Persebaya Vs AREMA IPL : MENANG! ATAU DIHUJAT HABIS-HABISAN!

Minggu besok laga Persebaya Vs Arema IPL, adalah momen kebangkitan sekaligus penebusan dosa buat tim Arema yang berlaga di IPL nya PSSI setelah diterpa badai konflik internal yang melibatkan investor Ancora, M Nur juga Inep. Tak tanggung-tanggung dampak dari konflik ini Arema IPL ditinggal beberapa pilar penting yang kebanyakan merupakan skuad original Arema ketika juara liga seperti Along, Meiga, Sunarto,dkk. Dan menyisakan nama-nama seperti Roman, Musafri, dll sebagai pemain dari Arema musim lalu dan kebanyakan beberapa wajah-wajah baru seperti di skuad Arema ISL. 

Dan yang lebih gawat adalah Arema IPL mulai ditinggalkan Aremania yang biasanya memenuhi Gajayana. Mmenurut beberapa nawak Aremania, mereka sudah merasa bosan dengan konflik yang ada di tubuh Arema IPL dan juga kekecewaan atas putusan manajemen yang menyia-nyiakan Milo yang tampil cukup bagus dilaga perdananya. Makanya sebagian Aremania  mengalihkan dukungannya ke Arema ISL yang lagi naik daun performanya.

Laga yang mempertemukan dua musuh bebuyutan yang membawa simbol-simbol yang sudah lama tak akur di daerah Jawa Timur. Yaitu Ngalam dan Ayabarus, sejak jaman Persema di perserikatan suporter Ngalam selalu tidak akur dengan supporter Ayabarus yang mendukung Persebaya (ketika itu Arema masih di Galatama belum ketemu Persebaya). Hingga pertarungan gengsi para suporter Ngalam dan Ayabarus berlajut ke jaman Ligina antara wakil Ngalam Arema dengan Aremania-nya dan Persebaya dengan Bonek-nya. Dan perseteruan itu masih berlangsung hingga kini.

Babak baru perseteruan dua kutub sepakbola terbesar di Jawa Timur kini bertemu di bawah kompetisi Indonesia Primer League milik PSSI, Arema IPL yang mewakili Ngalam dengan logo Kepala Singa dan Persebaya yang mewakili Ayabarus dengan logo Buaya Ijo-nya. Bagi Arema IPL ini adalah kesempatan untuk membuktikan mereka belum habis setelah didera konflik dan eksodus pemain, serta ini adalah kesempatan Antonic Dejan Cs menebus kesalahan atas hasil buruk sebelumnya, sekaligus untuk menarik kepercayaan Aremania yang telah di kecewakan.

Bagi nawak Aremania lawas, menang dari Ayabarus adalah harga mati, "Arema boleh kalah dari Persija, boleh kalah dari Deltras tapi Arema ga boleh kalah dari Persebaya." Menurutnya persaingan antara Ngalam dan Ayabarus sudah dimulai sejak dulu sebelum sepakbola ramai seperti sekarang,  Dulu jaman akhir 80'an hinggga awal 90'an jaman musik metal, Ngalam dan Ayabarus sudah berserteru, seperti saat nawak-nawak dari Ngalam menguasai Tambaksari waktu konser Sepultura. "Bahkan nawak-nawak kera Ngalam membentangkan spanduk "Arek Blimbing Malang" hanya jarak 2 meter dari panggung," tambahnya. Jadi siapapun yang  mewakili Ngalam melawan Ayabarus harus kita dukung, mau sepakbola, tinju, musik, dll, tetapi secara sportif karena jaman kekerasan seperti dulu sudah ga jaman.

Satu hal yang mungkin bakal terjadi, jika Arema IPL mampu menang maka bakal membuat malu publik Ayabarus malu, dan bakal bungkam, mungkin juga bakal terjadi sefikit kericuhan di sana. Dan mungkin bakal membuat Aremania kembali mendatangi Gajayana saat pertandingan Home Arema IPL.

Dan bila hasilnya seri, tetap bakal membuat kubu tuan rumah panas karena tak mampu menang di kandang sendiri. Dan Aremania mungkin mulai sedikit menaruh percaya terhadap skuad Antonic Dejan pasca eksodus pemain intinya.

Jika kalah, petaka bakal menghampiri skuad Arema yang dikelolah Acora ini. Selain di permalukan dikandang bajul Ijo, di olok-olok sama rambo ijo. Dejan Cs juga bakal dihujat habis-habisan oleh Aremania yang kecewa, terutama Aremania yang fanatik terhadap Arema ISL. Mungkin hinaan dan caci maki bakal berlangsung 1 minggu tanpa berhenti, terutama dari Rambo Ijo bakal koar-koar yang puas bisa mepencundangi wakil dari Ngalam.

Akhirnya, apa yang bakal terjadi besok di laga Persebaya Vs Arema IPL, Minggu, 4 Maret 2012 pukul 15:30 WIB LIVE on MNC TV dari Gelora Bung Tomo Surabaya. Kita lihat saja ....

Salam Satu Jiwa






KING MILO, FROM HERO TO ZERO



# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012
 PEMAIN mana yang tak mau berain di Arema, Pelatih mana yang yang tak ingin menukangi Singo Edan. Adalah nama besar Arema dan juga kefanatikan pendukungnya yang bernama Aremania yang membuat banyak pihak yang ingin menjadi bagian dari nama besar itu sambil membawa logo Kepala Singa Didadanya. Namun tak semuanya orang-orang yang berhasil bergabung dibawah bendera Arema mempunyai nasib baik atau bisa disebut berakhir Unhappy Ending. Semuanya gara-gara konflik internal bodoh yang dilakukan orang-orang tua yang ngakunya paling layak mengelolah Arema yang saling jega menjegal. Heran konflik kok nempel terus di Arema.

Tak jauh-jauh, dua musim lalu ada nama Robert Rene Albert yang mampu membawa Arema juara liga Indonesia untuk pertama kalinya, dan Mener Rene pun terpaksa harus meninggalkan Arema dengan "tidak happy ending." Dan yang yang terbaru adalah Milomir Seslija. Datang dengan membawa harapan setelah Arema (waktu itu belum ada ISL karena PSSI bikin IPL, dan Arema versi ISL belum ada) gagal menggaet Robert Rene Albert. Baru datang Milo sudah memuji Arema bak Manchester United. Dua kali pertandingan resmi perdananya berujung kemenangan membuat Milo tampil sebagai pahlawan baru bagi Aremania. 

Namun kini berakhir sudah perjalanan pelatih asal Serbia Milomir Seslija di Arema FC. Setelah sengketa berakhir dengan mundurnya Walikota Malang Peni Suparto, kini tak ada lagi yang nggandoli pelatih ini untuk tetap berada di antara pemain-pemain Arema FC.  Arema yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) pada akhirya resmi dikawal pelatih Antonic Dejan. Milo pun terpental dan harus meninggalkan Malang untuk mencari klub baru. Ironisnya, saat mengawal Arema versi Muhammad Nur ia ditinggal pemainnya yang menyeberang ke klub lain.

Tidak adanya sokongan dari manajemen sekaligus perginya para pemain rupanya membuka mata Milo bahwa ia sudah bukan lagi idaman di Malang. Padahal sebelumnya Milo masih belum ikhlas posisinya diganti Antonic Dejan dan ia terus berjuang agar bertahan di Singo Edan dengan berdiri di kubu Muhammad Nur.

From Hero To Zero, demikian sebutan untuk Milo. Ia datang ke Arema FC bak seorang pahlawan. Ia dianggap sebagai penerus generasi Robert Rene Albert yang mempersembahkan gelar juara pada Arema. Hanya dua pertandingan, ia sudah mampu menyedot simpati Aremania, supporter Arema.

Di Stadion Gajayana ia sudah menjadi bintang tersendiri dan mengalahkan pamor pemain-pemainnya di lapangan. Gesture atau tingkahnya di pinggir lapangan memang sangat menarik bagi supporter. Dua kemenangan di dua laga sudah cukup memberikan kepercayaan di benak Aremania. Siapa sangka ia membuat blunder fatal ketika membawa timnya menyeberang ke manajemen kubu Muhammad Nur. Terbujuk rayuan manajemen, Milo akhirnya menandatangani kontrak anyar dengan manajemen M. Nur bersama sebagian besar pemainnya di Hotel Regent Park, Malang, pertengahan Desember 2011.

Milo rupanya tak menyangka bahwa keabsahan pengelolaan tim berlogo kepala singa adalah milik PT Ancora Tbk. Setelah tim berhasil menjalani rekonsiliasi, manajemen Ancora tak memberi ampun karena menganggap ia paling bertanggungjawab terhadap pecahnya tim.  “Bagaimana pun posisinya adalah pelatih dan harus bertanggungjawab terhadap nasib tim,” demikian kata salah satu perwakilan manajemen Ancora waktu itu. Benar saja, Arema kemudian langsung mendatangkan Antonic Dejan untuk menggeser posisinya sebagai nakhoda tim.

Milo sempat 'bermimpi' tetap di Arema dengan bersandar di manajemen kubu Muhammad Nur. Tapi untuk kedua kalinya pelatih yang pernah berkarier di Malaysia ini salah langkah. Kini ia harus mencari klub baru untuk menyelamatkan kredibilitasnya sebagai pelatih jempolan. “Saya belum tahu akan membela klub mana. Yang pasti saya akan memilih klub yang mempunyai ambisi besar di kompetisi. Sejauh ini belum saya putuskan,” ungkap Milo yang masih berada di Malang. Persijap Jepara adalah klub yang paling serius mendatangkan Milo sejak beberapa waktu lalu.

Namun keinginan Persijap sempat dipendam karena Milo masih dibutuhkan manajemen Muhammad Nur. Setelah statusnya bebas, kini Persijap bisa bergerak lebih agresif untuk mendapatkan tanda tangan pelatih enerjik tersebut. Arema yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) dikabarkan juga tertarik merekrutnya. Tapi hingga kini belum ada pergerakan yang dilakukan Arema yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan tersebut. Arema ISL juga membutuhkan pelatih karena hingga saat ini posisi pelatih masih dihuni Joko Susilo, asisten pelatih yang menggantikan Wolfgang Pikal. 

Dengan banyaknya talenta yang pergi karena gara-gara konflik internal konyol, membuat Arema harus jatuh bangun untuk kembali ke puncak. Seharusnya hari ini adalah masa jayanya Arema merajai dunia sepakbola Indonesia, namun semua dirusak oleh konflik manajemen bodoh dan PSSI ga becus. Semoga konflik cepat berlalu, dan semua menjadi satu.

-------------------------------------------------------------------
Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA
FOR ONE INDONESIA-

Salam Satu Jiwa

AREMANIA YANG PALING AREMANIA ?

# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012
Sejak sekitar tahun 90-91 an, nama Aremania di kenal, saat sekarang inilah adalah saat tersulit bagi Aremania. Bukan karena menurunnya animo dukungan, ato hilangnya kreatifitas, namun perpecahan melanda Aremania sebagai imbas jadi duanya kesebelasan yang didukungnya Arema Indonesia. Entah mengapa dulu Aremania yang bersatu padu dan disegani suporter lain, kini jadi saling hujat diantara Kita, walaupun masih dalam batas kewajaran dan tidak sampai merembet ke tindakan kriminal yang tidak perlu seperti yang terjadi terhadap supporter tetangga.

Satu yang memprihatinkan adalah saling klaim sebagai Aremania sejati sehingga yang berbeda pandangan dianggap sebagai Aremania ga sejati bisa dibilang sebagai Aremania Bajakan ato bahkan bukan Aremania sama sekali. Jadi mana yang benar? Ato semua sama2 benar? Ayas juga tidak tau apakah ada ukurannya dan syarat2 tertentu untuk mengetahui Umak layak disebut Aremania ato tidak? Ato ada seseorang ato kelompok yang berhak menilai Umak sebagai Aremania ato bukan? Karena setau Ayas seseorang disebut sebagai Aremania karena dia mendukung Arema Indonesia FC bukan yang lain. Lagian Aremania bukanlah suatu organisasi yang disana ada Ketua, Sekjen, Komandan, Panglima apapun namanya yang berhak menentukan nasib seluruh Aremania, ato seseorang bisa disebut Aremania jika mempunya KTA resmi yang dikeluarkan organisasi.

Beberapa nawak menyebutkan bahwa Aremania aseli itu ada Yuli Sumpilnya, Aremania adalah yang penuh stadionnya, Aremania paling kreatif yang ada sky dancernya, Aremania itu dukung Arema yang ada Along-Kurnia Meiganya, Aremania cuma ada di Kanjuruhan, Aremania cuma dukung Tim yang bermutu, dll. Perdebatan mana yang aseli mana yang paling Aremania menambah semakin tajam perbedaan dan pemisahan antara Aremania yang berbeda pandangan. Ditambah lagi dengan perbedaan prestasi antar dua tim Arema, semakin menambah sengit olok2 diantara Aremania yang berbeda pandangan.

Sebagai penyandang satu nama Aremania, Pecinta Arema, seharusnya semua itu tak perlu terjadi. Mengingat pendukung Arema hanya satu nama yaitu Aremania, ga ada yang lain. Tidak seperti Persib yang disana ada Viking, Bomber, Jurig dll, ato pendukung Sriwijaya FC ada SMS, ada Simanis dll. Kita semua adalah satu nama Aremania, mendukung kesebelasan yang bernama Arema bukan yang lain. Jadi sangat mengherankankan jika Aremania mempertanyakan ke Arema-an Aremania yang lain, dan merasa paling Aremania diantara yang lain.

Apakah suporter pendukung Arema di Kanjuruhan bukan Aremania? Apakah yang di Gajayana bukan Aremania? Apakah nawak2 yang tour Gresik bukan Aremania? Apakah nawak2 yang mendukung Meiga di Solo, dan dilempari batu saat di kereta di Kediri bukan Aremania? Apakah yang berpesta di Sidoarjo waktu hattrick Marcio Souza bukan Aremania? Apakah 5 orang yang mengaku Aremania Aceh saat Arema lawan PSAP di IPL bukan Aremania? Ato yang kemarin Aremania Kaltim yang mengaku netral, yang mendukung Arema kontra Persisam di ISL juga bukan Aremania?

Kita semua adalah Aremania, Pecinta Arema Indonesia FC, dan berbeda pandangan itu wajar saja tak perlu diperuncing dengan debat yang membuang waktu. Inilah saatnya bersatu bukan saling mencaci, bagaimana mungkin disatu sisi Kita mencaci Aremania yang beda pandangan dan di satu sisi lain Kita minta mereka untuk datang memenuhi stadion bersama Kita. Aremania terpecah adalah salah orang2 tua dijajaran manajemen yang tak ada yang mau mengalah, dan juga campur tangan PSSI yang memperburuk situasi. 
Ayo Dukung Arema di Kanjuruhan!!! Ayo Dukung Arema di Gajayana!!!
Ingatlah pepatah lawas, 
Divide We Fall, Unity We Stand 
alias Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. 
Aremania Bersatu Tak Akan Bisa Dikalahkan,
Aremania Bersatu Akan Mengguncang Dunia,
Aremania Bersatu Akan Ditakuti Musuh2nya.
Aremania Bersatu Akan Disegani Kawan2nya.

---------------------------------------------------------------- 
Menuju 25 Tahun Arema Indonesia
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012
"UNITED IN ONE SOUL"
-ONE AREMA
ONE AREMANIA 
FOR ONE INDONESIA- 
Salam Satu Jiwa


DULU MANAJEMEN BUANG RENE ALBERT, SEKARANG SIA-SIAKAN MILO

# Menuju 25 Tahun Arema Indonesia, 
11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2012

Arema sekarang selalu identik dengan masalah internal, klo dulu masalah bersumber dari kekurangan dana dan jika sekarang saat dana bukan lagi suatu masalah Arema malah dilanda konflik Internal diantara pengurusnya. Sampai seorang nawak Aremania pernah berujar, "Mending Arema seperti dulu waktu ga punya uang tapi kompak daripada Arema sekarang banyak duit tapi terpecah-pecah."

Dan selain itu manajemen Arema sekarang terlalu mudah menyia-nyia bakat yang bagus, dalam hal ini bakat yang bagus adalah pelatih. Manajemen tak mampu memprtahankan kondisi kondusif di tubuh Arema sehingga membuat bakat-bakat yang bagus menjadi tak nyaman dan pergi. Dulu Arema mempunyai pelatih yang sangat bagus yaitu Robert Rene Albert yang mampu mempersembahkan Gelar Juara Liga Indonesia pertama bagi Arema. Saat itu bukan tanpa kendala Rene Albert menukangi Arema, saat itu terjadi krisis keuangan ditubuh Arema hingga gaji para punggawa Arema sempat tertunda untuk dibayar, bahkan sempat terjadi pemogokkan dari pemain menuntut kejelasan gaji.

Meskipun begitu performa anak2 Arema tetap terjaga walau terjadi gejolak di internal tim. Hingga pada akhirnya Manajemen membuang bakat bagus Rene Albert yang sudah terbukti dengan Gelar Juara Liga, dengan tidak memperpanjang kontraknya. Saat itu Andi Darussalam Tabussala masih menjabat di manajemen Arema, merasa tersinggung karena Rene Albert mendatangi markas PSM Makasar yang tertarik padanya, padahal statusnya masih pelatih Arema, sedangkan nasib kontrak Rene Albert saat itu juga belom jelas, diperpanjang atau tidak. Dan akhirnya Rene Albert meninggalkan Malang ke Makasar setelah semusim menukangi Arema dengan sisa gaji beberapa bulan belom dibayar.

Dan tampaknya kebiasaan lama memang susah dirubah, seolah mengulangi kesalahan yang lalu manajemen merasa sok kuasa dan yang punya uang sehingga ta membutuhkan orang2 yang di anggap ga sejalan sama uangnya dan harus dibuang karena dengan uang semua bisa diganti dengan yang baru. Inilah yang sekarang terjadi kepada Milomir Seslija, bakat bagus baru yang dimiliki Arema. Milo sebagai pelatih Arema yang berlaga di Indonesia Primer League, harus tersingkir karena konflik antara Investor Ancora dan M Nur. Padahal Milo sudah kadung membuat Aremania jatuh cinta, karena 2 kali aksinya memimpin Arema di Gajayana yang berbuah poin penuh, serta karena attitude-nya yang dekat dengan suporter sehingga banyak Aremania yang tak rela Milo digeser oleh Abdurahman Gurning yang sebelumnya hanya asiten Milo.

Mungkin sekarang duit manajemen banyak sehingga merasa tak butuh milo karena bisa membayar pelatih baru yang lebih hebat dari Milo. Bahkan menurut isu yang beredar Milo dan Gurning hanya sementara menukangi Arema karena pada akhirnya mereka akan di gantikan, dan calon pelatih yang sempat beredar ada Antonic Dejan, mantan pelatih timnas Hongkong dan juga Rene Albert. Apa manajemen sudah lupa ketika awal musim, dengan tidak memperpanjang kontrak Miroslav Janu, manajemen sempat mengincar Rene Albert. Bahkan manajemen rela melunasi sisa gaji yang belum dibayar waktu Rene Albert meninggalkan Arema, namun Rene Albert menolak kembali ke Arema. Ini suatu bukti jika pengalaman musim lalu ketika menukangi Arema sangat diingat oleh Mener Albert, sekaligus menandakan jika uang tak bisa selalu bisa membeli bakat yang bagus.

Jika sekarang manajemen merasa tak butuh Milo, dan bisa menggantikan dengan yang lain dengan uangnya, apa ada jaminan akan sesukses Milo hasilnya. Ato akan dibuang dan akhirnya harus memanggil Milo untuk kembali ke Kandang Singa, dan mungkin akan ditolak mentah2 oleh Milo seperti halnya Robert Rene Albert.

#S1J


AKANKAH ALONG CS BAKAL MENYEBRANG KE AREMA ISL ?


BANYAKNYA kabar berita mengenai bakal pindahnya Along CS yakni para pemain Arema yang dilatih Milo dari Arema IPL ke Arema ISL semakin kencang berhembus. Dan memang juga, banyak dari nawak2 Aremania yang juga mengharapkan kepindahan tersebut, salah seorang Aremania beralasan, "Daripada nasib Along CS "disia2kan" manajemen Arema IPL, mending bergabung dengan Arema ISL supaya dapat mendongkrak peforma Arema ISL yang lagi jeblok."

Sinyal2 ketidak cocokan Along CS dengan manajemen IPL tampak jelas ketika laga Arema IPL melawan Persija IPL di Solo, di laga tersebut Along, Ridhuan, Roman dll tidak dimasukkan kedalam line up oleh Gurning sebagai pelatih yang menggusur Milo. Sedangkan nasib Milomir Seslija sendiri juga tak jelas, ada yang mengatakan Milo sudah dipecat, namun ketika laga di Solo Milo dan Dusan pelatih fisik Arema IPL masih tampak dibangku penonton tribun kehormatan begitu juga Along dan pemain yang tak dimasuk line up Gurning.

Sementara pada laga Arema ISL kala dibantai Sriwijaya FC 5-1 kemarin, juga dikabarkan Duo Singapura, Noh Alam Shah dan M Ridhuan hadir dÈ‹ Stadion Kanjuruhan. Bahkan seusai laga keduanya sempat bertemu dengan nawak Aremania, dan juga  Duo Singapura ini melakukan pembicaraan dengan Dirut, Panitia Pelaksana serta Joko Susilo dari pihak Arema ISL. Apakah dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang peluang pindahnya Along CS ke Arema ISL?

Namun dikesempatan yang lain, Media officer Arema IPL, Noor Ramadhan menegaskan bahwa Along masih pemain Arema IPL. "Sampai sekarang Along dkk masih resmi pemain Arema Indonesia. Kalau hanya soal tidak diturunkan saat lawan Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo, itu murni hal pelatih. Tidak benar kalau dikatakan tidak diturunkan karena diputus kontraknya," kata Nunun.

Lain Along, lain juga Roman Chmelo. Jika Along mendatangi langsung pihak Arema ISL, Roman dikabarkan mengirimkan Agennya ke kantor Arema ISL. Sudarmaji sebagai perwakilan Manajemen Arema ISL melalui SMS, membenarkan jika Agen Sepakbola Roman Chmelo telah mendatangi kantor Arema ISL. "Sejauh ini, masih sebatas komunikasi, jika ada peluang untuk gabung maka akan dibahas lebih jauh," tuturnya.


Sebenarnya
tentang adanya keinginan Aremania agar Arema ISL merekrut Along CS dari Arema IPL, ditanggapi dengan positif oleh manajemen Arema ISL. "Manajemen Arema ISL akan mengontrak pemain apabila pemain tersebut bebas dari komitmen kontrak dengan tim lain. Mereka harus pegang surat resmi pemecatan klo mereka dipecat atau pengunduran diri, supayatidak muncul persoalan (Seperti kasus Diego Michiels)," jelas Sudarmaji.

Berkaca dari kasus Diego Michiels yang kini jadi panjang, gara2 Diego memutuskan pindah dari pelita Jaya ke Persija IPL hanya berbekal surat pengunduran diri saja, padahal Pelita belum mengeluarkan surat menyetujui pengunduran diri Diego yang berarti Diego masih resmi pemain Pelita. Namun PSSI malah mengesahkan Diego agar bisa dimainkan saat Persija IPL menjamu Arema IPL di Solo kemarin. Saat ini Pelita Jaya sedang mengupayakan secara hukum dengan menuntut Diego, Persija IPL dan  PSSI.

Dan jika perpindahan ini benar bakal terlaksana, maka sesuai Transfer Matching System (TMS) FIFA opening window adalah tanggal 01 Februari 2012. "Tunggu saja tanggal yang sudah dekat tersebut, jangan sampai kita menjadi violator seperti apa yang sudah dilakukan kemarin, mending tunggu sampai awal bulan" tambahnya. (dari berbgai sumber)

-------------------------------------------------------------------
Jika banyak nawak2 Aremania yang sangat mengharapkan Along CS menyebrang ke Arema ISL, sebelum itu bisa terwujud, pertanyaanya sekarang adalah ?

01. Siapa sajakah pemain Arema IPL yang ikut bakal pindah ke Arema ISL ?
a. Apakah hanya Along dan Ridhuan saja yang bakal pindah?
b. Ato semua Pemain Asing Arema IPL (Along, Ridhuan, Roman, Esteban) yang sempat dipecat manajemen Arema IPL saja?
c. Ato semua Pemain Arema IPL yang dibawah asuhan Milo Plus Pelatih Milo sendiri ?

18 pemain dari Arema IPL Milo : 
Kurnia Meiga, Aji Saka, Alfarizi, Usep Munandar, Leonard Tupamahu, Gunawan Dwi Cahyo, Hermawan, Dendi Santoso, Roni Firmansyah, Noh Alam Shah, M Ridhuan, Musafri, Esteban, Roman dan Sunarto.

02. Siapa sajakah pemain yang bakal dibuang Arema ISL untuk menampung pemain dari Arema IPL ?

03. Klo diliat memang gampang tinggal pindah sana ke sini, namun kenyataanya jika ada yang datang maka harus ada yang dibuang, apalagi jika banyak yang datang bakal banyak yang harus dibuang. Bakal dikemanakan nasib pemain yang membela Arema ISL setelah datangnya Along CS?

04. Apa ada jaminan Along CS bakal mampu beradaptasi di ISL dan bekerjasama dengan pemain Arema ISL sebelumnya dan menjadi berprestasi, klo tidak mampu apa bakal dibuang lagi ?

Banyak hal yang harus dipikirkan demi terwujudnya perpindahan ini tanpa harus berbuntut panjang kemudian hari. Kita tunggu saja bakal kemana ujungnya Opera Van Tewur hanya di AREMA...

Salam Satu Jiwa