DUEL KREATIFITAS JAK DAN AREMANIA DI SOLO


# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012  

#Duel kreatifitas, itulah yang digembar-gemborkan di dunia maya oleh kalangan Aremania dan Jakmania tentang laga hari Minggu 6 Mei 2012 nanti. Laga yang mempertemukan Persija sebagai tuan rumah menjamu Arema, yang terpaksa harus pindah ke Solo karena tak keluarnya ijin dari pihak Kepolisian. Dimanapun Persija berlaga, The Jakmania selalu mengikutinya, begitu juga dengan Arema, dimanapun tandingnya Aremania akan selalu ada. Satu tim Ibukota yang butuh kemenangan demi bersaing di papan atas dan satu tim yakni Arema yang membutuhkan kemenangan demi menaikkan derajatnya menjauh dari zona degradasi, untuk itu pendukung kedua kesebelasan bakal memberikan dukungan maksimal pada laga di Solo nanti selain untuk bereuni dengan saudara jauh.

Sebagai salah satu kekuatan besar dari 4 kutub suporter Indonesia, dua komunitas suporter yang memang sudah dikenal berhubungan baik ini, dipredikisi bakal memobilisasi ribuan massa Oranye dari barat dan ribuan massa Biru dari timur yang bakal menumpuk di Solo, tepatnya di Stadion Manahan mengikuti tim kesayangan mereka. Karena jarak antara Jakarta dan Solo lebih jauh daripada jarak Malang Solo, diprediksi jumlah Aremania bakal lebih dominan dari pada The Jak sendiri yang menjadi tuan rumah. 
Spanduk "Saudara Sampai Mati!!!" oleh Aremania Zona Ayahab Surabaya dan SurabaJak saat laga Arema vs Persija putaran pertama lalu
Ribuan Jakmania bakal menyerbu Solo dari basisnya Jabotabek, sedangkan Aremania bakal ngluruk Manahan selain dari Ngalam juga bakal datang dari berbagai daerah. Tercatat beberapa kelompok Aremania dari berbagai daerah siap berpartisipai dalam even #TourSolo musim ini, Aremania Zona Ayahab dari Ayabarus dan sekitarnya, Aremania Jalur Gaza dari Pandaan, Pasuruhan dan sekitarnya, Aremania Gresik, Aremania Madiun yang tergabung dalam Aremania Plat AE, Aremania Batavia berserta Aremania dari Jabotabek dan terutama Aremania yang ada di daerah Jawa Tengah yang dekat dengan Solo seperti Aremania Jogja, Semarang, Klaten dll bakal ikut meramaikan dan membirukan Stadion kebanggan Pasoepati.

Sedangkan dari Ngalam sendiri rencana #TourSolo #BirukanManahan sudah dirancang oleh nawak2 Aremania sejak jauh2 hari, bahkan sebelum laga Arema di Pekanbaru. Ribuan Aremania dari penjuru Ngalam Raya berpartisipasi bakal menyerbu Solo via darat dengan berbagai moda transportasi baik trasportasi umum maupun pribadi. Dimulai dari Kereta Ekonomi andalan Arema Kera Ngalam, Matarmaja bakal mengangkut ribuan Aremania melintasi wilayah Persikmania menuju stasiun Jebres Solo, dan juga diperkirakan bakal ada 30-an lebih armada Bus, juga 50-an lebih kendaaran pribadi yakni Libom, dan bakal diringi puluhan Adapes Rotom yang bakal berkonvoi melalui jalur selatan menuju Kotanya Jokowi.

Momen ini mengingatkan Ayas pada 2 tahun lalu tepatnya tanggal, 30 Mei 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itulah puncak kejayaan Arema, setelah memastikan gelar penguasa Liga Indonesia di Pekanbaru, seakan2 laga penutup antara Persija vs Arema kala itu sebagai ajang pestanya Arema. 50 ribuan Arema Kera Ngalam dan Aremania membanjiri Senayan dari penjuru Nusantara, dari bali, dari Borneo, Sumatra dll. Saat itulah indonesia melihat kekuatan kedua komunitas suporter ini, tampak Senayan terbelah dengan lautan Biru dan Oranye. Saling bernyanyi, saling bergoyang, dengan jumlah massa yang begitu banyaknya walupun tuan rumah Persija harus kalah 1-5 oleh Arema, semua penonton dapat pulang dengan tenang dan wajah penuh senyum karena sudah bertemu Saudara.

Maskot Singa dan Harimau sebagai simbol persaudaraan Aremania dan Jakmania saat di Senayan 30 Mei 2010 lalu
Mungkin Minggu nanti ga bakal sebesar waktu di Senayan kala itu, tapi dapat dipastikan selain adu permainan di lapangan dari tim yang sama2 membutuhkan kemenangan, adu kreatifitas dalam memberi dukungan bakal terjadi di tribun penonton. Aremania sebagai barometer suporter Indonesia yang slalu ditiru, The Jak yang dikenal militan, Perang nyanyian, perang koreografi, perang big flag, perang flare hingga perang spanduk tak bisa dihindarkan oleh kedua komunitas suporter ini. Dan tak ketinggalan Pasoepati sebagai yang punya stadion dipastikan bakal hadir memeriahkan suasana dan menambah erat jalinan persauaraan antar Aremania, Jak dan Pasoepati. 

Semoga kemenangan di Senayan 2 tahun lagi dapat terulang lagi di Manahan meskipun berat. #BangkitAREMA!  #BirukanMANAHAN!

Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA
FOR ONE INDONESIA-

Salam Satu Jiwa



#PROFESIONAL90MENIT



#profesional90menit, intine sih suporter yo kudu osi profesional, ga mek pemain thok.. :). Iki soale Ayas risih krungu lagu "bonek jancok, viking anjing", padahal sing dilawan guduk Persebaya / Persib. Opo maneh pas laga lawan Persija, ono lagu "Persija Arema kita sodara", otomatis pemain Persija kadit terintimidasi. Sejujurnya Ayas kangen lagu-lagu Aremania mbiyen, koyo' "keras...keras, Arema keras!", iku wes jarang krungu saiki.  Aremania saiki lebih sering nyanyi "bonek jancok, viking anjing", pertanyaan-e ono bonek/viking ndek stadion a?

Misale laga vs Persebaya / vs Persib gapopo sih.. Lha lek sing niam pas vs Persija / vs Deltras? Neror sopo rek? Ayas rikip pemain-e Persija, Deltras, dll. gak bakal tertekan lek lagune "bonek jancok, viking anjing". Malah ono kemungkinan Arif Ariyanto (Arema #9) sing bakal merasa tertekan, mengingat pemain iku dibesarkan Persebaya. Sementara pemain tim lawan yo santai ae, lha sing diteror ambek Aremania iku Bon-Vik, guduk pemain/klub sing lagi niam.

Padahal ndek Gajayana biyen, sing diteror Aremania iku pemain & tim lawan sing niam ndek lapangan, guduk suporter lho. Ayas eling, mbiyen pas lawan Persija, lagu-lagu koyo' "Persijancok dibunuh saja" mesti terdengar teko' seluruh tribun. Kamsud-e ayas iki guduk ngadu Aremania ambek Jakmania lho yo, eling sing diteror iku klub lawan, guduk suporter lawan. Cekno Kanjuruhan dadi "neraka" gae lawan. Koyo Gajayana biyen. Arema jago kandang soale ono Aremania sing ngrewangi.

Teror Aremania iku efektif gae menjatuhkan mental pemain lawan, mirip Arema vs Persib wingi, Marcio nganti g iso opo2. Lha lek lawane guduk Persebaya/Persib, nyanyine sek "bonek jancok, viking anjing", yo ga ono sing terintimidasi rek. Lagu motivasi gae Arema yo wis jarang krungu, paling2 lagu "salam satu jiwa" thok sing sering dinyanyi'no ndek tribun. Padahal, biyen Aremania wani ngarani pemain-e sing niam elek, conto-e lagu "Kuncoro licik..Kuncoro licik." Pemain Arema sing di-ilokno ambek Aremania bakal termotivasi gae main apik, bakal isin di-ilokno Aremania sak stadion.Makane biyen ono istilah "lek ga kuat mental ditekan Aremania, ga bakal cocok main ndek Arema."

Lagu motivasi biyen yo ono "ebes...ebes", tujuane nipu pemain Arema cekno dikiro ono Ebes Sugiyono ndek tribun. Gara2 lagu iku, pemain Arema dadi trengginas, soale "wani kelangan sikil timbangane kelangan rai ndek ngarepe ebes." Terus lagu "keras..keras, Arema keras" iku yo osi ngangkat motivasi pemain cekno niam keras, permainan khas arek Malang. Sing paling jarang yo lagu2 neror tim lawan, opo maneh lek lawane Persija/Deltras, ga ono lagu neror pemain 2 tim iku. Pas Arema vs Persija, Aremania & Jakmania nyanyi "bonek jancok, viking anjing". Padahal ga ono Bon-Vik ndek stadion.  Siapapun yg di atas lapangan hijau = MUSUH | Saudara hanya utk yg di TRIBUN !! 

Seng sering lagu gembel2 ganok penyemangate blas, jare pemain yo ngono. Terus opo gunae dadi suporter lek ga berusaha menaikkan mental pemain tim kesayangan & menjatuhkan mental pemain lawan. Ga usah dinyanyi'no lho asu-asu iku yo wes eruh.. Opo maneh TV mesti nyensor, guwak2 tenogo ae. Kabeh Aremania = Anti Kenob.Tp percuma lek di pisuhi dek stadion.Mending lek ketemu langsung dilokopae.

Masio seduluran, ayas rikip dlm 90 mnt posisi-ne dadi musuh, profesional membela tim-e dewe & mengintimidasi tim lawan. Ga ono sungkan, pakewuh, or rasa ga enak. Di luar 90 menit posisi seduluran, tapi di dalam 90 menit, posisi dadi musuh. Persija, Bambang Pamungkas, Rahmat Affandi, dll kudu dadi cercaan Aremania sesuk tanggal 6 Mei ndek Manahan. Jakmania, selama 90 menit pada 6 Mei 2012 ndek njero Manahan iku lawan rek, tapi ndek njobo stadion tetep sedulur. Moso' ga ngregani perjuangan pemain Arema sing berusaha profesional ndek lapangan, mereka berjuang rek, ayo direwangi! 

Mbiyen pas team lawan ublem kandang singo pelatih2 e musuh pst ngomong "jangan biarkan aremania bernyanyi" iki bukti lek aremania di segani. Aremania dewe sing osi, mari belajar bareng dadi suporter #profesional90menit, saling mengingatkan. Opo ga wedi pemain lawan lek Aremania nyanyi "moleh tawur" / "ga iso moleh", or BePe disoraki "BePe memble." Suporter dewasa pasti akan menanggapi dengan sportif, tapi setidaknya mari kita hilangkan kebiasaan misuhi Bon-Vik yg g ada di tribun. Suporter dewasa itu bisa menempatkan posisinya , kalo masih bolo-boloan ya suporter. Nah, lebih baik bersaing dalam kreatifitas & pmbuatan rekor. Masio dulur, misuhi gawe ngerusak mental pemain lawan gakpopo. Nang lapangan lawan, nang tribun kawan.

Seme & Njanka sing sepupuan ae lho osi fight 90 menit, suporter kudune yo iso. Pemain ae lho #profesional90menit, mosok suporter kadit osi? Lek kadit osi, yo bersorak'o "Arema Persija kita sodara" pas Arema kebobolan. R. Affandi ga bakal sungkan ate njebol gawang-e Meiga, mosok koen sik sungkan ngilokno Persija sing lagi dilawan Arema? Seme ae lho ga sungkan njegal BePe ndek lapangan, mosok koen ga pengen ngrewangi Seme gae menjatuhkan mental-e BePe? Lek sesuk sik nyanyi "bonek jancok, viking anjing", podo ae ngrewangi Persija. Kan Persib-Persebaya musuh Persija. Sing suporter ababil iku kudu dielingno, diajari dadi suporter sing reneb. Biyen awak dewe osi berubah kok, moso' saiki kadit osi.

#profesional90menit iku vs Persebaya nyanyi "bonek jancok", vs Detras nyanyi "deltras jancok", vs Persija nyanyi "persijancok", dll. 
#profesional90menit iku ciri suporter dewasa: osi memposisikan diri sesuai tempatnya, masio seduluran, yo selama 90 menit iku dadi lawan.
#profesional90menit iku rivalitas berbalut sportivitas, ga ono boloan ambek suporter tim lawan, kabeh support (dukung) tim-e dhewe-dhewe.
#profesional90menit iku neror tim sing niam lawan Arema, guduk suporter/klub rival sing antah berantah ga jelas posisine ndek stadion..
#profesional90menit iku dukung Arema untuk memotivasi pemain, guduk misuhi klub/suporter ibukota jatim & ibukota jabar..
#profesional90menit iku ngajari Aremania licek cekno terbiasa neror tim lawan, sekaligus kadit melestarikan permusuhan ambek kenob/viking..
#profesional90menit iku ngajari Aremania licek cekno eruh, tim endi sing didukung. Cekno werno syal-e ttp biru, ga biru-orange/biru-merah..
#profesional90menit iku ngajari Aremania licek cekno bener-bener dadi Aremania, sing dukung Arema 100%, tanpa memusuhi yg lain.. Sportif!
#profesional90menit iku berpotensi menghilangkan dua kutub suporter, sekaligus melestarikan sikap "musuhmu bukanlah musuhku".. Sportif!

Ayo rek, #profesional90menit di dalam stadion adalah musuh, di luar stadion tetap saudara.. Aremania ada untuk Arema! Salam satu jiwa!

*(Tulisan dirangkum dari postingan dan timeline  :  https://twitter.com/#!/Anarki_87)

Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012
"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA

FOR ONE INDONESIA-
Salam Satu Jiwa

BAGAIMANA REPUTASI AREMANIA DIBANGUN DI SENAYAN TAHUN 2000

Ditulis oleh :  Sam Zery 


# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

Sebuah cerita dari nawak Aremania lawas, tentang pengalamannya dukung Arema di Senayan, pada babak 8 besar Liga Indonesia tahun 2000. Ini jaman2 kejayaan Pacho-Juan Rubio dan Araya, juga jaman2 Aremania dikenal sebagai pelopor suporter kreatif dan atraktif. Semoga dapat memberikan inspirasi dan membangkitkan nawak2, untuk kembali memenuhi stadion.
 
Sekedar berbagi cerita Ker__wow maseh segar dalam ingatan, saat itu aku masih klas 2 atau 3 sma. Berangkat menggunakan kereta ekonomi Mataremaja yg penuh sesak, konon kereta ini gratis Aremania ini di sumbang oleh Tinton Suprapto (pengusaha/promotor olahrga otomotif nasional).

Aremania di tampung oleh sam Anton Baret di gelor bulungan, tapi banyak Aremania yang tercecer di segala penjuru jakarta. Akupun tidur tak tentu tempat, hari ini di tribun kolam renang, besok di depan gerbang stadion senayan besoknya entah dimana lagi yang jelas mbambong selama 1 minggu di kompleks senayan. Saat itu pertandingan digelar 2 hari sekali sehingga sangat nanggung Aremania pulang sebelum semua laga usai.


Pertandingan pertama di gelar AREMA VS PERSIJA, Aremania mengejutkan pihak panpel. diluar dugaan sekitar 8-10rbu Aremania memadati stadion dan mengalahkan Jakmania yang mungkin hanya separo atau 3/4 Aremania. Sang dirijen Sam Yuli dan Sam kepet naik atap bus yang dibawa masuk stadion agar bisa mengkomando semua aremania. Sebelum pertandingan dimulai Aremania seperti biasa bergemuruh bernyanyi dan menari tiba2 suara dari Mic. Sam Ovan Tobing menyapa "Aremania sudah makan belum?" kemudian dijawab oleh Aremania "Belum" dalam pikiran semua Aremania "gak mangan gak popo seng penting iso nontok AREMA."


Arema lolos 8 besar satu grup bersama Persija, Pelita Solo & Persikota. Pertandingan digelar 2 har Pertandingan pertama Arema mengejutkan dengan mengalahkan Persija 2-1, Bermain imbang 1-1 dengan Persikota, dan pada pertandingan terakhir ketika hanya butuh imbang saja untuk memastikan lolos kelangkah selanjutnya. Tiba2 dibantai 3-0 oleh Pelita Solo tim juru kunci. Kejadian ini mematik pertanyaan luar biasa oleh para Aremania saat itu. sehingga munculah isu tentang pengusaha kafe Hore2 sampai tempat nongkrongnya para petinggi Tim tertentu di situ. Tak kalah panas sebuah ungkapan bernada kecewa saat itu "AREMA pulang bawa Uang AREMANIA pulang bawa Utang".


Pulang dari Jakarta dengan perasaan Galau karena Arema tersingkir dengan penuh Pertanyaan Aremania langsung melakukan demo. aku scra pribadi Lebih galau lagi bahwa Bendera AREMAku yang bergambar seekor Singa menggeliat dari hasil patungan bersama seorang saudara hilang di senayan.


Setelah pertandingan pertama selesai sedikit ada gesekan kecil dengan Jakmania tetapi kemudian Netral dengan bernyanyi dan menari bersama___ Keluar stadion terlihat muka bahagia krn arema nganem lawan persija, tapi bisa dilihat muka semua nawak Aremania lapar & Dahaga. Meski kompleks senayan dipenuhi dengan PKL tidak ada aksi penjarahan. Hingga saat Truk aparat TNI akan meninggalkan stadion tiba2 nasi bungkus yg sebenarnya jatah aparat itu dibagikan oleh TNI langsung ke kelompok Aremania. hal ini memperlihatkan simpatinya pihak aparat pada aremania yang santun. kontan saja Aremania makan gratis dan berbagi dengan aremania lainya. Tak kalah dengan aparat ada juga PKL yang sengaja membagian daganganya pada Aremania.

Percaya atau tidak saat pertandingan belum dimulai disudut lain tiba2 muncul spanduk bertuliskan "BONEK 2000", mungkin kalau nawak2 pernah lihat Pon 2000 di Gelora Delta spanduk ini pernah nongol. Kontan spanduk ini diamankan oleh Pentolan Aremania. Dan juga percaya atau tidak saat pulang kemalang banyak nawak2 dari Pasuruan juga kediri yang ikut mendukung AREMA jadi sebenarnya mereka itu dulu saudara kita.

Bagi ayas pertandingan ini bukan pertandingan biasa tapi ini adalah sejarah. Sejarah Bagi Aremania untuk menampilkan wajah baru suporter Indonesia. Di Senayan Inilah Poin saat AREMANIA mulai di kenal publik sehingga kejadian lainya adalah diangkat dalam sebuah surat kabar. BOLA menulis Headline yang berjudul "KADIT ITRENG KERA NGALAM" (bisa dilihat copynya di http://groups.yahoo.com/group/arema-l/message/1214) isinya liputan tentang atraktif dan suportifnya suporter AREMANIA dan fenomenanya dilapanganya. Tulisan ini dibuat oleh SIGIT NUGROHO, sedang JAWA POS mengangkat Hedline dengan Judul "EUFORIA".
Dan sedikit tambahan saat itulah lagu "wajib" AREMANIA yaitu PADAMU NEGRI didengar dan disaksikan langsung oleh ketum PSSI Agum Gumelar. Hal ini membuat Agum terharu dan menobatkan AREMANIA sebagai suporter terbaik di kala itu (tahun 2000) tak sampai di situ bahkan Pak Agum mengundang Yuli sumpil untuk bertemu dengan seluruh Manager Tim sepakbola Indonesia guna memberikan penjelasan bagaimana AREMANIA mengubah paradigma suporter Indonesia. Tiidak hanya bgmna soprtif dan atraktif tapi juga bagaimana AREMANIA mempunyai kesadaran penuh untuk membeli tiket saat Tim Idola bertanding.

Pesan pribadi ayas adalah Kita AREMANIA telah tampil ke publik Indonesia sebagai Pelopor/Pioner Suporter yang Atraktif, Kreatif dan Anti Anarkis saatnya kita membuang RASIS dari Kanjuruhan. Jangan ada lagi kata "Jancok, Anjing, atau diBunuh saja". Kita telah menanam baik dengan prilaku seperti itu maka jangan sampai berbuah buruk dengan bernyanyi Rasis.  
 
Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA
FOR ONE INDONESIA-

Salam Satu Jiwa

BELIEVE


BELIEVE, (percaya) apakah Umak masih punya itu? Setelah berkali-kali Arema babak belur tak mampu menang  dilaga yang dilakoninya. Apakaah Umak masih percaya padanya? 

Dipenghujung putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia, Arema bagai babak belur setelah 5 pertandingan terakhir Arema harus menderita kekalahan. Terutama di pentas Champion Asia, dimana Arema menjadi pesakitan dengan menjadi juru kunci di Grup G dan gagal melalu ke babak berikutnya. Di Champions Asia, Arema sulit bersaing melawan jawara-jawara Asia Timur, Seperti  Cerezo Osaka Jawara J-League, Jeonbuk Hyundai Motors jawarah K-League dan Shanong Luneng Taishen Jawara China Super League. Arema hanya mengumplkan 1 poin hasil dari sekali imbang di Kanjuruhan ketika menjamu Shandong.

Kondisi Arema benar-benar compang camping, selain gagal di Champion Asia dan Arema juga sulit bersaing mengejar perolehan poin Persipura untuk mempertahankan gelar Jawara  Indonesia Super League. Sementara rival-rival Arema terus mendongkel posisi Arema, sehingga di ISL Arema turun menjasi peringkat 5 klasemen sementara. Arema terpaut 10 poin dari pemuncak klasemen Persipura yang mempunyai poin 47. Dan berturut-turut dibawahnya ada Semen Padang dengan 42 poin, Persija dengan 40 poin, Persisam dengan 39 poin dan Arema hanya mengumpulkan 37 poin.

Klasemen Sementata dan 5 Pertandingan Terakhir Arema
 Sedangkan Piala Indonesia, yang diharapkan Arema bias bersaing untuk meraih gelar sebagai hiburan karena gagal di Asia dan liga domestik  malah batal di gelar menyusul berlarut-larutnya kisruh di PSSI. Kondisi Arema diperparah dengan masalah klasik yang tak kunjung menemukan solusi, yaitu masalah finansial. Gaji pemain yang telat dibayar, berulang- ulang terjadi, segala upaya dan aksi dilakukan dari mogok main, rapat-rapat hingga janji-janji manajemen tak membuat masalah ini beres begitu saja. Hal ini membuat suasana ga kondusif di tubuh Arema, sehingga berimbas ke permainan skuad Singo Edan di lapangan. Pertandingan yang diprediksi Arema bakal mampu berbuat lebih banyak, malah hasilnya adalah kebalikannya, seperti Arema harus takluk di Karawang dan Padang.

Dan klimaks dari segala hal yang dialami Arema adalah angkat tanggan/menyerahnya manajemen dalam mengelola Arema dan memutuskan untuk menjual/melelang Arema kepada investor baru. Saat ini Arema memiliki utang sebesar Rp 5,6 miliar. Selain itu, Arema juga butuh dana untuk biaya operasional untuk menuntaskan kompetisi LSI yang belum selesai. Hal itu diperkirakan membutuhkan dana senilai Rp 10 miliar. Bahkan sebelum wacana lelang Arema mencuat, para pemain Arema dah merasa diabaikan (tanda-tanda manajemen mulai angkat tangan) pihak pengurus dan juga Aremania. Ketika itu Arema menjamu Cerezo di Kanjuruhan, namun ga ada perwakilan pengurus yang mendampingi Arema pada pertandingan itu,  hanya sekitar 1700-an Aremania yang hadir member dukungan beradu dengan 1300-an pendukung Cerezo yang mayoritas pekerja Pabrik Yanmar di Indonesia.  Janu sendiri setelah pertandingan mengungkapkan kekecewaanya, dan merasa seperti main dikandang lawan. "Kita semua berharap bisa bermain maksimal, tapi kita kayak main di kandang lawan, coba lihat Pengurus Arema tidak datang, Aremania sedikit. Kita bermain untuk siapa?" keluh Janu waktu itu.

Saat ini, Arema membutuhkan segala bantuan yang ada, dari bantuan materi sampe bantuan moral. Arema perlu dorongan semangat untuk membuat Sang Singa Gila kembali garang di lapangan hijau. Dan yang hanya Aremania lah satu-satunya yang bias melakukannya, karena untuk itulah Aremania ada. Mendukung dengan nyanyian, aksi dan tiketnya disaat-saat yang terburuk hingga saat yang paling buruk seperti saat ini. Sisa 5 pertandingan lagi yang harus dijalani oleh anak-anak Singa dari Malang. Dari 5 pertandingan yang tersisa, 4 diantaranya Arema bakal main dikandang. Disinilah saatnya, kehadiran Aremania bakal sangat berarti bagi Along dan kawan-kawan. 

Djadwal Pertandingan Arema Berikutnya
Sementara lelang belum menujukkan perkembangan berarti, wacana pembentukan konsorsium pengusaha se-Ngalam oleh Peni juga belum menunjukan hasil nyata, hanya Aremania lah yang bisa membantu Arema dengan memenuhi Kanjuruhan saat Arema menjamu Deltras, 29 Mei nanti, dari tiket dan dukungan kalian semua Arema Singo Edan akan kembali beringas dan mempersembahkan kemenangan untuk Aremania.

Jika Aremania masih percaya dengan nama-nama yang ada di skuad Arema Indonesia, maka demi nama-nama itulah, tetap dukung Arema apapun yang terjadi. BANGKIT AREMA!
KEEP STAY BELIEVE, AREMA IN ONE SOUL
(tetaplah percaya AREMA dalam satu jiwamu)

Salam Satu Jiwa

DI TENGAH KETERPURUKAN DAN DUALISME, AREMANIA NGLURUK MALAYSIA

Inilah kisah sebuah dedikasi, loyalitas, dan juga persaudaraan dari nawak2 Aremania Balikpapan yang rela mendukung Arema jauh dari kandang tanpa melihat dari liga atau manajemen mana. Mereka inilah yang mengaku "netral" sesuai kaos yang mereka pakai saat meluruk Malaysia. Disaat Arema sedang terpuruk di Ngalam lagi rame dan saling ribut sendiri, yang hasilnya stadion jadi "ipes", namun nawak2 Aremania Balikpapan malah "Ngluruk" ke Negeri Jiran walau beresiko dihujat Aremania yang pro Arema tertentu. 
 Dengan semangat maju terus pantang mundur dan pake modal sendiri, mereka berangkat ke Kota Bharu tempat laga Arema IPL di jamu  Kelantan FA sambil membawa misi, mereka adalah Aremania yang selalu dukung Arema dimanapun juga, serta bersilaturahmi dan mempererat persaudaraan dengan Komunitas Aremania Malaysia (KAM) serta Ultras Kelantan The Red Mania. Berikut inlah kisah mereka : 
Bendera Aremania Balikpapan dibentangkan di depan Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur.
Aremania Balikpapan : Komitmen Kami Untuk Aremania 
Nawak2 Aremania Balikpapan berangkat ke Malaysia bukan hanya sekedar ingin mendukung AREMA yang berlaga di pentas AFC Cup, tapi lebih dari itu ingin mempererat tali persaudaraan dengan nawak2 Aremania yang ada di perantauan khususnya di Malaysia. Pada tanggal 1 April mereka berangkat lewat bandara Sepinggan Balikpapan menuju Kualalumpur, yang nantinya akan bergabung dengan nawak2 yang ada di sana.

Sebenarnya keberangkatan mereka sudah di rencanakan sebelum AREMA terpecah seperti sekarang ini, maka sangatlah lucu kalau ada yang bilang kami Aremania Balikpapan mendukung kubu ini atau itu. Kami berangkat untuk mendukung AREMA bukan yang lainnya karena Arema bukan hanya sekedar sepak bola tapi kebanggaan yang harus terus di jaga.

Sesampainya di Kualalumpur mereka di jemput oleh nawak2 Aremania (sam Mans) Malaysia dan di lanjutkan ke markas nawak2 Malaysia. Kesempatan di Malaysia tidak disia-siakan oleh nawak2 Aremania Balikpapan untuk mengibarkan bendera Aremania di manapun mereka berkunjung. Setelah sempat menginap di Kualalumpur nawak2 selanjutnya berangkat ke Kelantan dimana pertandingan tidak jadi di laksanakan di Stadion Bukit Jalil dan di pindahkan ke Kelantan. Sekedar di ketahui jarak antara Kualalumpur – Kelantan sekitar 450 KM dan di tempuh dengan Kereta Api dan ditempuh sekitar 12 jam.

“Walaupun perjalanan yang jauh dan melelahkan tidak sedikitpun mengurangi semangat kami sam, kami akan sangat bangga bisa menyebarkan virus Damai sampai kenegeri Jiran” ucap nawak2 melalui Telepon. Tour ini juga membuktikan bahwa mereka benar2 Netral bukan cuman isapan jempol belaka. “Dalam tour ini kami juga ingin bersilaturahmi dengan supporter tuan rumah” ucap Gondoel melalui telpon kepada ongiznade.wordpress.com.
Dengan soak "netral" nawak2 mereka menemui pahlawannya, Roman dkk
Sesampainya di Kelantan nawak2 di sambut oleh Aremania yang ada di sana serta Supporter tuan Rumah, bahkan nawak2 juga sempat berkunjung di Markas The Red Mania, yang sebelumnya mereka juga bertemu dengan Manajemen AREMA di Hotel tempat tim menginap. Dalam kesempatan bertemu dengan Manajemen Rizal Selaku koordinator tour mengatakan kepada manajemen bahwa :
-"Dukungan langsung kepada Arema ini adalah bentuk komitmen Aremania kepada Aremania. Kami hanya berpikir tentang Arema. Kami tidak ingin terjebak dalam kepentingan-kepentingan yang justru banyak merugikan Arema"-

Setelah Pertandingan Tadi malam, nawak2 hari ini melanjutkan perjalanan menuju kuala lumpur untuk dan selanjutnya akan kembali lagi ke Bumi pertiwi, kami segenap Aremania Kaltim yang tidak bisa mendukung langsung banyak2 mengucapkan terima kasih semoga perjalanan nawak2 selamat sampai Tujuan. tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih buat nawak2 Aremania Malaysia dan supporter tuan rumah, mohon ma’af  apabila selama di sana ada kata2 dan tindak tanduk kami yg kurang menyenangkan. KT  5454 JI
Bernyanyi, bergoyang bersama Aremania dan The Red Mania.

Terlepas pro kontra dan tudingan miring yang muncul terkait keberangkatan anggota Aremania Balikpapan ada 2 misi penting yang dibawa dalam tur tersebut.
1. Tur kemarin adalah bukti bahwa Aremania Balikpapan Netral dalam menyikapi permasalahan yang ada terkait dualisme kepengurusan Arema ( ISL dan IPL )
2. Misi menyebarkan Virus Kreatifitas dan Perdamaian dengan hasil bertambahnya 1 lagi saudara kita Aremania yaitu Ultras Kelantan - The Red Mania.  Jarak bukanlah halangan untuk menyebarkan virus ini.. Salam Satu Jiwa Red Mania. Terimakasih atas sambutannya.

Sumber :  Aremania Kaltim