BAGAIMANA REPUTASI AREMANIA DIBANGUN DI SENAYAN TAHUN 2000

Ditulis oleh :  Sam Zery 


# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

Sebuah cerita dari nawak Aremania lawas, tentang pengalamannya dukung Arema di Senayan, pada babak 8 besar Liga Indonesia tahun 2000. Ini jaman2 kejayaan Pacho-Juan Rubio dan Araya, juga jaman2 Aremania dikenal sebagai pelopor suporter kreatif dan atraktif. Semoga dapat memberikan inspirasi dan membangkitkan nawak2, untuk kembali memenuhi stadion.
 
Sekedar berbagi cerita Ker__wow maseh segar dalam ingatan, saat itu aku masih klas 2 atau 3 sma. Berangkat menggunakan kereta ekonomi Mataremaja yg penuh sesak, konon kereta ini gratis Aremania ini di sumbang oleh Tinton Suprapto (pengusaha/promotor olahrga otomotif nasional).

Aremania di tampung oleh sam Anton Baret di gelor bulungan, tapi banyak Aremania yang tercecer di segala penjuru jakarta. Akupun tidur tak tentu tempat, hari ini di tribun kolam renang, besok di depan gerbang stadion senayan besoknya entah dimana lagi yang jelas mbambong selama 1 minggu di kompleks senayan. Saat itu pertandingan digelar 2 hari sekali sehingga sangat nanggung Aremania pulang sebelum semua laga usai.


Pertandingan pertama di gelar AREMA VS PERSIJA, Aremania mengejutkan pihak panpel. diluar dugaan sekitar 8-10rbu Aremania memadati stadion dan mengalahkan Jakmania yang mungkin hanya separo atau 3/4 Aremania. Sang dirijen Sam Yuli dan Sam kepet naik atap bus yang dibawa masuk stadion agar bisa mengkomando semua aremania. Sebelum pertandingan dimulai Aremania seperti biasa bergemuruh bernyanyi dan menari tiba2 suara dari Mic. Sam Ovan Tobing menyapa "Aremania sudah makan belum?" kemudian dijawab oleh Aremania "Belum" dalam pikiran semua Aremania "gak mangan gak popo seng penting iso nontok AREMA."


Arema lolos 8 besar satu grup bersama Persija, Pelita Solo & Persikota. Pertandingan digelar 2 har Pertandingan pertama Arema mengejutkan dengan mengalahkan Persija 2-1, Bermain imbang 1-1 dengan Persikota, dan pada pertandingan terakhir ketika hanya butuh imbang saja untuk memastikan lolos kelangkah selanjutnya. Tiba2 dibantai 3-0 oleh Pelita Solo tim juru kunci. Kejadian ini mematik pertanyaan luar biasa oleh para Aremania saat itu. sehingga munculah isu tentang pengusaha kafe Hore2 sampai tempat nongkrongnya para petinggi Tim tertentu di situ. Tak kalah panas sebuah ungkapan bernada kecewa saat itu "AREMA pulang bawa Uang AREMANIA pulang bawa Utang".


Pulang dari Jakarta dengan perasaan Galau karena Arema tersingkir dengan penuh Pertanyaan Aremania langsung melakukan demo. aku scra pribadi Lebih galau lagi bahwa Bendera AREMAku yang bergambar seekor Singa menggeliat dari hasil patungan bersama seorang saudara hilang di senayan.


Setelah pertandingan pertama selesai sedikit ada gesekan kecil dengan Jakmania tetapi kemudian Netral dengan bernyanyi dan menari bersama___ Keluar stadion terlihat muka bahagia krn arema nganem lawan persija, tapi bisa dilihat muka semua nawak Aremania lapar & Dahaga. Meski kompleks senayan dipenuhi dengan PKL tidak ada aksi penjarahan. Hingga saat Truk aparat TNI akan meninggalkan stadion tiba2 nasi bungkus yg sebenarnya jatah aparat itu dibagikan oleh TNI langsung ke kelompok Aremania. hal ini memperlihatkan simpatinya pihak aparat pada aremania yang santun. kontan saja Aremania makan gratis dan berbagi dengan aremania lainya. Tak kalah dengan aparat ada juga PKL yang sengaja membagian daganganya pada Aremania.

Percaya atau tidak saat pertandingan belum dimulai disudut lain tiba2 muncul spanduk bertuliskan "BONEK 2000", mungkin kalau nawak2 pernah lihat Pon 2000 di Gelora Delta spanduk ini pernah nongol. Kontan spanduk ini diamankan oleh Pentolan Aremania. Dan juga percaya atau tidak saat pulang kemalang banyak nawak2 dari Pasuruan juga kediri yang ikut mendukung AREMA jadi sebenarnya mereka itu dulu saudara kita.

Bagi ayas pertandingan ini bukan pertandingan biasa tapi ini adalah sejarah. Sejarah Bagi Aremania untuk menampilkan wajah baru suporter Indonesia. Di Senayan Inilah Poin saat AREMANIA mulai di kenal publik sehingga kejadian lainya adalah diangkat dalam sebuah surat kabar. BOLA menulis Headline yang berjudul "KADIT ITRENG KERA NGALAM" (bisa dilihat copynya di http://groups.yahoo.com/group/arema-l/message/1214) isinya liputan tentang atraktif dan suportifnya suporter AREMANIA dan fenomenanya dilapanganya. Tulisan ini dibuat oleh SIGIT NUGROHO, sedang JAWA POS mengangkat Hedline dengan Judul "EUFORIA".
Dan sedikit tambahan saat itulah lagu "wajib" AREMANIA yaitu PADAMU NEGRI didengar dan disaksikan langsung oleh ketum PSSI Agum Gumelar. Hal ini membuat Agum terharu dan menobatkan AREMANIA sebagai suporter terbaik di kala itu (tahun 2000) tak sampai di situ bahkan Pak Agum mengundang Yuli sumpil untuk bertemu dengan seluruh Manager Tim sepakbola Indonesia guna memberikan penjelasan bagaimana AREMANIA mengubah paradigma suporter Indonesia. Tiidak hanya bgmna soprtif dan atraktif tapi juga bagaimana AREMANIA mempunyai kesadaran penuh untuk membeli tiket saat Tim Idola bertanding.

Pesan pribadi ayas adalah Kita AREMANIA telah tampil ke publik Indonesia sebagai Pelopor/Pioner Suporter yang Atraktif, Kreatif dan Anti Anarkis saatnya kita membuang RASIS dari Kanjuruhan. Jangan ada lagi kata "Jancok, Anjing, atau diBunuh saja". Kita telah menanam baik dengan prilaku seperti itu maka jangan sampai berbuah buruk dengan bernyanyi Rasis.  
 
Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA
FOR ONE INDONESIA-

Salam Satu Jiwa

BELIEVE


BELIEVE, (percaya) apakah Umak masih punya itu? Setelah berkali-kali Arema babak belur tak mampu menang  dilaga yang dilakoninya. Apakaah Umak masih percaya padanya? 

Dipenghujung putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia, Arema bagai babak belur setelah 5 pertandingan terakhir Arema harus menderita kekalahan. Terutama di pentas Champion Asia, dimana Arema menjadi pesakitan dengan menjadi juru kunci di Grup G dan gagal melalu ke babak berikutnya. Di Champions Asia, Arema sulit bersaing melawan jawara-jawara Asia Timur, Seperti  Cerezo Osaka Jawara J-League, Jeonbuk Hyundai Motors jawarah K-League dan Shanong Luneng Taishen Jawara China Super League. Arema hanya mengumplkan 1 poin hasil dari sekali imbang di Kanjuruhan ketika menjamu Shandong.

Kondisi Arema benar-benar compang camping, selain gagal di Champion Asia dan Arema juga sulit bersaing mengejar perolehan poin Persipura untuk mempertahankan gelar Jawara  Indonesia Super League. Sementara rival-rival Arema terus mendongkel posisi Arema, sehingga di ISL Arema turun menjasi peringkat 5 klasemen sementara. Arema terpaut 10 poin dari pemuncak klasemen Persipura yang mempunyai poin 47. Dan berturut-turut dibawahnya ada Semen Padang dengan 42 poin, Persija dengan 40 poin, Persisam dengan 39 poin dan Arema hanya mengumpulkan 37 poin.

Klasemen Sementata dan 5 Pertandingan Terakhir Arema
 Sedangkan Piala Indonesia, yang diharapkan Arema bias bersaing untuk meraih gelar sebagai hiburan karena gagal di Asia dan liga domestik  malah batal di gelar menyusul berlarut-larutnya kisruh di PSSI. Kondisi Arema diperparah dengan masalah klasik yang tak kunjung menemukan solusi, yaitu masalah finansial. Gaji pemain yang telat dibayar, berulang- ulang terjadi, segala upaya dan aksi dilakukan dari mogok main, rapat-rapat hingga janji-janji manajemen tak membuat masalah ini beres begitu saja. Hal ini membuat suasana ga kondusif di tubuh Arema, sehingga berimbas ke permainan skuad Singo Edan di lapangan. Pertandingan yang diprediksi Arema bakal mampu berbuat lebih banyak, malah hasilnya adalah kebalikannya, seperti Arema harus takluk di Karawang dan Padang.

Dan klimaks dari segala hal yang dialami Arema adalah angkat tanggan/menyerahnya manajemen dalam mengelola Arema dan memutuskan untuk menjual/melelang Arema kepada investor baru. Saat ini Arema memiliki utang sebesar Rp 5,6 miliar. Selain itu, Arema juga butuh dana untuk biaya operasional untuk menuntaskan kompetisi LSI yang belum selesai. Hal itu diperkirakan membutuhkan dana senilai Rp 10 miliar. Bahkan sebelum wacana lelang Arema mencuat, para pemain Arema dah merasa diabaikan (tanda-tanda manajemen mulai angkat tangan) pihak pengurus dan juga Aremania. Ketika itu Arema menjamu Cerezo di Kanjuruhan, namun ga ada perwakilan pengurus yang mendampingi Arema pada pertandingan itu,  hanya sekitar 1700-an Aremania yang hadir member dukungan beradu dengan 1300-an pendukung Cerezo yang mayoritas pekerja Pabrik Yanmar di Indonesia.  Janu sendiri setelah pertandingan mengungkapkan kekecewaanya, dan merasa seperti main dikandang lawan. "Kita semua berharap bisa bermain maksimal, tapi kita kayak main di kandang lawan, coba lihat Pengurus Arema tidak datang, Aremania sedikit. Kita bermain untuk siapa?" keluh Janu waktu itu.

Saat ini, Arema membutuhkan segala bantuan yang ada, dari bantuan materi sampe bantuan moral. Arema perlu dorongan semangat untuk membuat Sang Singa Gila kembali garang di lapangan hijau. Dan yang hanya Aremania lah satu-satunya yang bias melakukannya, karena untuk itulah Aremania ada. Mendukung dengan nyanyian, aksi dan tiketnya disaat-saat yang terburuk hingga saat yang paling buruk seperti saat ini. Sisa 5 pertandingan lagi yang harus dijalani oleh anak-anak Singa dari Malang. Dari 5 pertandingan yang tersisa, 4 diantaranya Arema bakal main dikandang. Disinilah saatnya, kehadiran Aremania bakal sangat berarti bagi Along dan kawan-kawan. 

Djadwal Pertandingan Arema Berikutnya
Sementara lelang belum menujukkan perkembangan berarti, wacana pembentukan konsorsium pengusaha se-Ngalam oleh Peni juga belum menunjukan hasil nyata, hanya Aremania lah yang bisa membantu Arema dengan memenuhi Kanjuruhan saat Arema menjamu Deltras, 29 Mei nanti, dari tiket dan dukungan kalian semua Arema Singo Edan akan kembali beringas dan mempersembahkan kemenangan untuk Aremania.

Jika Aremania masih percaya dengan nama-nama yang ada di skuad Arema Indonesia, maka demi nama-nama itulah, tetap dukung Arema apapun yang terjadi. BANGKIT AREMA!
KEEP STAY BELIEVE, AREMA IN ONE SOUL
(tetaplah percaya AREMA dalam satu jiwamu)

Salam Satu Jiwa

DI TENGAH KETERPURUKAN DAN DUALISME, AREMANIA NGLURUK MALAYSIA

Inilah kisah sebuah dedikasi, loyalitas, dan juga persaudaraan dari nawak2 Aremania Balikpapan yang rela mendukung Arema jauh dari kandang tanpa melihat dari liga atau manajemen mana. Mereka inilah yang mengaku "netral" sesuai kaos yang mereka pakai saat meluruk Malaysia. Disaat Arema sedang terpuruk di Ngalam lagi rame dan saling ribut sendiri, yang hasilnya stadion jadi "ipes", namun nawak2 Aremania Balikpapan malah "Ngluruk" ke Negeri Jiran walau beresiko dihujat Aremania yang pro Arema tertentu. 
 Dengan semangat maju terus pantang mundur dan pake modal sendiri, mereka berangkat ke Kota Bharu tempat laga Arema IPL di jamu  Kelantan FA sambil membawa misi, mereka adalah Aremania yang selalu dukung Arema dimanapun juga, serta bersilaturahmi dan mempererat persaudaraan dengan Komunitas Aremania Malaysia (KAM) serta Ultras Kelantan The Red Mania. Berikut inlah kisah mereka : 
Bendera Aremania Balikpapan dibentangkan di depan Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur.
Aremania Balikpapan : Komitmen Kami Untuk Aremania 
Nawak2 Aremania Balikpapan berangkat ke Malaysia bukan hanya sekedar ingin mendukung AREMA yang berlaga di pentas AFC Cup, tapi lebih dari itu ingin mempererat tali persaudaraan dengan nawak2 Aremania yang ada di perantauan khususnya di Malaysia. Pada tanggal 1 April mereka berangkat lewat bandara Sepinggan Balikpapan menuju Kualalumpur, yang nantinya akan bergabung dengan nawak2 yang ada di sana.

Sebenarnya keberangkatan mereka sudah di rencanakan sebelum AREMA terpecah seperti sekarang ini, maka sangatlah lucu kalau ada yang bilang kami Aremania Balikpapan mendukung kubu ini atau itu. Kami berangkat untuk mendukung AREMA bukan yang lainnya karena Arema bukan hanya sekedar sepak bola tapi kebanggaan yang harus terus di jaga.

Sesampainya di Kualalumpur mereka di jemput oleh nawak2 Aremania (sam Mans) Malaysia dan di lanjutkan ke markas nawak2 Malaysia. Kesempatan di Malaysia tidak disia-siakan oleh nawak2 Aremania Balikpapan untuk mengibarkan bendera Aremania di manapun mereka berkunjung. Setelah sempat menginap di Kualalumpur nawak2 selanjutnya berangkat ke Kelantan dimana pertandingan tidak jadi di laksanakan di Stadion Bukit Jalil dan di pindahkan ke Kelantan. Sekedar di ketahui jarak antara Kualalumpur – Kelantan sekitar 450 KM dan di tempuh dengan Kereta Api dan ditempuh sekitar 12 jam.

“Walaupun perjalanan yang jauh dan melelahkan tidak sedikitpun mengurangi semangat kami sam, kami akan sangat bangga bisa menyebarkan virus Damai sampai kenegeri Jiran” ucap nawak2 melalui Telepon. Tour ini juga membuktikan bahwa mereka benar2 Netral bukan cuman isapan jempol belaka. “Dalam tour ini kami juga ingin bersilaturahmi dengan supporter tuan rumah” ucap Gondoel melalui telpon kepada ongiznade.wordpress.com.
Dengan soak "netral" nawak2 mereka menemui pahlawannya, Roman dkk
Sesampainya di Kelantan nawak2 di sambut oleh Aremania yang ada di sana serta Supporter tuan Rumah, bahkan nawak2 juga sempat berkunjung di Markas The Red Mania, yang sebelumnya mereka juga bertemu dengan Manajemen AREMA di Hotel tempat tim menginap. Dalam kesempatan bertemu dengan Manajemen Rizal Selaku koordinator tour mengatakan kepada manajemen bahwa :
-"Dukungan langsung kepada Arema ini adalah bentuk komitmen Aremania kepada Aremania. Kami hanya berpikir tentang Arema. Kami tidak ingin terjebak dalam kepentingan-kepentingan yang justru banyak merugikan Arema"-

Setelah Pertandingan Tadi malam, nawak2 hari ini melanjutkan perjalanan menuju kuala lumpur untuk dan selanjutnya akan kembali lagi ke Bumi pertiwi, kami segenap Aremania Kaltim yang tidak bisa mendukung langsung banyak2 mengucapkan terima kasih semoga perjalanan nawak2 selamat sampai Tujuan. tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih buat nawak2 Aremania Malaysia dan supporter tuan rumah, mohon ma’af  apabila selama di sana ada kata2 dan tindak tanduk kami yg kurang menyenangkan. KT  5454 JI
Bernyanyi, bergoyang bersama Aremania dan The Red Mania.

Terlepas pro kontra dan tudingan miring yang muncul terkait keberangkatan anggota Aremania Balikpapan ada 2 misi penting yang dibawa dalam tur tersebut.
1. Tur kemarin adalah bukti bahwa Aremania Balikpapan Netral dalam menyikapi permasalahan yang ada terkait dualisme kepengurusan Arema ( ISL dan IPL )
2. Misi menyebarkan Virus Kreatifitas dan Perdamaian dengan hasil bertambahnya 1 lagi saudara kita Aremania yaitu Ultras Kelantan - The Red Mania.  Jarak bukanlah halangan untuk menyebarkan virus ini.. Salam Satu Jiwa Red Mania. Terimakasih atas sambutannya.

Sumber :  Aremania Kaltim

HARIE PANDIONO, DUTA AREMA, AREMANIA DAN SALAM SATU JIWA


# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012
Masih ingat nawak dengan Harie Pandiono, ini dia Arema (Kera Ngalam) yang pernah memproklamirkan diri sebagai Aremania Korwil Kongo, dan ini dia juga  pelaku pengibaran Bendera Arema Indonesia yang berukuran raksasa di ajang Piala Dunia Afrika Selatan 2010 lalu. Memang, sebenarnya banyak Arema yang hidup diluar negeri sana yang tak lupa mempromosikan Arema dan Aremania sebagai jati dirinya. Dan Harie adalah salah satu contoh Arema yang sukses dan berdedikasi pada pekerjaannya namun tak membuat dirinya lupa akan siapa dia sebenarnya yakni sebagai Arema Kera Ngalam juga sebagai Aremania suporter kesebelasan Arema FC walau di negeri orang.

Sangatlah beruntung menjadi seorang Harie Pandiono, bekerja di berbagai perusahan berlevel internasional membuat dirinya berkesempatan merasakan atmosfer bekerja sekaligus jalan-jalan di berbagai negara. Dan saat bekerja jauh dari Bumi Arema kelahirannyalah, justru Harie dengan bangga menunjukkan bahwa Dia adalah seorang Arema dan Aremania langsung ditengah-tengah pusat sepakbola dunia. Dimanapun negara atau tempat yang ia kunjungi di situ pasti ada atribut Arema Aremania dan pasti juga Salam Satu Jiwa. 
Liat nawak, kelakuan seorang Harie Pandiono dari goyang ngebor di Piala Dunia 2010 Afsel, narsis di gurun Sahara, pamer Vuvuzela (terompet yang terkenal saat Piala Dunia 2010 Afsel) di Kanjuruhan, sampe foto bareng Kodew yang bening.. he2 mantap.
Dari mengibarkan bendera Arema dari Gurun Sahara, hingga yang paling unik ketika usaha Harie untuk mengibarkan bendera Arema Indonesia berukuran raksasa di ajang Piala Dunia Afrika Selatan (konon bendera raksasa ini dipesen langsung dari Ngalam dan dikirim ke Afrika dengan berat puluhan kilo dan ongkos berjuta-juta rupiah). Saat itu Pria yang murah senyum seperti terlihat di foto2nya itu, bekerja di nenara Kongo yang berada di bagian lain Afrika dan cukup jauh dari Afrika Selatan tempat Tuan Rumah Piala Dunia waktu itu. Harie menyempatkan melakukan perjalanan jauh ke tempat diselenggarakan Piala Dunia demi membentangkan bendera begambar Kepala Singa dengan tulisan Arema Indonesia berukuran raksasa beberapa menit saja, karena masalah ijin panitia setempat. Mungkin hanya Harie Panddiono lah satu2nya wakil suporter Indonesia yang hadir ditengah2 komunitas suporter internasional pada Piala Dunia 2010 dan membentangkan panji2 Arema. Saluuut.

Dua tahun berlalu sejak Piala dunia 2010, kabarnya Harie sudah kerja di perusahan baru di Kanada, dan  Dia recananya  bakal mengibarkan panji Arema di Air Terjun terbesar di dunia Niagara. Setelah Kanada kemungkinan Dia Bakal dapat kontrak di perusaahan baru di Chile, dan dari Chile tersebut Harie Pandiono menjanjikan aksi memperkenalkan Arema dan Aremania di Piala Dunia 2014 Brazil. Hari melakukan semua itu bukannya tidak mengetahui keadaan sebenarnya Arema FC yang di banggain itu. Dia tau, Arema sedang terbelah 2, dan dia tau Arema performanya sedang turun, namun Harie tetap bangga sebagai Arema dan Aremania dengan kritiknya terhadap keadaan yang menimpa  Arema sekarang, Dia tettap akan memperkenalkan Arema, Aremania dan SalamSatu Jiwa kemanapun kakinya melangkah. Dan atas usaha keras dan jiwa narsisnya Harie Pandiono Paimin layak disebut sebagai Duta Arema, Aremania dan SalamSatu Jiwa.

Inilah Bedera Arema Indonesia Raksasa itu yang "dioyong-oyong" Harie di Afrika.
-------------------------
"Arema Tak Kan Pernah Mati, ditunggu nawak2 yang hadir untuk mengibarkan bendera kebesaran bangsa Arema di FIFA WORLD CUP 2014, Brasil. Jangan jadi jago kandang!"
- Harie Pandiono -
 
Sebelum menunggu 2014 datang, dalam rangka menuju perusahaan barunya di Toronto Kanada, Harie telah singgah di Spanyol di Stadion Santiago Barnebeu markas Real Madrid. Kemudian ke Paris, dan bakal ada bendera Arema di Menara Eiffel, setelah itu baru Ke kanada. Berikut dibawah, kisah sang Duta Arema, Aremania di Markas Cristiano Ronaldo.

 
WELCOME AREMA TO MADRID
Aremania tiba di Santiago Barnebeu, disambut sama warga belanda yang minta foto bersama sambil mengibarkan bendera Arema Indonesia. Lebih kurang 15 menit kesasar di subway sentral Madrid akhir ketemu juga stadion. Ditanya sama warga Madrid, dari mana Arema = dari Indonesia, "I see look like Armenia". Ketika tiba di stadion bertemu dengan warga muslim Madrid, karena mereka tertarik dengan Arema Indonesia langsung foto2 dengan senang hati kami layani.
Aremania di Santiago Barnebeu Madrid ker, tak lupa comot kodew Madrid buat foto bareng.
Misi Arema Indonesia, belajar menjadi supporter tingkat dunia menebarkan salam damai Satu Jiwa. Malam ini hanya awal dari penebaran Salam Satu Jiwa di Eropa, besok dilanjutkan tour keliling stadion, bertemu dengan Madrisdista.

Ketika tiba di hotel, langsung disambut oleh receptionist "Welcome Arema Indonesia", sebab dua hari sebelumnya saya bilang datang dari benua Asia pendukung sebuah klub paling fanatic di Indonesia. Si cewek ini tanya " what your supporting?" I am supporting Arema Indonesia not Madrid or Barca...dia bilang "oh no I will cancel you hotel book if you not supporting Madrid....sambil bercanda". Saya cerita sama dia "Arema is jot just the supporting football, it is the spirit of life inspires each single person of Arek Malang to be fight for better life, supporting football without violence." Dia ketawa2....

Dihatiku hanya ada Arema meskipun rencana bertandang ke semua stadion di Eropa diawali Madrid, ayas akan tetap memakai baju kebesaran Arema Indonesia. Di jalan2pun orang bingung semua ga ada bola kok ada supporter dengan baju kas...mungkin "Gila paling orang ini" belum tahu kalau Singo Edan yang datang.

Diberi PIN "Real Madrid" sama pemilik restaurant di VIP room Estadio Bernabeu, dia bilang I hope you supporting Real Madrid. Ayas bilang, "you knew what I wearing, THIS IS AREMA, it is my life" dia tetap menyalami dan berkata "Welcome AREMA to Madrid" kata manajer resturant VIP.

Salam Satu Jiwa
Harie Pandiono

Sumber :  
Milis Arek Malang Sak Dunyo http://dir.groups.yahoo.com/group/arema/
FB : http://www.facebook.com/bantaibonek

---------------------------------------------------------------------------------
Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA
FOR ONE INDONESIA-

Salam Satu Jiwa



JUAN RUBIO MASIH MENGINGAT AREMA DAN SALAM SATU JIWA DI HATINYA



Penampakan Juan Rubio saat ini dan Tempo Doeloe, "kekecilan" itulah komentarnya saat pamer foto ini via twitter.
 # Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012
AYAS HISAM TEGAK SAM ! Itulah status twitter dia ketika Ayas menemukan kembali pahlawan Arema yang telah hilang, di dunia maya pada jejaring sosial berlogo "manuk emprit" yaitu twitter. Mungkin kalimat itu menggambarkan keadaannya sekarang setelah lama tak aktif di dunia sepakbola profesional seperti saat membela Arema dan di elu2kan Aremania. Empat tahun membela panji Singo Edan pada tahun 1996 hingga 2000. Dia juga yang berjasa memperkenalkan lagu suporter Chile untuk digubah sebagai lagu untuk mendukung Arema, dan lagu ini telah menjadi lagu kebangsaan dengan berbagai versi  para suporter di Indonesia untuk mendukung kesebelasan kesayangannya, lagu itu dikenal dengan “Sore Ini (Kita Harus Menang).”

Juan Manuel Rubio adalah orangnya, muncul di twitter langsung membuat banyak Aremania yang ada di twitter langsung menyambutnya, bahkan ada pula nawak yang menuduh ini akun twitter Juan Rubio palsu, karena ternyata  Juan masih bisa menulis dengan bahasa Indonesia bahkan basa Ngalam di Twit-annya.  Juan Rubio yang mengaku sekarang berprofesi sebagai pengusaha penjual rumput sintetis untuk lapangan, klo ditelusuri timeline akun twitternya, Juan baru dalam menggunakan twitter dan cukup antusias ternyata dalam sekejap sudah mempunyai 100 follower yang kebanyakan Aremania. Disitu terlihat obrolan antara Juan dan Aremania yang bernostalgia tentang  gagalnya Arema maju ke babak berikutnya saat babak 8 besar di Senayan tahun 2000, yang dianggap sebagai malam paling sedih bagi Juan. 

Dan ketika Juan mengetahui Arema terpecah jadi dua, Dia pun sangat terkejut karena setau dia Arema Cuma ada satu yaitu Arema Malang yang pernah dibelanya. Apalagi dua Arema tersebut hanya mampu menghias klasemen bawah kalasemen sementara.
“Apakah ada dua Arema? IPL atau ISL? Aku bingun, aduh... pada masa aku masih sadar Arema ada hanya satu: Arema Malang !!!  Dan dua-duanya hampir juru kunci? Aku masih kaget... Kok ada dua Arema? Bagaimana mungkin bisa terjadi?” tulis Juan di akun Twitternya, mungkin dia telah dapat laporan dari nawak2 Aremania.

Akhirnya, di timeline terbaru beberapa nawak menanyakan apakah Juan tak ingin kembali ke Ngalam dan membawa keluarganya. Dengan bahasa Spanyol Juan Rubio menjawab, “Si pudiera me iría ahora mismo a Malang. Extraño mucho la tierra del León Loco.” Yang artinya, “Jika saya bisa saya akan pergi sekarang ke Malang. Aku rindu Tanah Singa Gila.”

Kami tunggu kedatanganmu di Bumi Arema kapanpun juga, mungkin suatu hari anakmu, ato saudaramu dan Rubio2 yang lain, datanglah ke Kandang Singa karena Arema selalu tebuka untukmu.

Three Muskeeter Chile Arema, PACHO RUBIO-ARAYA-JUAN RUBIO
 Three Muskeeter Chile
Juan Manual Rubio juga sempat memboyong adiknya Fransiscco "Pacho" Rubio tahun 1999 ke Arema. Mereka bertiga terkenal dengan Three Muskeeter Chile Arema bersama Rodrigo Araya kala itu. Dengan diiringi lebih dari 10 ribu Aremania, mereka membawa Arema ke Babak 8 Besar di Senayan pada Ligina musim 1999/2000. Pacho mencetak 10 gol sejak hadir di bumi Arema mulai putaran II Liga Indonesia 2000 (termasuk 3 gol yang dicetak Pacho Rubio dalam 2 pertandingan di babak 8 Besar di Senayan) ini adalah momen emasnya bersamaTrio Chile ini  Arema.
Namun sayang, kiprah Rubio bersaudara di Arema berakhir tahun 2000 bersamaan dengan pelarangan Pacho untuk bermain di liga di Indonesia oleh PSSI kala itu karena kelakuan tidak sportif Pacho. 

(Baca juga cerita Pacho di bad-boys-of-arema-part-1 )
Twitter Juan Manual Rubio : https://twitter.com/#!/JuanRubio_24
---------------------------------------------------------------------------------
Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA
FOR ONE INDONESIA-

Salam Satu Jiwa