DULU MANAJEMEN BUANG RENE ALBERT, SEKARANG SIA-SIAKAN MILO

# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

Arema sekarang selalu identik dengan masalah internal, klo dulu masalah bersumber dari kekurangan dana dan jika sekarang saat dana bukan lagi suatu masalah Arema malah dilanda konflik Internal diantara pengurusnya. Sampai seorang nawak Aremania pernah berujar, "Mending Arema seperti dulu waktu ga punya uang tapi kompak daripada Arema sekarang banyak duit tapi terpecah-pecah."

Dan selain itu manajemen Arema sekarang terlalu mudah menyia-nyia bakat yang bagus, dalam hal ini bakat yang bagus adalah pelatih. Manajemen tak mampu memprtahankan kondisi kondusif di tubuh Arema sehingga membuat bakat-bakat yang bagus menjadi tak nyaman dan pergi. Dulu Arema mempunyai pelatih yang sangat bagus yaitu Robert Rene Albert yang mampu mempersembahkan Gelar Juara Liga Indonesia pertama bagi Arema. Saat itu bukan tanpa kendala Rene Albert menukangi Arema, saat itu terjadi krisis keuangan ditubuh Arema hingga gaji para punggawa Arema sempat tertunda untuk dibayar, bahkan sempat terjadi pemogokkan dari pemain menuntut kejelasan gaji.

Meskipun begitu performa anak2 Arema tetap terjaga walau terjadi gejolak di internal tim. Hingga pada akhirnya Manajemen membuang bakat bagus Rene Albert yang sudah terbukti dengan Gelar Juara Liga, dengan tidak memperpanjang kontraknya. Saat itu Andi Darussalam Tabussala masih menjabat di manajemen Arema, merasa tersinggung karena Rene Albert mendatangi markas PSM Makasar yang tertarik padanya, padahal statusnya masih pelatih Arema, sedangkan nasib kontrak Rene Albert saat itu juga belom jelas, diperpanjang atau tidak. Dan akhirnya Rene Albert meninggalkan Malang ke Makasar setelah semusim menukangi Arema dengan sisa gaji beberapa bulan belom dibayar.

Dan tampaknya kebiasaan lama memang susah dirubah, seolah mengulangi kesalahan yang lalu manajemen merasa sok kuasa dan yang punya uang sehingga ta membutuhkan orang2 yang di anggap ga sejalan sama uangnya dan harus dibuang karena dengan uang semua bisa diganti dengan yang baru. Inilah yang sekarang terjadi kepada Milomir Seslija, bakat bagus baru yang dimiliki Arema. Milo sebagai pelatih Arema yang berlaga di Indonesia Primer League, harus tersingkir karena konflik antara Investor Ancora dan M Nur. Padahal Milo sudah kadung membuat Aremania jatuh cinta, karena 2 kali aksinya memimpin Arema di Gajayana yang berbuah poin penuh, serta karena attitude-nya yang dekat dengan suporter sehingga banyak Aremania yang tak rela Milo digeser oleh Abdurahman Gurning yang sebelumnya hanya asiten Milo.

Mungkin sekarang duit manajemen banyak sehingga merasa tak butuh milo karena bisa membayar pelatih baru yang lebih hebat dari Milo. Bahkan menurut isu yang beredar Milo dan Gurning hanya sementara menukangi Arema karena pada akhirnya mereka akan di gantikan, dan calon pelatih yang sempat beredar ada Antonic Dejan, mantan pelatih timnas Hongkong dan juga Rene Albert. Apa manajemen sudah lupa ketika awal musim, dengan tidak memperpanjang kontrak Miroslav Janu, manajemen sempat mengincar Rene Albert. Bahkan manajemen rela melunasi sisa gaji yang belum dibayar waktu Rene Albert meninggalkan Arema, namun Rene Albert menolak kembali ke Arema. Ini suatu bukti jika pengalaman musim lalu ketika menukangi Arema sangat diingat oleh Mener Albert, sekaligus menandakan jika uang tak bisa selalu bisa membeli bakat yang bagus.

Jika sekarang manajemen merasa tak butuh Milo, dan bisa menggantikan dengan yang lain dengan uangnya, apa ada jaminan akan sesukses Milo hasilnya. Ato akan dibuang dan akhirnya harus memanggil Milo untuk kembali ke Kandang Singa, dan mungkin akan ditolak mentah2 oleh Milo seperti halnya Robert Rene Albert.

#S1J


AKANKAH ALONG CS BAKAL MENYEBRANG KE AREMA ISL ?


BANYAKNYA kabar berita mengenai bakal pindahnya Along CS yakni para pemain Arema yang dilatih Milo dari Arema IPL ke Arema ISL semakin kencang berhembus. Dan memang juga, banyak dari nawak2 Aremania yang juga mengharapkan kepindahan tersebut, salah seorang Aremania beralasan, "Daripada nasib Along CS "disia2kan" manajemen Arema IPL, mending bergabung dengan Arema ISL supaya dapat mendongkrak peforma Arema ISL yang lagi jeblok."

Sinyal2 ketidak cocokan Along CS dengan manajemen IPL tampak jelas ketika laga Arema IPL melawan Persija IPL di Solo, di laga tersebut Along, Ridhuan, Roman dll tidak dimasukkan kedalam line up oleh Gurning sebagai pelatih yang menggusur Milo. Sedangkan nasib Milomir Seslija sendiri juga tak jelas, ada yang mengatakan Milo sudah dipecat, namun ketika laga di Solo Milo dan Dusan pelatih fisik Arema IPL masih tampak dibangku penonton tribun kehormatan begitu juga Along dan pemain yang tak dimasuk line up Gurning.

Sementara pada laga Arema ISL kala dibantai Sriwijaya FC 5-1 kemarin, juga dikabarkan Duo Singapura, Noh Alam Shah dan M Ridhuan hadir dÈ‹ Stadion Kanjuruhan. Bahkan seusai laga keduanya sempat bertemu dengan nawak Aremania, dan juga  Duo Singapura ini melakukan pembicaraan dengan Dirut, Panitia Pelaksana serta Joko Susilo dari pihak Arema ISL. Apakah dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang peluang pindahnya Along CS ke Arema ISL?

Namun dikesempatan yang lain, Media officer Arema IPL, Noor Ramadhan menegaskan bahwa Along masih pemain Arema IPL. "Sampai sekarang Along dkk masih resmi pemain Arema Indonesia. Kalau hanya soal tidak diturunkan saat lawan Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo, itu murni hal pelatih. Tidak benar kalau dikatakan tidak diturunkan karena diputus kontraknya," kata Nunun.

Lain Along, lain juga Roman Chmelo. Jika Along mendatangi langsung pihak Arema ISL, Roman dikabarkan mengirimkan Agennya ke kantor Arema ISL. Sudarmaji sebagai perwakilan Manajemen Arema ISL melalui SMS, membenarkan jika Agen Sepakbola Roman Chmelo telah mendatangi kantor Arema ISL. "Sejauh ini, masih sebatas komunikasi, jika ada peluang untuk gabung maka akan dibahas lebih jauh," tuturnya.


Sebenarnya
tentang adanya keinginan Aremania agar Arema ISL merekrut Along CS dari Arema IPL, ditanggapi dengan positif oleh manajemen Arema ISL. "Manajemen Arema ISL akan mengontrak pemain apabila pemain tersebut bebas dari komitmen kontrak dengan tim lain. Mereka harus pegang surat resmi pemecatan klo mereka dipecat atau pengunduran diri, supayatidak muncul persoalan (Seperti kasus Diego Michiels)," jelas Sudarmaji.

Berkaca dari kasus Diego Michiels yang kini jadi panjang, gara2 Diego memutuskan pindah dari pelita Jaya ke Persija IPL hanya berbekal surat pengunduran diri saja, padahal Pelita belum mengeluarkan surat menyetujui pengunduran diri Diego yang berarti Diego masih resmi pemain Pelita. Namun PSSI malah mengesahkan Diego agar bisa dimainkan saat Persija IPL menjamu Arema IPL di Solo kemarin. Saat ini Pelita Jaya sedang mengupayakan secara hukum dengan menuntut Diego, Persija IPL dan  PSSI.

Dan jika perpindahan ini benar bakal terlaksana, maka sesuai Transfer Matching System (TMS) FIFA opening window adalah tanggal 01 Februari 2012. "Tunggu saja tanggal yang sudah dekat tersebut, jangan sampai kita menjadi violator seperti apa yang sudah dilakukan kemarin, mending tunggu sampai awal bulan" tambahnya. (dari berbgai sumber)

-------------------------------------------------------------------
Jika banyak nawak2 Aremania yang sangat mengharapkan Along CS menyebrang ke Arema ISL, sebelum itu bisa terwujud, pertanyaanya sekarang adalah ?

01. Siapa sajakah pemain Arema IPL yang ikut bakal pindah ke Arema ISL ?
a. Apakah hanya Along dan Ridhuan saja yang bakal pindah?
b. Ato semua Pemain Asing Arema IPL (Along, Ridhuan, Roman, Esteban) yang sempat dipecat manajemen Arema IPL saja?
c. Ato semua Pemain Arema IPL yang dibawah asuhan Milo Plus Pelatih Milo sendiri ?

18 pemain dari Arema IPL Milo : 
Kurnia Meiga, Aji Saka, Alfarizi, Usep Munandar, Leonard Tupamahu, Gunawan Dwi Cahyo, Hermawan, Dendi Santoso, Roni Firmansyah, Noh Alam Shah, M Ridhuan, Musafri, Esteban, Roman dan Sunarto.

02. Siapa sajakah pemain yang bakal dibuang Arema ISL untuk menampung pemain dari Arema IPL ?

03. Klo diliat memang gampang tinggal pindah sana ke sini, namun kenyataanya jika ada yang datang maka harus ada yang dibuang, apalagi jika banyak yang datang bakal banyak yang harus dibuang. Bakal dikemanakan nasib pemain yang membela Arema ISL setelah datangnya Along CS?

04. Apa ada jaminan Along CS bakal mampu beradaptasi di ISL dan bekerjasama dengan pemain Arema ISL sebelumnya dan menjadi berprestasi, klo tidak mampu apa bakal dibuang lagi ?

Banyak hal yang harus dipikirkan demi terwujudnya perpindahan ini tanpa harus berbuntut panjang kemudian hari. Kita tunggu saja bakal kemana ujungnya Opera Van Tewur hanya di AREMA...

Salam Satu Jiwa

UJIAN PERTAMA MILO DAN SKUAD AREMA IPL DIGAJAYANA



SORE NANTI adalah laga perdana Arema IPL melawan PSMS Medan IPL (PSMS Medan juga terpecah ISL dan IPL), di Indonesia Primer league di bawah kendali PT LPIS dan PSSI. Seperti kita ketahui skuad Arema IPL sebagian besar adalah pemain Arema musim lalu ketika berlaga di ISL yang sudah tidak asing bagi pecinta Arema seperti, Along, Roman, Dendi Santoso, Kurnia Meiga dll dan ditambah beberapa pemain baru Gunawan Dwi Cahyo, Hendro Siswanto, Putut Waringin Jati, Jaya Teguh Angga dll. Jika dilihat dari materi pemain, kita sudah mengenal permainan mereka, dan sudah tidak diragukan lagi kualitas, Arema IPL ini bisa dibilang mentereng jika hanya untuk mengikuti kompetisi dengan 13 klub peserta dengan kualitas yang kurang mantap, peluang juara terbuka lebar.

Sementara dikursi pelatih Arema IPL ada Milomir Seslija atau dipanggil akrabnya Milo adalah wajah baru didunia persepakbolaan Indonesia, dan pertama kali melatih klub lokal Indonesia. Sejak pertama kedatangannya, media langsung menyamakan Milo dengan Robert Rene Albert, pelatih yang mampu membawa Arema juara di musim pertamanya melatih di Liga Indonesia. Jika Rene Albert dari Belanda, Milo asalnya dari Bosnia, dan mereka sama2 berpengalaman di Asia Tenggara karena sudah sering melatih di Singapura dan juga Malaysia. Sama2 mengerti bahasa melayu, jika Rene Albert doyan ngucapin Salam satu jiwa, Milo malah lebih jauh lagi dengan berencana belajar bahasa Indonesia. Kemiripan ini juga dalam hal tipikal melatih, yang sama2 menyukai pemain muda, selain itu Milo juga muda beradaptasi di lingkungan baru dan budaya baru seperti di Ngalam.

Pelatih yang sempat menyebut Arema bagai Manchester United ini, banyak memperoleh sanjungan dari anak buahnya di Arema. Musafri bahkan yakin bila Milo bisa membawa Arema kembali jadi juara. Namun semua itu, belumlah membuktikan kualitas melatihnya hingga anak2 Arema IPL bisa berprestasi dilaga sebenarnya di kompetisi yang sebenarnya. Tercatat skuad Arema IPL baru dua kali melakukan ujicoba dengan tim Selevel, Pertama kalah dari persema 2-1 saat ujicoba di lapangan kecil Agrowisata Batu, saat itu hujan lebat sekali dan permainan berlangsung keras. Kedua ujicoba di Papua dengan menang telak 3-0 atas PSM Makasar, inilah yang sempat dijanjikan oleh Siti nurjanah bahwa Arema yang sekarang berbeda.

Kebalikan dengan Arema IPL, PSMS Medan adalah tim yang hampir semua kekuatannya adalah baru. Karena skuad PSMS Medan yang sudah lama dipersiapkan, dan berisi pemain lama dan nama2 yang sudah dikenal di Indonesia memutuskan berlaga di kmpetisi ISL, maka dibentuklah PSMS Medan yang berlaga di IPL dengan men yeleksi pemain2 baru dengan persiapan yang singkat cukup dua minggu. Dan hasilnya pun Ayam kinantan  dua kali tumbang secara beruntun saat bermain di kandangnya, di stadion Taladan Medan. Kalah  1-2 dari Persebaya 1927  dan 1-3 dari Persija 1928 .

Namun saat ini kekuatan Medan cukup berbeda dengan kelarnya ITC (International Transfer Certificate) dua pemaing Asingnya stopper Vagner Luis de Oliveira Marins (Brasil) dan striker Julio Cesar Alcorse (Argentina). Selain itu, pelatih baru juga bakal menemani anak2 Medan saat dijamu Arema nanti, dia adalah Fabio Lopez, pelatih berkebangsaan Italia,  Lopez sempat menjadi pemandu bakat untuk tim Serie A Atalanta dan Fiorentina. Namun Fabio sendiri baru bergabung kurang dari 2 hari dengan PSMS medan, dan kemungkinan ga akan bisa berbuat banyak.

Melihat perbedaan materi Antara Arema IPL dan PSMS Medan IPL, seharusnya ini bisa menjadi ujian yang mudah bagi Milo dan Kurnia Meiga dkk menujukkan kualitas sebenarnya dari Arema, apalagi main di Gajayana dikandang sendiri. Bakal kita liat sore ini, apakah racikan Milo sehebat sanjungan kepadanya selama ini, apakah Milo sehebat Rene Albert yang sering disamakan dengan dirinya. Kita liat saja. 

Salam Satu Jiwa

PEMBUKTIAN JARGON RISE TO FIGHT


AREMA ISL RISE TO FIGHT
BERTANDANG  ke markas Persiba Beruang Madu Balikpapan musim ini ga akan semudah musim2 sebelumnya, bahkan untuk 1 poin rasanya harus butuh perjuangan ekstra keras dari anak2 Singo Edan ISL ini. Persiba tampil impresif pada laga perdananya saat melawat di kandang Persipura, dengan duo pemain Jepangnya mampu mengejutkan warga Jayapura dengan menahan Persipura dikandangnya, itu adalah hal yang jarang bisa dilakukan tim lain musim lalu. Apalagi hasil 3-3 itu ditentukan di saat2 terakhir, gol Kenji benar2 kejutan dilaga pembuka Indonesia Super League itu.

Walaupun sempet kalah dari Persidafon juga di Papua, Persiba melihat kekalahan itu akibat kekurangan jelian dari sang pengadil lapangan hijau alias wasit. Selebihnya, Persiba adalah tim dengan materi bagus, dengan nama2 seperti Aldo Barreto, Ahmad Sembiring juga duo Jepang Kenji Adachihara dan Matsunaga Shohei. Selain itu Persiba punya faktor penentu hasil seri atas Persipura yaitu  I Made Wirawan  penjaga  gawang  ini yang sedang bagus2nya musim ini hingga sempat dipanggil ke timnas.

Berbeda dengan balikpapan yang mempunyai bekal 1 poin dari tour Papuanya, Arema ISL yang di asuh Wolfgang Pikal ini justru belum menemukan kepaduan antar pemain, yang hasilnya harus kalah dikandang pada laga perdana lawan tim medioker sekelas Persela Lamongan. Bahkan Arema ISL harus kehilangan kiper paling  potensialnya Dian Agus karena patah tulang kering  saat laga perdana kemarin di kanjuruhan dan harus digantikan kiper nomer dua Rudin Ardiansyah. 

Arema ISL adalah tim dengan persiapan paling kurang daripada tim lain di ISL, jika tim lain  minimal sudah terbentuk sejak satu bulan sebelumnya dan melakukan ujicoba dengan tim selevel maka Arema ISL jauh dari itu. Hanya 9 hari persiapan termasuk menyeleksi pemain, itu yang dipunya Arema ISL sebelum melawan Lamongan di Kanjuruhan kemarin. Dan hasilnya seperti kita liat kemarin, nama2 seperti Hesket, Seme, Souza, Khusnul Yuli dll yang baru disatukan dalam satu tim tampak bermain masih kaku. Walaupun mendominasi permainan Arema tak mampu memenangkan laga tersebut.

Inilah tugas berat bagi Pikal, mantan Asisten Alfred Rield di Timnas AFF ini, dengan persiapan yang singkat dan materi pemain bisa dibilang biasa2 saja, untuk  mencuri poin di Balikpapan dan membuat Aremania kembali ceria setelah kekelahan kemarin. Inilah ajang pembuktian jargon RISE TO FIGHT, apakah Arema mampu bangkit di laga kedua dan memberi perlawanan seperti Arema sejati dan membuat Aremania bangga.Apakah Pikal sudah menemukan kunci yang membuat Arema ISL tampil lebih baik dari kemarin, kita liat saja petang ini.

RISE AND FIGHT - Bangkit dan Bertarunglah
FOR FLAG AND PRIDE - Untuk Bendera dan Harga Diri
AREMA - Arema
Salam Satu Jiwa

GAME IS ON, AREMA IPL - AREMA ISL MUSIM 2011/2012



MUSIM INI Aremania seolah dipaksa untuk memilih, akibat terpecahnya klub kesayangan Aremania yakni Arema menjadi dua. Saat ini beredar dua nama Arema yang masing2 mengikuti dua kompetisi yang berbeda. Ada banyak nama yang diberikan untuk dua Arema ini, yang pertama ada yang menyebutnya sebagai Arema IPL alias Arema Tidar alias Arema M Nur, dan yang kedua disebut  sebagai Arema ISL alias Arema Sultan Agung alias Arema Rendra.

Begitu banyak opini dari Nawak Aremania mengenai perpecahan Arema ini, ada yang mendukung salah satu kubu, ada yang memilih netral, ada pula yang menyayangkan perpecahan ini. Sebagian Aremania bahkan terang2an mengungkapkap ketidak sukaannya terhadap salah satu kubu, ada juga Aremania yang juga menjelekkan komposisi pemain kubu Arema yang lainnya, ada juga yang bingung dan menanyakan salah satu mantan pemain Arema yang bahkan tidak ada di dua Arema tersebut, dan ada pula yang tetap setia dan mengatakan Arema adalah Utas.

Ditengah banyaknya opini dukung mendukung yang beredar di luar sana, kali ini Ayas tidak akan menulis untuk mengajak Nawak2 semua untuk mendukung salah satu kubu Arema, tapi Ayas mencoba berandai2, dan melihat perpecahan ini dari sisi positifnya. Jika berharap Arema akan bersatu dalam satu bendera dan satu kompetisi kayanya ga mungkin, maka bagaimana jika kita berandai2 bagaimana jika musim ini kedua Arema berhasil menjadi juara di dua kompetisi dan menguasai dunia sepakbola Indonesia, bisa disebut sebagai Double Winner Duo Arema. Jadi tinggal mengadu kedua Arema untuk menentukan Arema mana yang terbaik dalam Derby Super Arema. 

Skuad Arema IPL saat acara lanching beberapa waktu yang lalu. (foto/wearemania.net)
IPL
Jika melihat komposisi pemain dan rival2 di kompetisi masing2 untuk menjadi juara atau sekedar bertengger di papan atas klasemen, tampaknya Arema IPL lebih berpeluang daripada Arema ISL. Dilihat di IPLnya PSSI yang hanya diikuti oleh 13 klub, dan kebanyakan diisi tim ga jelas, seperti PSMS Medan IPL yang dadakan atau Sriwijaya FC yang dihuni pemain junior U-21 tampaknya bakal mempermudah skuad Arema IPL yang mayoritas dihuni pemain lawas Arema era juara ISL. Dengan komposisi pemain yang tak banyak berubah, hanya penambahan di beberapa lini, serta persiapan yang lumayan lama, Arema IPL sangat mungkin untuk bersaing di IPL.

 Nama2 seperti Along, Ridhuan, Chmello, Guillen, Meiga, Dendi dll yang sudah lama bermain bersama menambah solid kekuatannya Arema IPL. Penghalang mereka hanya konflik internal yang baru2 ini terjadi ketika M Nur membajak seluruh awak Arema dari Ikul, dan membuat beberapa pilar memutuskan hengkang dari Arema IPL karena situasi yang nyaman dan kondusif tak tercapai. Semoga saja hal ini ga banyak berpengaruh saat kompetisi dimulai, dan ga bakal terjadi konflik lagi.

Praktis di IPL kekuatan besar hanya Semen Padang yang dihuni pemain tetapnya seperti musim ISL kemarin, apalagi dengan kemenangannya atas Persema 6-1 sungguh menggambarkan kekuatan Semen Padang di IPL. Sedangkan untuk nama Persija IPL dan Persebaya 1927, PSM Makasar, Persibo tim ex LPI yang kualitasnya belum teruji benar, tim dengan berbagai pelatih baru, banyak pemain baru juga membuat kualitasnya kemungkinan tak jauh dari Arema IPL. Arema IPL hanya mencatat kemenangan menyakinkan saat ujicoba di Papua saat menyikat PSM Makasar 3-0, selebihnya kekuatan Arema IPL masih misteri, apalagi dengan Pelatih Milomir Seilja yang belom terbukti kepiawaiannya menukangi Along dkk, karena pernah kalah 2-0 dari Persema saat ujicoba di Agro.
Skuad Arema ISL yang baru di soft launching kemarin. (aremafc.com)
 ISL
Sedangkan buat Arema ISL jalan lebih berat bakal ditempuh, selain pesertanya lebih banyak yaitu 18 klub, juga rival2nya lebih berat dan lebih siap menanti. Tim Arema ISL yang baru dibentuk, mempunyai sedikit waktu untuk persiapannya. Bermaterikan pemain yang seluruhnya baru, didominasi pemain kelas 2 (pemain2 yang tak dipilih klub lain), pemain gaek diatas umur 30 tahun, tanpa ada nama bintang dan pemain timnas. Bermaterikan Charis, Hesketh, Dian Agus, Khusnul Yuli, Souza, Beni Kristian dll membuat sebagian Aremania menyangsikan kiprah Arema ISL di musim ini. 

Di ISL masih ada Persipura yang ga banyak perubahan di komposisi pemainnya merupakan masih rival nomer satu yang ingin dikalahkan semua klub ISL. Dan ada kekuatan2 lama seperti Sriwijaya FC dengan pemain barunya seperti Hilton, Siswanto, dll juga Persib dengan Zulkifli, dan pemain ex Persija-nya adalah kekuatan lama yang patut diwaspadai. Terus ada kekuatan2 baru seperti Mitra Kukar, Persisam, Persiba. Para klub2 kaya dari Kalimantan Timur yang banyak  membuang duitnya dengan membeli bintang2 baru seperti Bustomi, Gonzales dll. Serta ada Persija yang tereduksi kekuatannya oleh masalah dualisme seperti halnya Arema, dan juga ada Deltras yang sekarang lebih ke rasa Arema dengan Beni Wahyudi, Purwaka, Revi, dll. Satu yang membedakan tim2 ISL lainnya dengan Arema ISL adalah mereka dipersiapkan lebih lama.

Namun ada satu nama yang membawa harapan di Arema ISL, nama yang sangat familiar walau minim pengalaman dalam menukangi Tim profesional seperti Arema, nama tersebut adalah Woflgang Pikal. Mantan asisten Alfred Rield ini membawa harapan baru bagi sebagian Aremania, dan banyak yang berharap sentuhan seperti timnas piala AFF dapat ditularkan ke Arema ISL musim ini. Semoga saja kedua Arema dapat berkiprah dengan baik di dua Liga dan membanggakan kita Aremania dan bukan menjadi sekedar pelengkap suatu kompetisi saja. Kompetisi musim ini telah dmulain, Game is On, selamat Berjuang Arema-Aremania.

Salam Satu Jiwa