AREMANIA AKAN DUKUNG AREMA DIMANAPUN


 Dari polling ini juga tergambar betapa loyalnya Aremania terhadap Arema, walau dilanda konflik Aremania tetap setia dan tak perpaling dari Singo Edan yang jadi kembar ini.

Inilah hasil polling yang sedikit mewakili suara aremania, terutama Aremania yang bergabung di Facebook Page aremania (http://www.facebook.com/comunitasarema) yang diadakan beberapa waktu yang lalu. Dalam poling tersebut dilontarkan pertanyaan seputar dukungan Aremania terhadap hadirnya "Dua Arema" di "Dua Kompetisi" yang berbeda pada musim ini.

Dan dalam polling tersebut ditanyakan yang intinya bakal dikemanakan dukungan Aremania ditengah hadirnya "Dua Arema" di "Dua Kompetisi" yang berbeda pada musim ini. Dan dari jawaban nawak2 Aremania tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar loyalitas Aremania tidak mempersoalkan Arema dipegang siapa atau berlaga di kompetisi mana. Dan mereka tetap bakal mendukung semua Arema, baik Arema ISL kubu Rendra dan juga Arema IPL kubu M Nur. Boleh dibilang sebagian besar Aremania cenderung memilih netral atau tak mementingkan figur yang berseteru (Rendra atau M Nur) tapi lebih mementingkan nama Arema buat didukung. Hal ini tercemin dari 46% nawak2 Aremania memilih jawaban + Dukung semuanya apapun Arema-nya.

Sedangkan jika dibandingkan antara Arema ISL kubu Rendra dan Arema IPL kubu M Nur, sangat jomplang sekali perbandingannya. Ini karena tak ada satupun Aremania yang menyatakan dukungannya terhadap Arema IPL-nya M Nur, alias 0% hasil polling ini. Ini membuktikan citra M Nur dimata Aremania memang sudah habis, mulai dari kasus pendaftaran Arema ke LPI sampe tunggakan gaji pemain Arema musim lalu, publik Aremania mempercayai bahwa semua itu buah kesalahan dari M Nur yang lari dari tanggung jawabnya.

Dan hasil Arema IPL yang cuma didukung 0% oleh Aremania berbanding jauh dengan Arema ISL Rendra. Ternyata masih banyak Aremania yang bersimpati dan percaya terhadap Arema Rendra yang bakal berkompetisi di ISL ini tergambar dari pilihan Nawak2 Aremania sebesar 32% dari total seluruh pemilih yang menyatakan dukungannya. Ini tak lepas karena Rendra Kresna dkk dianggap sebagian Aremania cukup berjasa dan berperan penting terhadap sepak terjang Arema Indonesia di dua musim terakhir. Ditambah lagi dalam konteks konflik dualisme manajemen Arema, pihak Rendra adalah pihak yang di Dzolimi PSSI dengan memutusan M Nur sebagai pengelola Arema yang resmi. Dan seperti kita tau, sat ini PSSI sedang menjadi soroitan negatif oleh banyak kalangan sepakbola Indonesia termasuk Aremania karena keputusan2nya yang aneh bin ajaib.

Bisa jadi dukungan Aremania bakal semakin menguat ke Arema ISL jika PT. Liga Indonesia mengabulkan Arema Rendra sebagai salah satu kontestasn resmi ISL. Apalagi jika nanti skuad yang kini sedang dibangun Joko Susilo dibawah komando Rendra Kresna menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dan mampu berprestasi di ISL. Saat ini, skuad Arema ISL masih jauh persiapannya jika dibandingkan dengan Arema M Nur yang di arsiteki Milomir Seslija yang dipersiapkan untuk IPL.

Selain itu, dari polling tersebut juga tergambar betapa loyalnya Aremania terhadap Arema, walau dilanda konflik dan dualisme dan hampir mustahil diselesaikan. Aremania tetap setia dan tak perpaling dari Singo Edan yang jadi kembar ini. Sesuai dengan jumlah 0% alias tidak ada Aremania yang memilih jawabab + Tidak mendukung Arema manapun. Dan memang seharusnya begitulah Aremania, walaupun kalah atau menang, degradasi atau juara, apapun keadaannya Aremania akan selalu mendukung dibelakang Arema.

in win or lose, till the end
whatever it happen
we will stay behind you
Salam Satu Jiwa



Inilah Pertanyaan dalam polling tersebut :
Kompetisi sebentar lagi Kompetisi bergulir, dan kita harus merelakan bahwa Aremania musim ini mempunyai dua tim Arema untuk didukung. Dari 20 ribu lebih anggota FP ini, mungkin sedikit mewakili suara ribuan Aremania diluar sana. Siapakah yang umak dukung pada musim 2011/2012 ini ? (apapun jawabanmu kita tetap Utas Aremania)
-----------------------------------------------------------------------------
Dan dari 4 pilihan jawaban yang disediakan Aremania menjawab :
+ Dukung semuanya apapun Arema-nya 46%
+ Arema ISL  32%
+ Arema IPL  0%
+ Tidak mendukung Arema manapun 0%
-----------------------------------------------------------------------------
Dan ada pula sebagian nawak Aremania menambahkan jawaban sendiri :
+ Salam Satu Jiwa 4%
+ Gw Slalu Dukung Aremania, Ampe pun mati Dukung Arema 18%

AREMA ISL OR NOT ?


Tampaknya harapan Arema Rendra dan Aremania untuk melihat Arema bisa berlaga di kompetisi di Indonesia Super League semakin tipis.

HARI SEMAKIN HARI dinamika dunia persepakbolaan Indonesia berubah begitu cepat, jika kemarin beritanya begini sekarang kok kabarnya jadi begini. Inilah babak baru PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Ipin, bukannya iklim sepakbola semakin baik, malah perpecahan yang ada di mana2, begitupun juga di Arema.

Saat ini Arema terpecah jadi dua, ada yang menyebut Arema Rendra dan Arema M Nur, ada pula yang menyebut sebagai Arema Sultan aguung dan Arema Tidar, dan kini ada sebutan baru Arema ada dua yaitu Arema ISL dan Arema IPL. Iya saat ini ada dua kompetisi yang berbeda yang bakal bergulir di pentas sepakbola domestik kita, ISL di klola PT LI dengan peserta klub2 yang membelot dari PSSI, dan yang setia dibawah PSSI mengikuti IPL dengan PT. LPIS sebgai pengelolanya.

Dan saat ini Aremania mempunyai dua Arema yang sedang bersiap diri mengikuti dua kompetisi terseebut. Untuk Arema M Nur sudah jelas bakal tetap setia mengikuti kompetisi "resmi" PSSI yaitu IPL. Ibaratnya, walau Gunung Semeru meletus Arema yang berkantor dijalan Tidar itu tak akan pindah haluan dari IPL dan pastinya itu yang diharapkan PSSI.

Sedangkan untuk Arema yang dikelolah kubu Rendra Kresna yang sudah sejak dini memploklamirkan siap berkompetisi di Indonesia Super League malah diliputi ketidak jelasan status. Seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan, Arema Rendra yang sedang menyeleksi pemain untuk berlaga di ISL tak kunjung dimasukkan sebagai salah satu peserta Liga Super musim ini. Bahkan, PT LI sebagai pengelolah ISL membatalkan Arema sebagai tuan rumah Inter Island Cup, turnamen pra musim bagi para peserta ISL.

Joko Driyono sebagai orang nomor satu PT LI musim lalu mengungkapkan bahwa, sebelum PT. LI memasukkan Arema sebagai peserta ISL musim ini, kedua kubu Arema harus melakukan rekonsiliasi dan menyatukan manajemen dan tak ada lagi dua Arema. Hal senada juga di ungkapkan mantan Wakil PSSI era Nurndin Halid, Nirwan Bakrie. Nirwan yang juga mensponsori Arema melalui Ijen Nirwana menginginkan dua Arema yang berseteru untuk bersatu, dan kembali berkompetisi di ISL.
Kenangan manis saat Arema juara ISL dua musim yang lalu. (foto/ongisnade.co.id)

Inilah dia, syarat Arema harus rekonsiliasi dan bersatu baru kemudian diterima menjadi peserta ISL kayanya sulit tercapai. Terlihat betapa beda kiblat kedua kubu Arema saat ini. Arema Rendra yang cenderung menentang Arus PSSI saat ini sementara Arema M Nur adalah pendukung PSSI dan IPL bahkan sejak LPI masih berstatus breakaway league. Kalau toh kedua Arema sepakat bersatu lagi, apakah akan semudah itu pihak M Nur mau  menyetujui ikut kompetisi diluar PSSI. Tampaknya bakal susah...

Tampaknya harapan Arema Rendra dan Aremania untuk melihat Arema bisa berlaga di kompetisi di Indonesia Super League semakin tipis. Dan malah ini mungkin adalah jawaban buat Aremania yang menginginkan "Utas Arema" dengan tereleminasinya Arema Rendra dari ISL Aremania punya satu Arema untuk didukung, yaito Arema Along cs yang berlaga di Indonesia Premier League nya PSSI.

Namun seperti yang Ayas bilang diawal tulisan ini, dinamika dunia persepakbolaan Indonesia berubah begitu cepat. Kita tunggu mungkin besok dinamika dunia persepakbolaan Indonesia berubah lagi dan akan ada kejutan baru disana. Kita lihat saja.

Salam Satu Jiwa

AREMA VS AREMA



Hmm.... Arema ada dua? Padahal pada musim kemarin Arema cuma ada satu dan berhasil jadi runner up Liga Indonesia, bahkan pada pertandingan terakhir  8 gol Arema ke gawang Bontang FC masih terasa manisnya dibenak kita semua.  Apakah ini sungguhan? Apakah ini hanya mimpi? 

Ternyata semua ini adalah nyata, hampir tiga bulanan kita disuguhi kabar tetang dualisme ditubuh Arema kita ini yang memenuhi media cetak, online dan media jaringan sosial kita. Kini kita mempunyai dua Arema dan kayanya bakal ada dua kompetisi juga, dan kayanya lagi kita bakal mempunyai satu wakil Arema ditiap kompetisi tersebut. Bukannya ini sesuatu yang hebat, ehmm atau tidak? Dua tim di dua kompetisis yang berbeda mengingatkan kita pada tim tetangga sebelah yang juga punya dua tim kembar yang hadir di dua kompetisi berbeda, dan mereka berhasil tidak menghasilkan apa-apa, yang satu peringkatnya ga jelas, yang satu kompetisinya ga jelas karena hanya jalan setengah musim. Dan malah dua tim ini berhasil  memecah bassis suporter mereka dan berujung dengan saling serang, dan itu ga baik.

Semua ini bermula dari PSSI rezim Djohar, bukan menyempurnakan kompetisi yang sudah ada yakni Indonesia Super League (ISL), tapi malah malah memaksakan mengusung orang2 dari Liga Primer Indonesia-nya Arifin Panigoro dan membikin Indonesia Premier league (IPL) sebagai pengganti ISL. Sebenarnya ISL kompetisi sudah cukup ideal sebagai cikal bakal menuju kompetisi profesional di Indonesia, PSSI yang sekarang seharusnya cukup mengganti perangkatnya saja, seperti wasit, komisi wasit, komisi banding, dll dengan orang2 yang kompeten dengan sepakbola serta menyempurnakan regulasi yang mengatur kompetisi tersebut. 

Kini klub2 calon peserta kompertisi level atas PSSI, Indonesia Premier League atau IPL terpecah, sebagian bertahan dan ikut kompetisi IPL PSSI dan sebagian memilih menghidupkan ISL dan berkompetisi di luar PSSI. Dan hal ini pun berimbas ke tubuh Arema. Saat ini ada dua versi Arema yang bisa kita kenal, Arema Versi M Nur atau Juga disebut Arema Tidar adalah Arema  yang diakui oleh PSSI dan ada juga Arema Versi Rendra Kresna atau juga disebut Arema Sultan Agung yang tidak diakui PSSI.

Arema IPL
Setelah beberapa lama berpolemik dan beradu argumen antara Kubu Rendra dan Kubu M Nur di media , juga diiringi hengkangnya beberapa pemain andalan Arema, akhirnya PSSI memutuskan bahwa manajemen M Nur lah yang berhak mengelola Arema. Dan sejak saat itu para pemain Arema yang sebelumnya merasa nasibnya ga jelas akibat konflik internal tersebut merapat ke kubu Arema M Nur. Saat ini Arema M Nur diperkuat muka-muka lama Arema di ISL musim lalu, seperti Noh Alamsyah, Ridhuan, Roman, Esteban, Dendi Santoso dll, serta beberapa pemain baru seperti Jaya Teguh Angga, Legimin Raharjo, dll.  

Aksi Roman saat laga ujicoba Arema M Nur. (Foto/wearemania.net)

 Bisa dibilang skuad Arema M Nur sudah 90 persen siap berkompetisi, apalagi dengan hadirnya Milomir Seslija sebagai pelatih asal Bosnia yang mempunyai tipikal seperti Robert Rene Albert membuat masa depan skuad Arema M Nur terlihat menjanjikan. Sejauh ini, kinerjanya sangat baik terbukti dengan hasil uji coaba Arema M Nur yang tak pernah kalah, walau memang musuh yang dihadapi bukan lah lawan yang sepadan untuk kelas Arema. Selain itu  Arema M Nur memilih mengakhiri kiprah Arema yang sudah beberapa tahu bermarkas di Kanjuruhan, dan M Nur menjadikan Stadion Gajayana sebaga Home Base Arema musim ini, kan ga mungkin klo kubu M Nur menyewa jasa Stadion Kanjuruhan kepada kubu Arema lawannya yakni Rendra Kresna sebagai Bupati Malang.

Sebagai Arema yang diakui PSSI, sudah tentu Arema versi M Nur mengikuti kompetisi dibawah PSSI yaitu Indonesia Premier League (IPL) yang dikelola PT. Liga Primer Indonesia Sportindo (PT. LPIS). Saat ini PSSI mengklaim ada 18 klub yang bakal jadi peserta IPL ini. Mereka yaitu yaitu Persiraja, PSMS, Semen Padang, Persib, Persija, Persijab Jepara, Persiba Bantul, Persibo Bojonegoro, Persebaya, Persema, Arema, PSM Makasar, Bontang FC, Persidafon, Persiwa, Persipura, Mitra kukar, dan Sriwijaya FC.

Dan  menurut PSSI, IPL sudah dimulai Mulai Kick off tanggal  26 November 2011 ditandai dengan pertandingan pembuka oleh Persib lawan Semen Padang di Stadion Jalak Harupat Bandung. Namun setelahnya hampir sebulan lebih tidak ada pertandingan lagi, bahkan jadwal pertandingan lengkap peserta belum juga dirilis. Padahal PSSI dan PT. LPIS mempunyai persiapan yang lama buat menggelar IPL. Menurut PT. LPIS kompetisi kembali akan bergulir pada 26 November 2011 mendatang. Dan sebagai pertandingan pertama Arema M Nur di pentas IPL Arema bkal menjamu PSM Makasar di Gajayana.
Menurut jadwal pertandingan semula di keluarkan PT. LPIS yang sempet diprotes klub2 karena amburadul, Arema bakal mulai bertarung pada 27 November menjamu PSM Makassar. Lawan maupun status pertandingan (kandang/tandang) bisa saja berubah tergantung revisi dari PSSI. Yang pasti Arema tetap berasumsi kompetisi akhir November.

Arema ISL
Sedangkan Arema versi Rendra Kresna, adalah Arema dengan susunan manajemen yang sama dengan Arema yang berlaga di ISL musim lalu, namun dijajaran pemainnya hanya menyisakan para pemain Arema Junior karena pemain senior lebih memilih mengikuti Arema M Nur yang diakui PSSI atau memilih hijrah ke klub diluar Malang. Padahal sebelum PSSI memutuskan pihak M Nur sebagai pengelola Arema, semua pemain masih berlatih dibawah asuhan Joko susilo Asisten Pelatih Arema musim lalu, dibawah bendera Arema Rndra Kresna. Dan sejak putusan PSSI memenangkan M Nur, kubu Rendra seakan hilang harapan terhadap Arema. Walaupun didukung mayoritas Aremania namun keputusan tetap di tangan PSSI. Jadi apapun yang dilakukan pihak Rendra Kresna hasilnya bakal tetap sama mengingat kedekatan PSSI sekarang dan LPI Arifin Panigoro mereka pasti berpihak terhadap M Nur. 

Namun semakin kesini, harapan baru buat Arema Rendra muncul ketika di kompetisi level atas PSSI IPL terjadi pergolakan, 14 klub memilih menolak mengikuti IPL yang dikelola PT. LPIS dan lebih memilih menghidupkan PT. LI dan menggulirkan ISL kembali. Mereka memastikan tetap berlaga di kompetisi ISL. Yaitu, Persipura Jayapura, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya FC Karawang, Persiwa Wamena, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Persiba Balikpapan, Persisam Putra Samarinda, Mitra Kukar, Persidafon Dafonsoro, Persib Bandung, Persijap Jepara.

Suasana seleksi pemain Arema Rendra yang disaksikan Aremania. (foto/malangsoccernew.web.id)

Menanggapi gejolak ini Arema M Nur yang resmi diakui PSSI seperti tak bergeming, dan tetap tak akan terseret arus dan tetap setia pada IPL. Sedangkan bagi Arema Rendra yang selama ini kurang harmoniss dengan PSSI yang baru, ini adalah sebuah kesempatan untuk kembali eksis melalui ISL. Bak gayung bersambut, PT. LI juga memutuskan menghidupkan Inter Island Cup (IIC) sebagai kompetisi pemanasan sebelum dimulainya ISL. Bersama dua kota, Bandung dan Samarinda, Malang ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah IIC dan Arema Rendra pun menyatakan kesiapannya menggelar IIC di Stadion Kanjuruhan. Dan saat ini skuad Arema Rendra yang belum mempunyai yang pelatih bermodalkan skuad Arema U-21 mengadakan seleksi untuk melengkapi pemain untuk berlaga di IIC dan ISL.

Satu hal yang menarik yang bisa kita bandingkan dari kiprah dua Arema ini, Arema M Nur yang dihuni pemain yang sudah kita kenal seperti Along dan Roman Chmello sedangkan Arema Rendra yang diisi pemain U-21 dan beberapa pemain seleksi pernah bertanding dengan lawan yang sama yaitu PS UMM. Pada laga tersebut Arema M Nur tersebut hanya mampu menang 2-1 atas PS UMM saat bertanding di lapangan Agro Kusuma Kota Batu. Sedangkan Arema U-21 atau yang biasa disebut oleh Arema Rendra mampu unggul dengan Goal 5-1.

PSSI Is LPI


SEMAKIN hari semakin jelas wajah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dibawah pimpinan Rezim Djohar Arifin. Sejak digulingkannya Nurdin Halid dari tahta kekuasaan PSSI, harapan pecinta sepakbola tanah air sangat tinggi terhadap jajaran dan pengurus PSSI yang baru. Namun harapan yang tinggi itu tampaknya bakal bertepuk sebelah tangan, karena sampai saat ini keputusan-keputusan yang dikeluarkan badan tertinggi persepakbolaan di Indonesia tersebut hanya mengakomodir kelompok tertentu saja. Dalam hal ini kelompok tersebut adalah LPI atau Liga Primer Indonesia yang dipunyai oleh bos Medco, Arifin Panigoro.LPI itulah wajah PSSI saat ini.

Awalnya, afiliasi antara PSSI yang sekarang dengan LPI hanyalah sebatas rumor dikalangan pecinta bola di Indonesia, namun sekarang semua terbukti benar adanya. Semua itu tercermin dari putusan-putusan PSSI yang cenderung memihak kelompok-kelompok yang berhubungan dengan LPI.

1. Dimulai dengan pemecatan pelatih timnas Alfred Riedl dengan alasan tidak menemukan berkas dikontrak dengan PSSI. Dan sebagai gantinya PSSI menunjuk Wim Risjsbergen, mantan pelatih PSM Makasar di kompetisi LPI yang setengah musim. Padahal Wim ga mampu membawa PSM ke level tertinggi di LPI melawan tim-tim dadakan, kenapa PSSI ga memilih Rahmad Darmawan ato Jaksen F Tiago ato yang lain yang trek recordnya jelas.

2. Penunjukan Arya Abhiseka General Manajer LPI sebagai General Manajer Tim Nasional Indonesia, walaupun akhirnya PSSI memecat Abhiseka karena tersangkut penggelapan dana Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Diduga Abhiseka menilep sekitar Rp 1,7 miliar uang subsidi FIFPRO. Hal ini dibongkar oleh mantan Presiden Kehormatan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia, Vennard Hutabarat (Veve) yang akhirnya melaporkan Abhiseka ke pihak yang berwajib.

3. Dikelolahnya Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012  oleh PT Liga Prima Indonesia (LPI) badan usaha baru ini merupakan pengganti  PT Liga Indonesia, yang sudah beberapa  musim terakhir mengelola kompetisi PSSI. Dan CEO PT Liga Prima Indonesia, Widjajanto juga telah ditunjuk PSSI  sebagai direkturnya..

4. Diakomodirnya tiga tim LPI sebagai peserta Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 oleh PSSI, Persibo Bojonegoro, Persema Malang, PSM Makasar. Padahal tim-tim ini telah menyatakan keluar dari keanggotaan PSSI dan ikut kompetisi diluar PSSI yaitu Liga Primer Indonesia (LPI). Seharusnya keanggotaan mereka diputihkan dahulu melalui Kongres Luar Biasa PSSI dan klo sudah diputihkan keanggotaanya mereka harus mulai dari level bawah jika ingin mengikuti kompetisi dibawah PSSI

5. Dimenangkannya kubu-kubu yang berafiliasi dengan LPI oleh PSSI terhadap tim yang bersengketa internal. Dualisme manajemen Arema antara kubu Rendra Kresna dan kubu M Nur, PSSI memutuskan memilih M Nur ebagai kubu yang berhak mengelola Arema. Dan sepe kita tau, M Nur adalah orang yang hampir membawa Arema mengikuti kompetisi LPI, dan dikubu M Nur pulalah ada nama Siti Nurjannah yang merupakan tim sukses Arifin Panigoro saat pemilihan ketua PSSI beberapa waktu yang lalu. Dan dduga kuat, jika dana yang bakal dipakai mengelola Arema nanti tak tauh-jauh bersumber dari Arifin Panigoro.

Begitu juga dengan perebutan kekuaasan di Surabaya, antara Persebaya Divisi Utama melawan Persebaya 1927 ex-LPI. Yang runyam di Surabaya kedua kubu sama-sama sudah mempunyai pemain dan pelatih untuk musim 2011/2012. Bahkan mantan pelatih Arema musim lalu, Miroslav Janu termasuk pihak yang sudah dikontrak oleh Persebaya Divisi Utama. Namun apadaya, PSSI memilih kedua Persebaya harus merger sebagai penyelesaian dan akhirnya hanya pemain dan pelatih Persebaya 1927 ex-LPI yang bakal di pake dan para awak Persebaya Divisi Utama harus terpaksa jadi pengangguran sampai ada yang memakai jasa mereka disaat kompetisi bentar lagi berlangsung.

Tak jauh beda yang terjadi di Jakarta, Jakmania suporter Persija Jakarta mengancam bakal membokot Persija kubu Hadi Basalamah yang di pilih PSSI untuk berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012. Putusan PSSI ini lagi-lagi tak jauh-jauh dari LPI, pasalnya Persijakubu  Hadi Basalamah adalah orang-orang dari tim Jakarta FC 1928 yang juga peserta LPI. Kontan saja, Fery Paulus pihak Persija yang dikalahkan pada putusan PSSI bakal menggugat PSSI. Padahal Fery Paulus, menjadi Ketua Umum Persija adalah hasil dari Rapat Umum dari anggota-anggota Persija, dan hasil inilah yang diakui oleh suporter Persija Jakmania. Dengan hasil ini, kemungkinan kita bakal tak bisa lagi menyaksikan aksi-aksi ikon Macan Kemayoran Bambang Pamungkas, Greg Nwokolo, dkk seperti ISL musim lalu, karena pemain Persija yang berlaga di ISL  musim  kemarin berada dibawah kontrak Persija Fery Paulus. Sedangkan Persija Hadi Basalamah kemungkinan bakal memakai pemain mantan Persija FC 1928.

Kompetisi Bakal Diatur LPI
Kini dengan banyaknya orang-orang LPI bercokol di PSSI dan tim-tim peserta liga mendatang tak salah jika ada tudingan PSSI Djohar Arifin adalah boneka Arifin Panigoro. Yang lebih ekstrem lagi, tak salah jika sebagian pihak yang khawatir dengan banyaknya klub yang merger dengan klub ex-LPI dan banyakdimenangkannya kubu berafiliasi LPI dalam sengketa internal klub, maka makin banyak pula tim atau klub di Indonesia yang dikuasai Konsorsium LPI. Karena dengan banyaknya saham yang dimiliki Konsorsium LPI dan banyaknya orang LPI yang berkuasa di tim-tim yang berlaga pada satu kompetisi bukan ga mungkin jika bakal terjadi kong-kalikong antara orang-orang LPI yang berkuasa, dan terjadi pengaturan skor, sapa yang menang, siapa yang kalah, sapa yang juara pada kompetisi nanti. Jangan terkejut jika hasil kompetisi musim ini juaranya tak jauh dari tim atau klub LPI. Kekhawatiran itu benar atau tidak kita liat saja nanti..

PSSI/LPI REVOLUTION CONTINUES..

Salam Satu Jiwa

AREMA-AREMANIA TERPECAH?



KONFLIK internal dalam tubuh Arema telah menggerogoti potensi Arema untuk menjadi semakin kuat dan bersinar pada musim kompetisi 2011/2012. Karena disaat tim-tim lain bersiap-siap, dengan membidik pemain juga pelatih incarannya, Arema masih disibukkan dengan debat di media tentang siapa yang berhak memgelola Arema. Hingga saat ini cuma 3 nama yang mencolok yang bisa di gaet manajemen Arema untuk bergabung dengan Bustomi Cs di lapangan. Ketiga nama itu adalah, Si Anak Hilang Arif “Keceng” Suyono, Saktiawan Sinaga dan Dian Agus. Bahkan beberapa pilar penting Arema musim lalu terpaksa hijrah karena ketidakjelasan status dan trauma akan krisis internal Arema seperti musim lalu. Merekah yang telah hijrah adalah Zulkifli, Hendra Ridwan, M Fakrudin, Ahmad Amiruddin, dll dan bukan ga mungkin akan menyusul nama-nama lain yang menebrang ke klub tetangga. Karena sebagai runner up  Liga Indonesia musim lalu, pemain Arema banyak diminati tim-tim lain.

Dan setelah menunggu sekian lama Dualisme pengurus Arema Indonesia Football Club (AIFC) antara kubu Rendra Kresna dan kubu Muhammad Nur berlarut larut, akhirnya PSSI dalam rapat exco beberapa waktu yang lalu memutuskan bahwa yang berhak mengelola Arema adalah kubu M Nur dan kawan-kawan. Lantas berakhirkah konflik internal Arema setelah turunnya keputusan tersebut? Jawabnya adalah, masih jauh dari kata selesai. bahkan mungkin akan semakin menjadi panjang dan meluas. Karena bukan hanya manajemen Arema saja yang terpecah, tapi perpecahan juga menular ke Aremania sebagai pendukung setia kesebelasan AIFC. Aremania pun terpaksa terpecah larut dam kubu-kubuan walau alasan  intinya sama yaitu semua demi Arema yang mereka cintai menjadi  lebih baik. Walaupun sama Satu Jiwa, tetapi isi kepala setiap Aremania belum tentu sama. 

 Pro M Nur - Ikul
Sebagian Aremania merasa harus  mendukung kubu M Nur, karena disana ada Sam Ikul (Lucky Acub Zainal) salah satu tokoh kharismatik Arema yang juga pendiri Arema FC yang juga sangat dihormati oleh banyak Aremania. Selain itu Aremania disini mengangap bahwa Arema itu harus jauh dari tangan penguasa, dalam hal ini Rendra Kresna selaku Bupati Malang. Karena  Aremania tak rela jika Arema disalahgunakan untuk kepentingan suatu kelompok atau kepentingan politik diluar olahraga. Terlebih lagi di kubu Rendra juga terdapat nama Iwan Budianto, sebagai Direktur Arema versi Rendra Kresna sekaligus perwakilan dari Investor. Sebagian Aremania mengingatkan bahwa Iwan adalah pengkhianat yang dulu pernah meninggalkan Arema dikala susah dan membajak para pemain Arema untuk bermain ke Persik Kediri. Katanya, “Ayas lebih percaya Sam ikul dari pada Iwan Budian**k!”

Bahkan ada juga nawak Aremania yang mendukung keputusan kubu M Nur yang bakal menjadikan Gajayana sebagai home base Arema, “Arema yang ayas dukung adalah Arema yang berhome base di Gajayana. Gajayana Rumah Kita, Malang Is Not Indonesia, Arema Is Malang Not Indonesia,” tulis salah satu Aremania di sebuah forum di dunia maya.

Netral
Ada juga Aremania yang menyatakan dirinya adalah netral tak mendukung siapapun, walaupun begitu mendukung M Nur yang telah dipilih PSSI, dan itu seharusnya mengakhiri konflik internal dan Arema segera berkonsentrasi ke persiapan menyongsong kompetisi yang akan segera dimulai. Mereka sudah bosen dengan konflik dualisme ini yang tak kunjung berakhir, sehingga menggangu persiapan Arema juga mental para pemain. Ada anggapan bahwa Aremania seharusnya mendukung Arema siapapun pengurusnya, bukan malah mendukung salah satu kubu. Salah satu nawak Aremania disalah satu forum Aremania di dunia maya, menyebutkan seharusnya Aremania itu, "Ladub adepesan tko hamur.Tuku tiket, ublem stadion, trus masang gendero.Mari masang gendero golek lungguh sing nyaman, tku tahu,aqua josh naaaah kmudian melakukan parade orkestra dan tarian AREMANIA nang tribun timur." Bukan malah demo dijalan mendukung salah satu kubu. Ada juga berujar jika biarlah Arema itu diurus manajemen, dan Aremania tempatnya adalah di Tribun."CONTOHLAH SAM JULES, Wonge gak kolem2 masalah iki, Karena Aremania hanya ada di TRIBUN !!!" komentar salah satu Aremania di wearemania.net.

 Anti M Nur
Adalah Aremania  Anti M Nur, kelompok Aremania yang sering terdengar di media massa dan banyak menghiasi forum-forum di jejaring sosial. Dan tampaknya inilah kelompok Aremania  yang lebih besar dan dominan daripada kelompok Aremania lainnya yang turut terseret dalam konflik internal di Arema. Mereka yang disini, adalah mereka yang tak rela Arema di ambil alih oleh M Nur yang notabene orangnya Arifin Panigoro. Atas jasa M Nur, Arema hampir terseret sebagai peserta Liga Primer Indonesia kompetisi yang di punyai bos Medco Arifin Panigoro, hingga Arema pun sempat diklain telah dimiliki oleh Medco. Hal inilah yang sempat menimbulkan resistensi Aremania terhadap LPI musim lalu. M Nur juga dianggap lari dari tanggung jawab, ketika Arema dilanda krisis finansial, M Nur malah menghilang entah kemana dan menjadi orang paling dicari oleh pemain Arema yang menuntut gaji kala itu. Sekarang  masalah gaji sudah lunas, M Nur datang kembali ke Arema dan mengklaim sebagai pengelola yang sah. 

Begitu juga dengan Ikul yang telah menjual Arema ke Bentoel, dan sekarang  Arema sudah sukses Sam Ikul dianggap ingin untung sendiri dengan bergabung kubu M Nur. Aremania disini menyayangkan sikap Sam Ikul. “Buat lucky, yang semestinya jadi penengah itu anda, bukan aremania, aremania hanya dukung arema, tapi kalau seperti ini, kami akan dukung yang mana? Anda yang semestinya berdiri di tengah, bukan malah mendukung salah satu pihak. Kami menghormati anda, kami ingat jasa2 anda untuk arema, tapi ingatlah, anda juga pernah gagal membawa arema, arema dijual ke bentoel itu juga bukti kegagalan anda, masih ingat? Kita juga sama2 tahu, apa yg telah diperbuat m.nur utk arema pada kompetisi lalu..?? Kalau anda memang orang yang bisa dituakan di kota ini, atau di kalangan aremania, bersikaplah sebagai orang dewasa, jangan slintutan koyok ngono. Jujur saja, kenapa aremania lebih condong ke RK, karena beliau lebih terbuka......” ujar salah satu Aremania.

 Beberapa kali pernyataan sikap hingga demo ke jalan telah dilakukan Aremania Anti M Nur. Hingga mendatangi langsung ke kantor pusat PSSI di Senayan untuk mempertanyakan dan meminta PSSI membatalkan putusan memenangkan kubu M Nur daripada Rendra Kresna. M Nur diduga terpilih sebagai pengelola Arema karena kedekatannya dengan LPI, dan seperti kita tau PSSI yang saat ini berbau LPI sangat kental. Walaupun begitu, kelompok Aremania yang pernah membuat surat peryataan sikap mewakili Aremania seJagat Raya mendukung Arema yang berkantor di Jl. Sultan Agung 9, sempat juga dicibir oleh sesama Aremania yang mungkin bersebrangan pendapat dengannya, "mek 20 Aremania, padahal Korwil iku jumlahe 300an lebih.. Opo iso disebut suara Aremania Jagat Raya. Ini yang bikin sikap aremania apa amplopmania?" kata salah satu Aremania.

Kembali ke Arema
Arema adalah tim besar apalagi didukung oleh Aremania yang juga besar yang tersebr dimana-mana, ga mungkin lepas dari konflik juga pro dan kontra. Aremania walaupun bersalam sama Satu Jiwa, tetapi isi kepala setiap Aremania belum tentu sama.Berbeda pedapat itu wajar selama disampaikan dengan cara-cara yang damai. Untuk itu walsupun kini Aremania terpecah-pecah dalam keyakinannya masing-masing, ada baiknya kita semua kembali mengingat tujuan semula, kenapa kita mendukung kubu ini atau kubu itu, semua itu karena kecintaan kita atas Arema. Atas  nama Arema bersatulah, dan hindari  perpecahan yang tak perlu, kita adalh suporter kreatif, dan cerdas, semoga konflik ini cepat menemukan jawabannya dan cepat usai. Lalu lupakan semua yang pernah berselisih pendapat, dan bersama-sama kita dukung AREMA di kompetisi musim ini. Dukung AREMA menghancurkan lawan-lawan yang menertawakan kita saat ini.

Salam satu jiwa.