itulah jika kita ketemu orang Malang diluar daerah pasti menyebut dirinya sebagai “Ayas Arema” bukan “Ayas orang Malang.”

Dan karenanya maka istilah Arema sebenarnyasudah jauh dikenal sebelum adanya klub sepakbola bernama PS Arema tahun 87-an. Dengan semakin banyaknya Arema2 yang merantau keluar dari Malang, semakin banyak pula di daerah diluar Malang berdiri paguyuban komunitas Arema, sebagai wadah silahturahmi Arema Perantauan. Seperti Arema Batam, Arema Kaltim, Arema Korea dll. Kata Arema juga sering dipake sebagai merek pada dagangan2 atau usaha jasa, yang bisa diartikan bahwa yang punya adalah arema atau berasal dari Malang, seperti Bakso Arema, Tempe Arema, Bengkel Arema.

Arema Balikpapan, salah satu komunitas Aremania yang paling eksis bahkan sudah sering berpartisipasi dan Juara Pawai Budaya pada kegiatan Hari Jadi Balikpapan, seperti foto diatas.
Aremania Balikpapan pun tak kalah ekssnya, di manapun laga Arema FC di Bumi Kalimantan mereka selalu ada demi mendukung Singo Edan.
 Namun untuk menjadikan seseorang sebagai Arema tak melulu karena dia lahir di Malang, namun ada banyak hal yang membuat seseorang merasa dirinya Arema. Satu, pasti yang pasti kelahiran Malang, dua berdarah keturunan Malang, tiga pernah bersekolah atau kuliah atau kerja di Malang, empat menikah dengan orang Malang, lima pernah tinggal di Malang, enam merasa merasa cinta dengan segala tentang Malang (Budaya, Bahasa, Makanan dll), atau tujuh punya teman Arema dan terinspirasi karena gaya hidup dan semangat Arema, dst, dst.

Arema, Aremania dan Arema FC
Arema sebagai komunitas orang Malang sebenarnya berjalan beriringan dengan Arema FC dan juga kelompok suporternya Aremania. Hal ini dikarenakan sebagian besar Arema adalah Aremania, walau seorang Arema tak selalu adalah Aremania dan seorang Aremania tak selalu adalah Arema. Seorang Arema tak selalu adalah Aremania artinya adalah bahwa ga semua Arema menggilai klub Arema FC, menonton ke stadion, mengikuti beritanya, liat siaran langsung di tv pun tidak. Dan seorang Aremania tak selalu adalah Arema, berati untuk menjadi Aremania atau suporter Arema FC tak harus Arema atau jadi orang Malang bisa dari manapun, bisa dari Bandung dari Jakarta dll.

Bisa dibilang bahwa Aremania adalah bagian dari komunitas Arema, ini tampak dengan adanya korwil Aremania yang menggandeng sebuah Paguyuban Arema didaerah tertentu. Seperti di Paguyuban Arema Balikpapan disana ada kera2 korwil Aremania Balikpapan, hal yang sama juga ada dibeberapa daerah yang lain. Maka, kemanapun Arema FC berlaga seperti kita tau, disana pasti ada Arema dan Aremania yang bakal mendukung. Dan setiap ada acara komunitas Arema, halal bihalal atau silahturahmi pasti disana hadir nawak2 yang beratribut Aremania lengkap, baik dengan syal atau soak dengan logo Arema FC.

Arema memang dekat dengan urusan sepakbola tapi ada ungkapan, jika Arema itu bukan sekedar urusan sepakbola. Karena Arema adalah, jatidiri, gaya hidup, sub kultur, harga diri, dst, dst.


Salam Satu Jiwa, AREMA!

AREMANIA BERSATU, AREMA PASTI BANGKIT!


Foto/Taufik Soleh
DEGRADASI-degradasi itulah mungkin pemikiran masyarakat umum juga para pembenci dan pengkritik Arema, Aremania, jika melihat kiprah skuad Arema musim ini di pentas Indonesia Super League (ISL). Skuad yang dibangun bisa dibilang dengan kekuatan seadanya dan diperparah dengan konflik internal dan dualisme tak ada ujungnya, membuat Arema terseok2 menapaki laga per laga di musim ini. Disaat prestasi Arema kurang baik, ironisnya dukungan Aremania pun ikut meluntur, tribun menjadi sepi, begitu juga pekikan pembangkit semangat saat musim Arema Juara, hilang entah kemana ditelan berita carut marut Arema dan cemooh para pembenci dan pengkritik Arema, Aremania. Dimana suara membahana yg memekik terdengar di seantero stadion? Dimana kekompakkan dan koreografi indah yg klop di tribun?

Kita malu, itu biasa, Kita terpecah dan tak kompak pun biasa. Namun jika Kita malu dan terpecah saat Arema tercabik seperti ini, maka itu namanya kurang ajar. Buang semua rasa malu buang semua perbedaan, buktikan bahwa Kita Satu, Kita Satu Jiwa. Jangan pikirkan ego masing2 saat Kita berada di tribun, buang jauh2 semua itu, karena Arema butuh suara Kita yang membahana, jangan kecil hati jika di sekitarmu hanya sedikit yg seJiwa dengan Kita buladkan tekadmu kita akan hadapi keterpurukan.

Memang Arema mengalami beberapa perbaikan ditubuhnya, seperti terlihat pada pertandingan terakhir2nya, tapi itu saja tak cukup karena Arema masih membutuhkan nyanyian semangat dan motivasi dari Kita semua. Lupakan predikat suporter terbaik, jika itu malah membuat kita lupa akan cara menyatukan suara, menyatukan kreatifitas di tribun. Saatnya bernyanyi dan berkreasi lupakan,  singkirkan jauh2 ego mu, satukan suaramu. Kita punya jendral yg memandu Kita di tribun. Satu.. Satu.. Satu Jiwa dan ikuti gerakan yg dia contohkan, jika kepercayaan kalian masih sama layaknya dulu.

Inilah saatnya Kita tunjukkan, loyalitas Kita sedang diuji, ayo Kita lawan
keterpurukan ini. Tunjukkan pada mereka para pembenci dan para pengkritik, Kita Arema, Aremania masih punya taring  yg kuat, Martabat, Kekompakan dan Loyalitas yang sering Kita katakan saat Arema dalam gelimang prestasi, bahwa Loyalitas Kita Tanpa Batas. Satu.. Satu.. Satu.. Jiwa Aremania bergerak bersama Biru Arema. Arema akan bangkit menjauh dari zona Degradasi.

#BangkitAREMA!
-Salam Satu Jiwa-

Diedit dari postingan Andy Martyan di FP Aremania

Menuju 25 Tahun AREMA
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012
-UNITED IN ONE SOUL-
"ONE AREMA
ONE AREMANIA
FOR ONE INDONESIA"

BELIEVE


BELIEVE, (percaya) apakah Umak masih punya itu? Setelah berkali-kali Arema babak belur tak mampu menang  dilaga yang dilakoninya. Apakaah Umak masih percaya padanya? 

Dipenghujung putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia, Arema bagai babak belur setelah 5 pertandingan terakhir Arema harus menderita kekalahan. Terutama di pentas Champion Asia, dimana Arema menjadi pesakitan dengan menjadi juru kunci di Grup G dan gagal melalu ke babak berikutnya. Di Champions Asia, Arema sulit bersaing melawan jawara-jawara Asia Timur, Seperti  Cerezo Osaka Jawara J-League, Jeonbuk Hyundai Motors jawarah K-League dan Shanong Luneng Taishen Jawara China Super League. Arema hanya mengumplkan 1 poin hasil dari sekali imbang di Kanjuruhan ketika menjamu Shandong.

Kondisi Arema benar-benar compang camping, selain gagal di Champion Asia dan Arema juga sulit bersaing mengejar perolehan poin Persipura untuk mempertahankan gelar Jawara  Indonesia Super League. Sementara rival-rival Arema terus mendongkel posisi Arema, sehingga di ISL Arema turun menjasi peringkat 5 klasemen sementara. Arema terpaut 10 poin dari pemuncak klasemen Persipura yang mempunyai poin 47. Dan berturut-turut dibawahnya ada Semen Padang dengan 42 poin, Persija dengan 40 poin, Persisam dengan 39 poin dan Arema hanya mengumpulkan 37 poin.

Klasemen Sementata dan 5 Pertandingan Terakhir Arema
 Sedangkan Piala Indonesia, yang diharapkan Arema bias bersaing untuk meraih gelar sebagai hiburan karena gagal di Asia dan liga domestik  malah batal di gelar menyusul berlarut-larutnya kisruh di PSSI. Kondisi Arema diperparah dengan masalah klasik yang tak kunjung menemukan solusi, yaitu masalah finansial. Gaji pemain yang telat dibayar, berulang- ulang terjadi, segala upaya dan aksi dilakukan dari mogok main, rapat-rapat hingga janji-janji manajemen tak membuat masalah ini beres begitu saja. Hal ini membuat suasana ga kondusif di tubuh Arema, sehingga berimbas ke permainan skuad Singo Edan di lapangan. Pertandingan yang diprediksi Arema bakal mampu berbuat lebih banyak, malah hasilnya adalah kebalikannya, seperti Arema harus takluk di Karawang dan Padang.

Dan klimaks dari segala hal yang dialami Arema adalah angkat tanggan/menyerahnya manajemen dalam mengelola Arema dan memutuskan untuk menjual/melelang Arema kepada investor baru. Saat ini Arema memiliki utang sebesar Rp 5,6 miliar. Selain itu, Arema juga butuh dana untuk biaya operasional untuk menuntaskan kompetisi LSI yang belum selesai. Hal itu diperkirakan membutuhkan dana senilai Rp 10 miliar. Bahkan sebelum wacana lelang Arema mencuat, para pemain Arema dah merasa diabaikan (tanda-tanda manajemen mulai angkat tangan) pihak pengurus dan juga Aremania. Ketika itu Arema menjamu Cerezo di Kanjuruhan, namun ga ada perwakilan pengurus yang mendampingi Arema pada pertandingan itu,  hanya sekitar 1700-an Aremania yang hadir member dukungan beradu dengan 1300-an pendukung Cerezo yang mayoritas pekerja Pabrik Yanmar di Indonesia.  Janu sendiri setelah pertandingan mengungkapkan kekecewaanya, dan merasa seperti main dikandang lawan. "Kita semua berharap bisa bermain maksimal, tapi kita kayak main di kandang lawan, coba lihat Pengurus Arema tidak datang, Aremania sedikit. Kita bermain untuk siapa?" keluh Janu waktu itu.

Saat ini, Arema membutuhkan segala bantuan yang ada, dari bantuan materi sampe bantuan moral. Arema perlu dorongan semangat untuk membuat Sang Singa Gila kembali garang di lapangan hijau. Dan yang hanya Aremania lah satu-satunya yang bias melakukannya, karena untuk itulah Aremania ada. Mendukung dengan nyanyian, aksi dan tiketnya disaat-saat yang terburuk hingga saat yang paling buruk seperti saat ini. Sisa 5 pertandingan lagi yang harus dijalani oleh anak-anak Singa dari Malang. Dari 5 pertandingan yang tersisa, 4 diantaranya Arema bakal main dikandang. Disinilah saatnya, kehadiran Aremania bakal sangat berarti bagi Along dan kawan-kawan. 

Djadwal Pertandingan Arema Berikutnya
Sementara lelang belum menujukkan perkembangan berarti, wacana pembentukan konsorsium pengusaha se-Ngalam oleh Peni juga belum menunjukan hasil nyata, hanya Aremania lah yang bisa membantu Arema dengan memenuhi Kanjuruhan saat Arema menjamu Deltras, 29 Mei nanti, dari tiket dan dukungan kalian semua Arema Singo Edan akan kembali beringas dan mempersembahkan kemenangan untuk Aremania.

Jika Aremania masih percaya dengan nama-nama yang ada di skuad Arema Indonesia, maka demi nama-nama itulah, tetap dukung Arema apapun yang terjadi. BANGKIT AREMA!
KEEP STAY BELIEVE, AREMA IN ONE SOUL
(tetaplah percaya AREMA dalam satu jiwamu)

Salam Satu Jiwa

Persebaya Vs AREMA IPL : MENANG! ATAU DIHUJAT HABIS-HABISAN!

Minggu besok laga Persebaya Vs Arema IPL, adalah momen kebangkitan sekaligus penebusan dosa buat tim Arema yang berlaga di IPL nya PSSI setelah diterpa badai konflik internal yang melibatkan investor Ancora, M Nur juga Inep. Tak tanggung-tanggung dampak dari konflik ini Arema IPL ditinggal beberapa pilar penting yang kebanyakan merupakan skuad original Arema ketika juara liga seperti Along, Meiga, Sunarto,dkk. Dan menyisakan nama-nama seperti Roman, Musafri, dll sebagai pemain dari Arema musim lalu dan kebanyakan beberapa wajah-wajah baru seperti di skuad Arema ISL. 

Dan yang lebih gawat adalah Arema IPL mulai ditinggalkan Aremania yang biasanya memenuhi Gajayana. Mmenurut beberapa nawak Aremania, mereka sudah merasa bosan dengan konflik yang ada di tubuh Arema IPL dan juga kekecewaan atas putusan manajemen yang menyia-nyiakan Milo yang tampil cukup bagus dilaga perdananya. Makanya sebagian Aremania  mengalihkan dukungannya ke Arema ISL yang lagi naik daun performanya.

Laga yang mempertemukan dua musuh bebuyutan yang membawa simbol-simbol yang sudah lama tak akur di daerah Jawa Timur. Yaitu Ngalam dan Ayabarus, sejak jaman Persema di perserikatan suporter Ngalam selalu tidak akur dengan supporter Ayabarus yang mendukung Persebaya (ketika itu Arema masih di Galatama belum ketemu Persebaya). Hingga pertarungan gengsi para suporter Ngalam dan Ayabarus berlajut ke jaman Ligina antara wakil Ngalam Arema dengan Aremania-nya dan Persebaya dengan Bonek-nya. Dan perseteruan itu masih berlangsung hingga kini.

Babak baru perseteruan dua kutub sepakbola terbesar di Jawa Timur kini bertemu di bawah kompetisi Indonesia Primer League milik PSSI, Arema IPL yang mewakili Ngalam dengan logo Kepala Singa dan Persebaya yang mewakili Ayabarus dengan logo Buaya Ijo-nya. Bagi Arema IPL ini adalah kesempatan untuk membuktikan mereka belum habis setelah didera konflik dan eksodus pemain, serta ini adalah kesempatan Antonic Dejan Cs menebus kesalahan atas hasil buruk sebelumnya, sekaligus untuk menarik kepercayaan Aremania yang telah di kecewakan.

Bagi nawak Aremania lawas, menang dari Ayabarus adalah harga mati, "Arema boleh kalah dari Persija, boleh kalah dari Deltras tapi Arema ga boleh kalah dari Persebaya." Menurutnya persaingan antara Ngalam dan Ayabarus sudah dimulai sejak dulu sebelum sepakbola ramai seperti sekarang,  Dulu jaman akhir 80'an hinggga awal 90'an jaman musik metal, Ngalam dan Ayabarus sudah berserteru, seperti saat nawak-nawak dari Ngalam menguasai Tambaksari waktu konser Sepultura. "Bahkan nawak-nawak kera Ngalam membentangkan spanduk "Arek Blimbing Malang" hanya jarak 2 meter dari panggung," tambahnya. Jadi siapapun yang  mewakili Ngalam melawan Ayabarus harus kita dukung, mau sepakbola, tinju, musik, dll, tetapi secara sportif karena jaman kekerasan seperti dulu sudah ga jaman.

Satu hal yang mungkin bakal terjadi, jika Arema IPL mampu menang maka bakal membuat malu publik Ayabarus malu, dan bakal bungkam, mungkin juga bakal terjadi sefikit kericuhan di sana. Dan mungkin bakal membuat Aremania kembali mendatangi Gajayana saat pertandingan Home Arema IPL.

Dan bila hasilnya seri, tetap bakal membuat kubu tuan rumah panas karena tak mampu menang di kandang sendiri. Dan Aremania mungkin mulai sedikit menaruh percaya terhadap skuad Antonic Dejan pasca eksodus pemain intinya.

Jika kalah, petaka bakal menghampiri skuad Arema yang dikelolah Acora ini. Selain di permalukan dikandang bajul Ijo, di olok-olok sama rambo ijo. Dejan Cs juga bakal dihujat habis-habisan oleh Aremania yang kecewa, terutama Aremania yang fanatik terhadap Arema ISL. Mungkin hinaan dan caci maki bakal berlangsung 1 minggu tanpa berhenti, terutama dari Rambo Ijo bakal koar-koar yang puas bisa mepencundangi wakil dari Ngalam.

Akhirnya, apa yang bakal terjadi besok di laga Persebaya Vs Arema IPL, Minggu, 4 Maret 2012 pukul 15:30 WIB LIVE on MNC TV dari Gelora Bung Tomo Surabaya. Kita lihat saja ....

Salam Satu Jiwa






DULU MANAJEMEN BUANG RENE ALBERT, SEKARANG SIA-SIAKAN MILO

# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

Arema sekarang selalu identik dengan masalah internal, klo dulu masalah bersumber dari kekurangan dana dan jika sekarang saat dana bukan lagi suatu masalah Arema malah dilanda konflik Internal diantara pengurusnya. Sampai seorang nawak Aremania pernah berujar, "Mending Arema seperti dulu waktu ga punya uang tapi kompak daripada Arema sekarang banyak duit tapi terpecah-pecah."

Dan selain itu manajemen Arema sekarang terlalu mudah menyia-nyia bakat yang bagus, dalam hal ini bakat yang bagus adalah pelatih. Manajemen tak mampu memprtahankan kondisi kondusif di tubuh Arema sehingga membuat bakat-bakat yang bagus menjadi tak nyaman dan pergi. Dulu Arema mempunyai pelatih yang sangat bagus yaitu Robert Rene Albert yang mampu mempersembahkan Gelar Juara Liga Indonesia pertama bagi Arema. Saat itu bukan tanpa kendala Rene Albert menukangi Arema, saat itu terjadi krisis keuangan ditubuh Arema hingga gaji para punggawa Arema sempat tertunda untuk dibayar, bahkan sempat terjadi pemogokkan dari pemain menuntut kejelasan gaji.

Meskipun begitu performa anak2 Arema tetap terjaga walau terjadi gejolak di internal tim. Hingga pada akhirnya Manajemen membuang bakat bagus Rene Albert yang sudah terbukti dengan Gelar Juara Liga, dengan tidak memperpanjang kontraknya. Saat itu Andi Darussalam Tabussala masih menjabat di manajemen Arema, merasa tersinggung karena Rene Albert mendatangi markas PSM Makasar yang tertarik padanya, padahal statusnya masih pelatih Arema, sedangkan nasib kontrak Rene Albert saat itu juga belom jelas, diperpanjang atau tidak. Dan akhirnya Rene Albert meninggalkan Malang ke Makasar setelah semusim menukangi Arema dengan sisa gaji beberapa bulan belom dibayar.

Dan tampaknya kebiasaan lama memang susah dirubah, seolah mengulangi kesalahan yang lalu manajemen merasa sok kuasa dan yang punya uang sehingga ta membutuhkan orang2 yang di anggap ga sejalan sama uangnya dan harus dibuang karena dengan uang semua bisa diganti dengan yang baru. Inilah yang sekarang terjadi kepada Milomir Seslija, bakat bagus baru yang dimiliki Arema. Milo sebagai pelatih Arema yang berlaga di Indonesia Primer League, harus tersingkir karena konflik antara Investor Ancora dan M Nur. Padahal Milo sudah kadung membuat Aremania jatuh cinta, karena 2 kali aksinya memimpin Arema di Gajayana yang berbuah poin penuh, serta karena attitude-nya yang dekat dengan suporter sehingga banyak Aremania yang tak rela Milo digeser oleh Abdurahman Gurning yang sebelumnya hanya asiten Milo.

Mungkin sekarang duit manajemen banyak sehingga merasa tak butuh milo karena bisa membayar pelatih baru yang lebih hebat dari Milo. Bahkan menurut isu yang beredar Milo dan Gurning hanya sementara menukangi Arema karena pada akhirnya mereka akan di gantikan, dan calon pelatih yang sempat beredar ada Antonic Dejan, mantan pelatih timnas Hongkong dan juga Rene Albert. Apa manajemen sudah lupa ketika awal musim, dengan tidak memperpanjang kontrak Miroslav Janu, manajemen sempat mengincar Rene Albert. Bahkan manajemen rela melunasi sisa gaji yang belum dibayar waktu Rene Albert meninggalkan Arema, namun Rene Albert menolak kembali ke Arema. Ini suatu bukti jika pengalaman musim lalu ketika menukangi Arema sangat diingat oleh Mener Albert, sekaligus menandakan jika uang tak bisa selalu bisa membeli bakat yang bagus.

Jika sekarang manajemen merasa tak butuh Milo, dan bisa menggantikan dengan yang lain dengan uangnya, apa ada jaminan akan sesukses Milo hasilnya. Ato akan dibuang dan akhirnya harus memanggil Milo untuk kembali ke Kandang Singa, dan mungkin akan ditolak mentah2 oleh Milo seperti halnya Robert Rene Albert.

#S1J


AKANKAH ALONG CS BAKAL MENYEBRANG KE AREMA ISL ?


BANYAKNYA kabar berita mengenai bakal pindahnya Along CS yakni para pemain Arema yang dilatih Milo dari Arema IPL ke Arema ISL semakin kencang berhembus. Dan memang juga, banyak dari nawak2 Aremania yang juga mengharapkan kepindahan tersebut, salah seorang Aremania beralasan, "Daripada nasib Along CS "disia2kan" manajemen Arema IPL, mending bergabung dengan Arema ISL supaya dapat mendongkrak peforma Arema ISL yang lagi jeblok."

Sinyal2 ketidak cocokan Along CS dengan manajemen IPL tampak jelas ketika laga Arema IPL melawan Persija IPL di Solo, di laga tersebut Along, Ridhuan, Roman dll tidak dimasukkan kedalam line up oleh Gurning sebagai pelatih yang menggusur Milo. Sedangkan nasib Milomir Seslija sendiri juga tak jelas, ada yang mengatakan Milo sudah dipecat, namun ketika laga di Solo Milo dan Dusan pelatih fisik Arema IPL masih tampak dibangku penonton tribun kehormatan begitu juga Along dan pemain yang tak dimasuk line up Gurning.

Sementara pada laga Arema ISL kala dibantai Sriwijaya FC 5-1 kemarin, juga dikabarkan Duo Singapura, Noh Alam Shah dan M Ridhuan hadir dÈ‹ Stadion Kanjuruhan. Bahkan seusai laga keduanya sempat bertemu dengan nawak Aremania, dan juga  Duo Singapura ini melakukan pembicaraan dengan Dirut, Panitia Pelaksana serta Joko Susilo dari pihak Arema ISL. Apakah dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang peluang pindahnya Along CS ke Arema ISL?

Namun dikesempatan yang lain, Media officer Arema IPL, Noor Ramadhan menegaskan bahwa Along masih pemain Arema IPL. "Sampai sekarang Along dkk masih resmi pemain Arema Indonesia. Kalau hanya soal tidak diturunkan saat lawan Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo, itu murni hal pelatih. Tidak benar kalau dikatakan tidak diturunkan karena diputus kontraknya," kata Nunun.

Lain Along, lain juga Roman Chmelo. Jika Along mendatangi langsung pihak Arema ISL, Roman dikabarkan mengirimkan Agennya ke kantor Arema ISL. Sudarmaji sebagai perwakilan Manajemen Arema ISL melalui SMS, membenarkan jika Agen Sepakbola Roman Chmelo telah mendatangi kantor Arema ISL. "Sejauh ini, masih sebatas komunikasi, jika ada peluang untuk gabung maka akan dibahas lebih jauh," tuturnya.


Sebenarnya
tentang adanya keinginan Aremania agar Arema ISL merekrut Along CS dari Arema IPL, ditanggapi dengan positif oleh manajemen Arema ISL. "Manajemen Arema ISL akan mengontrak pemain apabila pemain tersebut bebas dari komitmen kontrak dengan tim lain. Mereka harus pegang surat resmi pemecatan klo mereka dipecat atau pengunduran diri, supayatidak muncul persoalan (Seperti kasus Diego Michiels)," jelas Sudarmaji.

Berkaca dari kasus Diego Michiels yang kini jadi panjang, gara2 Diego memutuskan pindah dari pelita Jaya ke Persija IPL hanya berbekal surat pengunduran diri saja, padahal Pelita belum mengeluarkan surat menyetujui pengunduran diri Diego yang berarti Diego masih resmi pemain Pelita. Namun PSSI malah mengesahkan Diego agar bisa dimainkan saat Persija IPL menjamu Arema IPL di Solo kemarin. Saat ini Pelita Jaya sedang mengupayakan secara hukum dengan menuntut Diego, Persija IPL dan  PSSI.

Dan jika perpindahan ini benar bakal terlaksana, maka sesuai Transfer Matching System (TMS) FIFA opening window adalah tanggal 01 Februari 2012. "Tunggu saja tanggal yang sudah dekat tersebut, jangan sampai kita menjadi violator seperti apa yang sudah dilakukan kemarin, mending tunggu sampai awal bulan" tambahnya. (dari berbgai sumber)

-------------------------------------------------------------------
Jika banyak nawak2 Aremania yang sangat mengharapkan Along CS menyebrang ke Arema ISL, sebelum itu bisa terwujud, pertanyaanya sekarang adalah ?

01. Siapa sajakah pemain Arema IPL yang ikut bakal pindah ke Arema ISL ?
a. Apakah hanya Along dan Ridhuan saja yang bakal pindah?
b. Ato semua Pemain Asing Arema IPL (Along, Ridhuan, Roman, Esteban) yang sempat dipecat manajemen Arema IPL saja?
c. Ato semua Pemain Arema IPL yang dibawah asuhan Milo Plus Pelatih Milo sendiri ?

18 pemain dari Arema IPL Milo : 
Kurnia Meiga, Aji Saka, Alfarizi, Usep Munandar, Leonard Tupamahu, Gunawan Dwi Cahyo, Hermawan, Dendi Santoso, Roni Firmansyah, Noh Alam Shah, M Ridhuan, Musafri, Esteban, Roman dan Sunarto.

02. Siapa sajakah pemain yang bakal dibuang Arema ISL untuk menampung pemain dari Arema IPL ?

03. Klo diliat memang gampang tinggal pindah sana ke sini, namun kenyataanya jika ada yang datang maka harus ada yang dibuang, apalagi jika banyak yang datang bakal banyak yang harus dibuang. Bakal dikemanakan nasib pemain yang membela Arema ISL setelah datangnya Along CS?

04. Apa ada jaminan Along CS bakal mampu beradaptasi di ISL dan bekerjasama dengan pemain Arema ISL sebelumnya dan menjadi berprestasi, klo tidak mampu apa bakal dibuang lagi ?

Banyak hal yang harus dipikirkan demi terwujudnya perpindahan ini tanpa harus berbuntut panjang kemudian hari. Kita tunggu saja bakal kemana ujungnya Opera Van Tewur hanya di AREMA...

Salam Satu Jiwa

UJIAN PERTAMA MILO DAN SKUAD AREMA IPL DIGAJAYANA



SORE NANTI adalah laga perdana Arema IPL melawan PSMS Medan IPL (PSMS Medan juga terpecah ISL dan IPL), di Indonesia Primer league di bawah kendali PT LPIS dan PSSI. Seperti kita ketahui skuad Arema IPL sebagian besar adalah pemain Arema musim lalu ketika berlaga di ISL yang sudah tidak asing bagi pecinta Arema seperti, Along, Roman, Dendi Santoso, Kurnia Meiga dll dan ditambah beberapa pemain baru Gunawan Dwi Cahyo, Hendro Siswanto, Putut Waringin Jati, Jaya Teguh Angga dll. Jika dilihat dari materi pemain, kita sudah mengenal permainan mereka, dan sudah tidak diragukan lagi kualitas, Arema IPL ini bisa dibilang mentereng jika hanya untuk mengikuti kompetisi dengan 13 klub peserta dengan kualitas yang kurang mantap, peluang juara terbuka lebar.

Sementara dikursi pelatih Arema IPL ada Milomir Seslija atau dipanggil akrabnya Milo adalah wajah baru didunia persepakbolaan Indonesia, dan pertama kali melatih klub lokal Indonesia. Sejak pertama kedatangannya, media langsung menyamakan Milo dengan Robert Rene Albert, pelatih yang mampu membawa Arema juara di musim pertamanya melatih di Liga Indonesia. Jika Rene Albert dari Belanda, Milo asalnya dari Bosnia, dan mereka sama2 berpengalaman di Asia Tenggara karena sudah sering melatih di Singapura dan juga Malaysia. Sama2 mengerti bahasa melayu, jika Rene Albert doyan ngucapin Salam satu jiwa, Milo malah lebih jauh lagi dengan berencana belajar bahasa Indonesia. Kemiripan ini juga dalam hal tipikal melatih, yang sama2 menyukai pemain muda, selain itu Milo juga muda beradaptasi di lingkungan baru dan budaya baru seperti di Ngalam.

Pelatih yang sempat menyebut Arema bagai Manchester United ini, banyak memperoleh sanjungan dari anak buahnya di Arema. Musafri bahkan yakin bila Milo bisa membawa Arema kembali jadi juara. Namun semua itu, belumlah membuktikan kualitas melatihnya hingga anak2 Arema IPL bisa berprestasi dilaga sebenarnya di kompetisi yang sebenarnya. Tercatat skuad Arema IPL baru dua kali melakukan ujicoba dengan tim Selevel, Pertama kalah dari persema 2-1 saat ujicoba di lapangan kecil Agrowisata Batu, saat itu hujan lebat sekali dan permainan berlangsung keras. Kedua ujicoba di Papua dengan menang telak 3-0 atas PSM Makasar, inilah yang sempat dijanjikan oleh Siti nurjanah bahwa Arema yang sekarang berbeda.

Kebalikan dengan Arema IPL, PSMS Medan adalah tim yang hampir semua kekuatannya adalah baru. Karena skuad PSMS Medan yang sudah lama dipersiapkan, dan berisi pemain lama dan nama2 yang sudah dikenal di Indonesia memutuskan berlaga di kmpetisi ISL, maka dibentuklah PSMS Medan yang berlaga di IPL dengan men yeleksi pemain2 baru dengan persiapan yang singkat cukup dua minggu. Dan hasilnya pun Ayam kinantan  dua kali tumbang secara beruntun saat bermain di kandangnya, di stadion Taladan Medan. Kalah  1-2 dari Persebaya 1927  dan 1-3 dari Persija 1928 .

Namun saat ini kekuatan Medan cukup berbeda dengan kelarnya ITC (International Transfer Certificate) dua pemaing Asingnya stopper Vagner Luis de Oliveira Marins (Brasil) dan striker Julio Cesar Alcorse (Argentina). Selain itu, pelatih baru juga bakal menemani anak2 Medan saat dijamu Arema nanti, dia adalah Fabio Lopez, pelatih berkebangsaan Italia,  Lopez sempat menjadi pemandu bakat untuk tim Serie A Atalanta dan Fiorentina. Namun Fabio sendiri baru bergabung kurang dari 2 hari dengan PSMS medan, dan kemungkinan ga akan bisa berbuat banyak.

Melihat perbedaan materi Antara Arema IPL dan PSMS Medan IPL, seharusnya ini bisa menjadi ujian yang mudah bagi Milo dan Kurnia Meiga dkk menujukkan kualitas sebenarnya dari Arema, apalagi main di Gajayana dikandang sendiri. Bakal kita liat sore ini, apakah racikan Milo sehebat sanjungan kepadanya selama ini, apakah Milo sehebat Rene Albert yang sering disamakan dengan dirinya. Kita liat saja. 

Salam Satu Jiwa

PEMBUKTIAN JARGON RISE TO FIGHT


AREMA ISL RISE TO FIGHT
BERTANDANG  ke markas Persiba Beruang Madu Balikpapan musim ini ga akan semudah musim2 sebelumnya, bahkan untuk 1 poin rasanya harus butuh perjuangan ekstra keras dari anak2 Singo Edan ISL ini. Persiba tampil impresif pada laga perdananya saat melawat di kandang Persipura, dengan duo pemain Jepangnya mampu mengejutkan warga Jayapura dengan menahan Persipura dikandangnya, itu adalah hal yang jarang bisa dilakukan tim lain musim lalu. Apalagi hasil 3-3 itu ditentukan di saat2 terakhir, gol Kenji benar2 kejutan dilaga pembuka Indonesia Super League itu.

Walaupun sempet kalah dari Persidafon juga di Papua, Persiba melihat kekalahan itu akibat kekurangan jelian dari sang pengadil lapangan hijau alias wasit. Selebihnya, Persiba adalah tim dengan materi bagus, dengan nama2 seperti Aldo Barreto, Ahmad Sembiring juga duo Jepang Kenji Adachihara dan Matsunaga Shohei. Selain itu Persiba punya faktor penentu hasil seri atas Persipura yaitu  I Made Wirawan  penjaga  gawang  ini yang sedang bagus2nya musim ini hingga sempat dipanggil ke timnas.

Berbeda dengan balikpapan yang mempunyai bekal 1 poin dari tour Papuanya, Arema ISL yang di asuh Wolfgang Pikal ini justru belum menemukan kepaduan antar pemain, yang hasilnya harus kalah dikandang pada laga perdana lawan tim medioker sekelas Persela Lamongan. Bahkan Arema ISL harus kehilangan kiper paling  potensialnya Dian Agus karena patah tulang kering  saat laga perdana kemarin di kanjuruhan dan harus digantikan kiper nomer dua Rudin Ardiansyah. 

Arema ISL adalah tim dengan persiapan paling kurang daripada tim lain di ISL, jika tim lain  minimal sudah terbentuk sejak satu bulan sebelumnya dan melakukan ujicoba dengan tim selevel maka Arema ISL jauh dari itu. Hanya 9 hari persiapan termasuk menyeleksi pemain, itu yang dipunya Arema ISL sebelum melawan Lamongan di Kanjuruhan kemarin. Dan hasilnya seperti kita liat kemarin, nama2 seperti Hesket, Seme, Souza, Khusnul Yuli dll yang baru disatukan dalam satu tim tampak bermain masih kaku. Walaupun mendominasi permainan Arema tak mampu memenangkan laga tersebut.

Inilah tugas berat bagi Pikal, mantan Asisten Alfred Rield di Timnas AFF ini, dengan persiapan yang singkat dan materi pemain bisa dibilang biasa2 saja, untuk  mencuri poin di Balikpapan dan membuat Aremania kembali ceria setelah kekelahan kemarin. Inilah ajang pembuktian jargon RISE TO FIGHT, apakah Arema mampu bangkit di laga kedua dan memberi perlawanan seperti Arema sejati dan membuat Aremania bangga.Apakah Pikal sudah menemukan kunci yang membuat Arema ISL tampil lebih baik dari kemarin, kita liat saja petang ini.

RISE AND FIGHT - Bangkit dan Bertarunglah
FOR FLAG AND PRIDE - Untuk Bendera dan Harga Diri
AREMA - Arema
Salam Satu Jiwa

GAME IS ON, AREMA IPL - AREMA ISL MUSIM 2011/2012



MUSIM INI Aremania seolah dipaksa untuk memilih, akibat terpecahnya klub kesayangan Aremania yakni Arema menjadi dua. Saat ini beredar dua nama Arema yang masing2 mengikuti dua kompetisi yang berbeda. Ada banyak nama yang diberikan untuk dua Arema ini, yang pertama ada yang menyebutnya sebagai Arema IPL alias Arema Tidar alias Arema M Nur, dan yang kedua disebut  sebagai Arema ISL alias Arema Sultan Agung alias Arema Rendra.

Begitu banyak opini dari Nawak Aremania mengenai perpecahan Arema ini, ada yang mendukung salah satu kubu, ada yang memilih netral, ada pula yang menyayangkan perpecahan ini. Sebagian Aremania bahkan terang2an mengungkapkap ketidak sukaannya terhadap salah satu kubu, ada juga Aremania yang juga menjelekkan komposisi pemain kubu Arema yang lainnya, ada juga yang bingung dan menanyakan salah satu mantan pemain Arema yang bahkan tidak ada di dua Arema tersebut, dan ada pula yang tetap setia dan mengatakan Arema adalah Utas.

Ditengah banyaknya opini dukung mendukung yang beredar di luar sana, kali ini Ayas tidak akan menulis untuk mengajak Nawak2 semua untuk mendukung salah satu kubu Arema, tapi Ayas mencoba berandai2, dan melihat perpecahan ini dari sisi positifnya. Jika berharap Arema akan bersatu dalam satu bendera dan satu kompetisi kayanya ga mungkin, maka bagaimana jika kita berandai2 bagaimana jika musim ini kedua Arema berhasil menjadi juara di dua kompetisi dan menguasai dunia sepakbola Indonesia, bisa disebut sebagai Double Winner Duo Arema. Jadi tinggal mengadu kedua Arema untuk menentukan Arema mana yang terbaik dalam Derby Super Arema. 

Skuad Arema IPL saat acara lanching beberapa waktu yang lalu. (foto/wearemania.net)
IPL
Jika melihat komposisi pemain dan rival2 di kompetisi masing2 untuk menjadi juara atau sekedar bertengger di papan atas klasemen, tampaknya Arema IPL lebih berpeluang daripada Arema ISL. Dilihat di IPLnya PSSI yang hanya diikuti oleh 13 klub, dan kebanyakan diisi tim ga jelas, seperti PSMS Medan IPL yang dadakan atau Sriwijaya FC yang dihuni pemain junior U-21 tampaknya bakal mempermudah skuad Arema IPL yang mayoritas dihuni pemain lawas Arema era juara ISL. Dengan komposisi pemain yang tak banyak berubah, hanya penambahan di beberapa lini, serta persiapan yang lumayan lama, Arema IPL sangat mungkin untuk bersaing di IPL.

 Nama2 seperti Along, Ridhuan, Chmello, Guillen, Meiga, Dendi dll yang sudah lama bermain bersama menambah solid kekuatannya Arema IPL. Penghalang mereka hanya konflik internal yang baru2 ini terjadi ketika M Nur membajak seluruh awak Arema dari Ikul, dan membuat beberapa pilar memutuskan hengkang dari Arema IPL karena situasi yang nyaman dan kondusif tak tercapai. Semoga saja hal ini ga banyak berpengaruh saat kompetisi dimulai, dan ga bakal terjadi konflik lagi.

Praktis di IPL kekuatan besar hanya Semen Padang yang dihuni pemain tetapnya seperti musim ISL kemarin, apalagi dengan kemenangannya atas Persema 6-1 sungguh menggambarkan kekuatan Semen Padang di IPL. Sedangkan untuk nama Persija IPL dan Persebaya 1927, PSM Makasar, Persibo tim ex LPI yang kualitasnya belum teruji benar, tim dengan berbagai pelatih baru, banyak pemain baru juga membuat kualitasnya kemungkinan tak jauh dari Arema IPL. Arema IPL hanya mencatat kemenangan menyakinkan saat ujicoba di Papua saat menyikat PSM Makasar 3-0, selebihnya kekuatan Arema IPL masih misteri, apalagi dengan Pelatih Milomir Seilja yang belom terbukti kepiawaiannya menukangi Along dkk, karena pernah kalah 2-0 dari Persema saat ujicoba di Agro.
Skuad Arema ISL yang baru di soft launching kemarin. (aremafc.com)
 ISL
Sedangkan buat Arema ISL jalan lebih berat bakal ditempuh, selain pesertanya lebih banyak yaitu 18 klub, juga rival2nya lebih berat dan lebih siap menanti. Tim Arema ISL yang baru dibentuk, mempunyai sedikit waktu untuk persiapannya. Bermaterikan pemain yang seluruhnya baru, didominasi pemain kelas 2 (pemain2 yang tak dipilih klub lain), pemain gaek diatas umur 30 tahun, tanpa ada nama bintang dan pemain timnas. Bermaterikan Charis, Hesketh, Dian Agus, Khusnul Yuli, Souza, Beni Kristian dll membuat sebagian Aremania menyangsikan kiprah Arema ISL di musim ini. 

Di ISL masih ada Persipura yang ga banyak perubahan di komposisi pemainnya merupakan masih rival nomer satu yang ingin dikalahkan semua klub ISL. Dan ada kekuatan2 lama seperti Sriwijaya FC dengan pemain barunya seperti Hilton, Siswanto, dll juga Persib dengan Zulkifli, dan pemain ex Persija-nya adalah kekuatan lama yang patut diwaspadai. Terus ada kekuatan2 baru seperti Mitra Kukar, Persisam, Persiba. Para klub2 kaya dari Kalimantan Timur yang banyak  membuang duitnya dengan membeli bintang2 baru seperti Bustomi, Gonzales dll. Serta ada Persija yang tereduksi kekuatannya oleh masalah dualisme seperti halnya Arema, dan juga ada Deltras yang sekarang lebih ke rasa Arema dengan Beni Wahyudi, Purwaka, Revi, dll. Satu yang membedakan tim2 ISL lainnya dengan Arema ISL adalah mereka dipersiapkan lebih lama.

Namun ada satu nama yang membawa harapan di Arema ISL, nama yang sangat familiar walau minim pengalaman dalam menukangi Tim profesional seperti Arema, nama tersebut adalah Woflgang Pikal. Mantan asisten Alfred Rield ini membawa harapan baru bagi sebagian Aremania, dan banyak yang berharap sentuhan seperti timnas piala AFF dapat ditularkan ke Arema ISL musim ini. Semoga saja kedua Arema dapat berkiprah dengan baik di dua Liga dan membanggakan kita Aremania dan bukan menjadi sekedar pelengkap suatu kompetisi saja. Kompetisi musim ini telah dmulain, Game is On, selamat Berjuang Arema-Aremania.

Salam Satu Jiwa

DJADWAL AREMA ISL MUSIM 2011/2012 PUTARAN PERTAMA


1. Selasa, 6 Desember 2011, Arema VS Persela
2. Sabtu, 10 Desember 2011, Persiba vs Arema
3. Rabu, 14 Desember 2011, Gresik United vs Arema
4. Rabu, 4 Januari 2012, Arema vs Persiram
5. Minggu, 8 Januari 2012, Arema vs Sriwijaya FC
6. Jumat, 13 Januari 2012, Persidafon vs Arema
7. Rabu, 18 Januari 2012, Deltras vs Arema
8. Minggu, 22 Januari 2012, Arema vs PSMS
9. Sabtu, 28 Januari 2012, Arema vs PSAP
10. Rabu, 1 Februari 2012, Persisam vs Arema
11. Minggu, 5 Februari 2012, Mitra Kukar vs Arema
12. Kamis, 16 Februari 2012, Arema vs PSPS
13. Minggu, 19 Februari 2012, Arema vs Persija
14. Minggu, 11 Maret 2012, Pelita Jaya vs Arema
15. Kamis, 15 Maret 2012, Persib vs Arema
16. Minggu, 25 Maret 2012, Arema vs Persipura
17. Kamis, 29 Maret 2012, Arema vs Persiwa


* Masih ada kemungkinan jadwal juga berubah karena sampai saat ini Sriwijaya FC blom menunjukan secara resmi bakal merapat ke ISL atau ke IPL. dan sementara jadwal dibuat tanpa menyertakan siaran langsung antv karena blom nemu.

DJADWAL AREMA IPL MUSIM 2011/2012 PUTARAN PERTAMA

1. Sabtu 26 November 2011, Persipura vs Arema
2. Selasa 29 November 2011, Persidafon vs Arema
3. Kamis 8 Desember 2011, Arema vs Bontang FC
4. Minggu 11 Desember 2011, Arema vs Mitra Kukar
5. Sabtu 17 Desember 2011, Arema vs Persija
6. Rabu 21 Desember 2011, Arema vs Persebaya
7. Kamis 5 Januari 2012, Persiraja vs Arema
8. Minggu 8 Januari 2012, PSMS vs Arema
9. Kamis 12 Januari 2012, Arema vs Persiba Bantul
10. Minggu 15 Januari 2012, Arema vs Persib
11. Kamis 26 Januari 2012, Arema vs Persijap
12. Kamis 2 Februari 2012, Persema vs Arema
13. Minggu 5 Februari 2012, Persibo vs Arema
14. Sabtu 11 Februari 2012, PSM vs Arema
15. Rabu 22 Februari 2012, Arema vs Sriwijaya FC
16. Sabtu 25 Februari 2012, Arema vs Semen Padang


* Kemungkinan masih banyak jadwal yang berubah karena banyak perserta yang kabur ke ISL

5 TOKOH DIBALIK PERPECAHAN AREMA DAN AREMANIA


SEPERTI kita ketahui semua, dalam episode ke ruwetan Arema kali ini adalah merupakan suatu episode yang menurut ayas adalah yang paling ruwet dari episode-episode sebelumnya (model e koyok sinetron gitu loh). Karena apabila dalam episode2 terdahulu polemik yang muncul dalam sejarah kehidupan Arema paling2 adalah masalah dana, dana,dan dana. Dan polemik tersebut tidak membuat adanya suatu masalah yang bisa membuat Arema menjadi seperti saat ini. Akan tetapi dalam episode terakhir yang masih tayang saat ini, adalah episode dimana menayangkan adanya konflik dalam diri Arema yang mengakibatkan adanya perpecahan, muncul 2 versi kepengurusan Arema FC. Dan hal ini sudah pasti adalah hal yang paling tidak pernah nawak2 Aremania bayangkan sebelumnya. Suatu sebuah ironi dan klimaks dari drama kehidupan Arema. Tentunya dalam drama kali ini ada aktor yang berperan dibalik semua. Dan ayas berdasar info yang berasal dari www.aremastore.com mencoba menganalisanya. Coba check this out!
1. Lucky AZ : (ikul)
  • Anak dari pendiri AREMA (ACUB ZAINAL) dan mewarisi kependirian Arema 1987, setelah sebelumnya bernama Armada dan kini berganti Arema Indonesia.
  • Melakukan proses take offer kepada PT.Bentoel di tahun 2003 dengan mediasi Iwan Kurniawan (pengusaha /taipan kota Malang), dan mendapatkan aspek ekonomis dari proses ini.
  • Menjadi mediator pertemuan ER, M.Nur dengan ADS
  • Diurus kan proses akta sebagai dewan pendiri di pengadilan kota Malang oleh Andi Darussalam, bahkan yang membayar Andi Darussalam. Dan diajak bergabung dengan Kubu M.Nur oleh ADS.
  • Melakukan perjanjian dengan PT.Ancora dengan notarir Rahmad Pratono alias Toni di hotel Tugu juga melakukan pencairan dana awal. Namun bukan PT.Arema Indonesia yang melakukan perjanjian melainkan PT.Arema Nusantara Persada, bagaimana hubungannya dengan PT.Arema Indonesia, tidak pernah ada kejelasan, meskipun klaim –nya PT.ANP ini sebagai badan usaha yang membiayai Arema Indonesia dengan mencarikan sponsor maupun investor. Pertanyaannya apakah tidak melanggar UU pencucian Uang atau money loundry ?.
  • Uang hasil pencairan dengan Ancora, sebagai modal awal HABIS dibagi-bagi, dengan penjelasan fee etika alias uang persenan Makelar. Uniknya sang penanda tangan juga memposisikan sebagai makelar. Hal inilah yang kemudian membuat ADS pecah kongsi dengan Ikul.
 
2. Iwan Kurniawan
  • Pengusaha dan taipan kota Malang
  • Suka dan cinta dengan sepak bola apalagi Arema, faktanya sejak jaman Lucky Az kerap mengeluarkan uang untuk membantu Arema baik itu hibah ataupun pinjaman.
  • Tidak menyukai Lucky Az ada di Arema, karena beranggapan sudah menjual Arema dan kerap bersebrangan kebijakan. IK menganggap Ikul selalu membawa arema ke jalur politis, sejak pilkada Kota Malang dengan Ikul mengusung Hasanudin Latief sedangkan IK mendukung Peni Suparto, Pilkada Kabupaten Ikul mendukung Geng Wahyudi dan IK mengusung RK
  • Mengaku memegang surat tanah dan rumah milik Ikul sebagai jaminan hutang yang belum lunas.
  • Kini mendukung RK untuk merebut Arema dari Ikul.
  • IK juga dikenal dekat dengan M.Nur sejak keduanya bersinergi di pembangunan kota Malang, ketika M.Nur menjabat sebagai Sekkota. Konon IK juga menjadi pengelola ”tabungan” M.Nur dari hasil selama menjabat Sekkota.
  • Pendukung REVOLUSI PSSI, dengan membiayai aremania yang melakukan demo ke Jakarta sebagai bentuk kedekatan dengan kubu Medco juga George Toisuta.
  • Bersahabat dengan Andi Darussalam
 
3. Andi Darussalam Tabusala
  • Ex. Direktur PT.Liga Indonesia, memiliki kedekatan emosionel denga AREMA
  • Bersahabat dengan Iwan Kurniawan dan M.Nur meskipun tidak pernah masuk dalam legal formal, secara de-facto posisinya terlibat aktif dalam penunjukan dua klub baru sebagai peserta Galatama di jaman Acub Zaenal (ayah Ikul) sebagai ketua Badan liga kala itu.
  • Ikut membantu proposal pengajuan dana untuk pemugaran dan renovasi stadion Gajayana oleh Ikul kala itu kepada Nirwan D Bakrie. Uang yang didapat dari NDB, konon tidak turun utuh ”lagi-lagi” sudah dipotong oleh Ikul.
  • Terlibat aktif dalam penolakan merger Arema-Persema, setelah Pt.Bentoel berniat membubarkan Arema Indonesia, hingga mempertemukannya dengan Darjoto Setiawan dan Iwan Kurniawan untuk membentuk Arema baru
  • Merekomendasi M.Nur sebagai ketua Yayasan Arema, karena kedekatan ketika M.Nur mengelola Persema Malang.
  • Melakukan agitasi dan propaganda kepada aremania setelah M.Nur dianggap sudah melenceng dari rule nya ketika M.Nur menandatangani perjanjian dengan konsorsium LPI . Bahkan berniat membawa Arema ke LPI. Meskipun awalanya ADS sangat mendukung M.Nur untuk mendapatkan sponsor dari bank Saudara milik medco grup.
  • Bersitegang dengan IKUL, lantaran menganggap IKUL wanpretasi dengan melanggar kesepakatan, serta memberikan keterangan bohong soal pencairan uang dari ANCORA.
  • Setelah dua tahun mengelola Arema meskipun tak secara langsung Merasa di khianati oleh Rendra Kresna, yang menjalin kerjasama dengan sosok Iwan Budianto.
  • Menabur kebencian kepada Iwan Budianto, lantaran merasa dilecehkan dengan kalimat,”Maaf bang, investornya tidak percaya kepada abang”. Sekaligus membuatnya memilih bergabung kembali dengan M.Nur yang selama hampir satu musim kompetisi di benci-nya
  • Tidak menyukai dan menyenangi Arema versi RK dengan dalih secara ilegal/tidak sah, meskipun alasan lain karena keberadaan Iwan Budianto yang masih diperjuangkan sebagai Dirut oleh RK cs yang dianggapnya bukan sebagai jalan terbaik rekonsiliasi
 
4. M.Nur ( MN)
  • Mantan sekota Malang, dikenal dekat dengan pengusaha asal kota Malang.
  • Ketua Yayasan Arema hasil rekomendasi ADS.
  • Melakukan kesalahan dengan menyepakati tentang AREMA LPI, sebagai komitmen sponsor bank Saudara senilai 5 M yang ternyata hanya dikucurkan sebesar 1,5 M.
  • Menjadi public enemy Aremania karena dianggap menjadi pengkhianat dan berpotensi membawa Arema keluar jalur, kala itu.
  • Mencari dan mencairkan gaji pemain dengan mendapatkan investor dari SAID AMIN (pengusaha Kaltim) dengan mediator Edy Rumpoko. Kabar terakhir LPJ penggunaan uang dipertanyakan oleh Said Amin karena ada ratusan juta yang tidak jelas penggunaannya setelah uang diserahkan kepada ER dan MN.
  • Saat ini menjadi penguasa tunggal Arema, lantara update akta yayasan masih tetap mencantumkan namanya sebagai Ketua Yayasan sekaligus Pjs Dirut.PT.Arema Indonesia dengan direktur Siti Nurjanah.
  • Dekat dengan Arifin panigoro karena mendapat back-up dana juga keamanan posisi. Bersahabat dengan Andi Darussalam Tabusala
  • Dapat sokongan dana dari grup OSO melalui Said Amin
  • Tetap pegang kendali atas PT.Arema Indonesia secara de jure.
 
5. Rendra Kresna (RK)
  • Bupati Kabupaten Malang penguasa GOLKAR kab.Malang
  • Bendahara Yayasan Arema kemudian mengundurkan diri sebagai prasyarat pencalonan dalam PILKADA kab.Malang
  • Diangkat sebagai Presiden Kehormatan, agar tetap menjaga kedekatan dengan Aremania, khususnya dari kab.Malang agar tetap bisa menjadi konstituen-nya di pilkada.
  • Melakukan politisasi aremania dengan dalih pembentukan korwil di wilayah kabupaten Malang (kampanye terselubung).
  • Berambisi menjadi penguasa daerah selama dua periode, sesuai ketentuan UU.
  • Masuk ke Arema atas rekomendasi Iwan Kurniawan. Meskipun sangat terlihat kurang
  • Menyukai sepak bola, meskipun sebagai pengcab PSSI kab.Malang, semua dilakukan atas dasar politisasi.
  • Menggandeng Bambang Winarno, penasehat yayasan Arema untuk memuluskan jalannya dengan me-lengserkan M.Nur dari posisi-nya setelah merasa mendapatkan dukungan dari aremania.
  • Melakukan deal dan kesepakatan pengelolahan Arema dengan Iwan Budianto, setelah sebelumnya mengaku sudah memecat M.Nur, meskipun posisinya dipertanyakan sebagai apa?
  • Bersikukuh memperjuangkan posisi IB sebagai dirut, konon RK sudah menerima uang sebesar 1 M dari IB atas deal ini.
Dari analisa diatas 5 orang inilah yang harus bertanggung jawab atas kisruh AREMA dan aremania. Kalaupun ada tokoh-tokoh lain yang bermunculan selama carut marut kisruh SINGO EDAN ini, levelnya tidak se-kunci lima tokoh ini.
Maka dengan ini kami meminta pertanggung jawaban baik secara MORIL, ETIKA dan juga atas nama AREMA…kembalikan AREMA kami menjadi SATU kembali…Jangan karena Kekuasaan dan uang kalian mengorbankan aremania dan AREMA yang sudah menjadi pemersatu dan persaudaraan.
Mungkin kelima orang yang ada di atas menurut ayas adalah hanya merupakan aktor2 yang berperan sesuai dengan peran masing-masing. Akan tetapi ayas berpendapat ada sutradara atau dalang yang di balik semua ini. Siapakah dia? Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang.
Semoga episode drama kehidupan Arema kali ini akan segera berakhir dengan happy ending bagi semua. Dan klimaks yang terjadi saat ini adalah merupakan puncak dari semua konflik dan polemik yang terjadi, dan akan menjadi titik balik bagi Arema FC untuk dapat mengarungi drama kehidupan yang lebih baik ke depannya dan dapat berprestasi lebih baik lagi Amieeeeeeen……………

Sumber : Satubola
Salam Satoe Jiwa
*artikel ini adalah re-post dari :
http://junedoyisam.wordpress.com/2011/11/19/5-lima-orang-paling-harus-bertanggung-jawab-atas-perpecahan-arema-dan-aremania/#comment-337

AREMANIA AKAN DUKUNG AREMA DIMANAPUN


 Dari polling ini juga tergambar betapa loyalnya Aremania terhadap Arema, walau dilanda konflik Aremania tetap setia dan tak perpaling dari Singo Edan yang jadi kembar ini.

Inilah hasil polling yang sedikit mewakili suara aremania, terutama Aremania yang bergabung di Facebook Page aremania (http://www.facebook.com/comunitasarema) yang diadakan beberapa waktu yang lalu. Dalam poling tersebut dilontarkan pertanyaan seputar dukungan Aremania terhadap hadirnya "Dua Arema" di "Dua Kompetisi" yang berbeda pada musim ini.

Dan dalam polling tersebut ditanyakan yang intinya bakal dikemanakan dukungan Aremania ditengah hadirnya "Dua Arema" di "Dua Kompetisi" yang berbeda pada musim ini. Dan dari jawaban nawak2 Aremania tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar loyalitas Aremania tidak mempersoalkan Arema dipegang siapa atau berlaga di kompetisi mana. Dan mereka tetap bakal mendukung semua Arema, baik Arema ISL kubu Rendra dan juga Arema IPL kubu M Nur. Boleh dibilang sebagian besar Aremania cenderung memilih netral atau tak mementingkan figur yang berseteru (Rendra atau M Nur) tapi lebih mementingkan nama Arema buat didukung. Hal ini tercemin dari 46% nawak2 Aremania memilih jawaban + Dukung semuanya apapun Arema-nya.

Sedangkan jika dibandingkan antara Arema ISL kubu Rendra dan Arema IPL kubu M Nur, sangat jomplang sekali perbandingannya. Ini karena tak ada satupun Aremania yang menyatakan dukungannya terhadap Arema IPL-nya M Nur, alias 0% hasil polling ini. Ini membuktikan citra M Nur dimata Aremania memang sudah habis, mulai dari kasus pendaftaran Arema ke LPI sampe tunggakan gaji pemain Arema musim lalu, publik Aremania mempercayai bahwa semua itu buah kesalahan dari M Nur yang lari dari tanggung jawabnya.

Dan hasil Arema IPL yang cuma didukung 0% oleh Aremania berbanding jauh dengan Arema ISL Rendra. Ternyata masih banyak Aremania yang bersimpati dan percaya terhadap Arema Rendra yang bakal berkompetisi di ISL ini tergambar dari pilihan Nawak2 Aremania sebesar 32% dari total seluruh pemilih yang menyatakan dukungannya. Ini tak lepas karena Rendra Kresna dkk dianggap sebagian Aremania cukup berjasa dan berperan penting terhadap sepak terjang Arema Indonesia di dua musim terakhir. Ditambah lagi dalam konteks konflik dualisme manajemen Arema, pihak Rendra adalah pihak yang di Dzolimi PSSI dengan memutusan M Nur sebagai pengelola Arema yang resmi. Dan seperti kita tau, sat ini PSSI sedang menjadi soroitan negatif oleh banyak kalangan sepakbola Indonesia termasuk Aremania karena keputusan2nya yang aneh bin ajaib.

Bisa jadi dukungan Aremania bakal semakin menguat ke Arema ISL jika PT. Liga Indonesia mengabulkan Arema Rendra sebagai salah satu kontestasn resmi ISL. Apalagi jika nanti skuad yang kini sedang dibangun Joko Susilo dibawah komando Rendra Kresna menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dan mampu berprestasi di ISL. Saat ini, skuad Arema ISL masih jauh persiapannya jika dibandingkan dengan Arema M Nur yang di arsiteki Milomir Seslija yang dipersiapkan untuk IPL.

Selain itu, dari polling tersebut juga tergambar betapa loyalnya Aremania terhadap Arema, walau dilanda konflik dan dualisme dan hampir mustahil diselesaikan. Aremania tetap setia dan tak perpaling dari Singo Edan yang jadi kembar ini. Sesuai dengan jumlah 0% alias tidak ada Aremania yang memilih jawabab + Tidak mendukung Arema manapun. Dan memang seharusnya begitulah Aremania, walaupun kalah atau menang, degradasi atau juara, apapun keadaannya Aremania akan selalu mendukung dibelakang Arema.

in win or lose, till the end
whatever it happen
we will stay behind you
Salam Satu Jiwa



Inilah Pertanyaan dalam polling tersebut :
Kompetisi sebentar lagi Kompetisi bergulir, dan kita harus merelakan bahwa Aremania musim ini mempunyai dua tim Arema untuk didukung. Dari 20 ribu lebih anggota FP ini, mungkin sedikit mewakili suara ribuan Aremania diluar sana. Siapakah yang umak dukung pada musim 2011/2012 ini ? (apapun jawabanmu kita tetap Utas Aremania)
-----------------------------------------------------------------------------
Dan dari 4 pilihan jawaban yang disediakan Aremania menjawab :
+ Dukung semuanya apapun Arema-nya 46%
+ Arema ISL  32%
+ Arema IPL  0%
+ Tidak mendukung Arema manapun 0%
-----------------------------------------------------------------------------
Dan ada pula sebagian nawak Aremania menambahkan jawaban sendiri :
+ Salam Satu Jiwa 4%
+ Gw Slalu Dukung Aremania, Ampe pun mati Dukung Arema 18%